Menu

Mode Gelap
Wamentan Sudaryono: 2,3 Juta Hewan Kurban Dipotong, Stok Aman & Bebas Penyakit Idul Adha Dorong Lonjakan Harga Pangan Nasional Sertipikat Jombang Menuju Kabupaten Bersih, Masuk 16 Terbaik Nasional IPP Mencapai 4,69, Jombang Raih Predikat Terbaik Jawa Timur dan Peringkat III Nasional Bongkar dan Bersihkan Ratoon, Areal Tebu 10.787 Ha Jombang Menuju Swasembada Gula 2028 Lewat Agrosolution 2025, Petrokimia Gresik Bersama 61.112 Petani Siap Wujudkan Swasembada Pangan

News

Menjelang Akhir Tahun 2024, Civitas Hindu UM Menggelar Doa Refleksi Akhir Tahun

badge-check


					Menjelang Akhir Tahun 2024, Civitas Hindu UM Menggelar Doa Refleksi Akhir Tahun Perbesar

KREDONEWS, MALANG – Akhir Tahun selalu menjadi sarana untuk melakukan muhasabah atau relfeksi diri selama setahun kebelakang, agar di tahun kedepan menjadi pribadi yang lebih baik. Refleksi akhir tahun tidak hanya dilaksanakan oleh perorangan, namun juga oleh instansi agar produktivitas dalam kerja meningkat.

Seperti yang dilakukan oleh para civitas akademika Universitas Negeri Malang (UM). Kegiatan refleksi akhir tahun yang bertajuk “Membangun Masa Depan dengan Landasan Nilai-Nilai Karma Yoga” digelar pada Jumat (15/12) di Gedung Graha Rektorat Universitas Negeri Malang, dengan menghadirkan Miswanto, S.Ag., M.Pd.H., sebagai narasumber utama. Acara ini dihadiri oleh sivitas akademika UM yang beragama Hindu, menjadi momentum untuk merenungkan nilai-nilai hidup demi masa depan yang lebih baik.

Rektor UM, Prof. Hariyono, M.Pd., dalam sambutannya menekankan, bahwa refleksi adalah proses penting yang dapat dilakukan kapan saja. “Refleksi tidak perlu menunggu momen tertentu. Kita harus tetap berpijak pada realitas sambil berpikir idealis untuk melangkah menuju kehidupan yang lebih baik,” ujar Prof. Hariyono dikutip dalam um.ac.id.

Ia juga mengutip pesan Bung Karno, “Jadilah Islam yang tidak ke-Arab-Araban, dan Hindu yang tidak ke-Indian,” untuk menegaskan perbedaan antara agama dan budaya. “Setiap tindakan dan ucapan kita mencerminkan nilai agama yang kita anut. Jika ingin menunjukkan agama sebagai jalan perdamaian, ciptakan perdamaian, minimal dengan diri sendiri,” tambahnya.

Prof. Hariyono mengingatkan pentingnya pola hidup sehat, baik fisik maupun spiritual. “Penyakit sering muncul karena pola hidup yang tidak sehat, bukan karena Tuhan. Tuhan memberikan akal agar kita dapat berpikir dan bertanggung jawab,” jelasnya. Ia juga mengajak peserta untuk membiasakan hal yang benar, bukan sekadar membiasakan hal yang biasa.

Dalam sesi utama, Miswanto, S.Ag., M.Pd.H., membahas nilai-nilai Karma Yoga, yaitu ajaran yang menekankan tindakan tanpa pamrih untuk mencapai harmoni hidup. “Nilai Karma Yoga dapat menjadi fondasi dalam membangun masa depan yang lebih baik. Tindakan tanpa pamrih adalah kunci menuju kehidupan yang harmonis,” paparnya. Ia mengajak peserta mengaplikasikan nilai ini dalam kehidupan sehari-hari sebagai wujud tanggung jawab kepada Tuhan.

Acara ini juga diisi dengan doa bersama dan diskusi interaktif yang memperkuat semangat kebersamaan dalam keberagaman. Refleksi ini sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya poin 4 tentang pendidikan berkualitas dan poin 16 tentang perdamaian dan keadilan.

“Selamat melakukan refleksi. Semoga kita dapat menjalani kehidupan dengan nilai-nilai yang lebih luhur,” tutup Prof. Hariyono penuh harap.

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Piala Dunia 202: Inilah Rundown Pembukaan serta 12 Grup yang Akan Berlaga

10 Juni 2026 - 19:43 WIB

Prihatin Ibu Hamil Meninggal, Prabowo akan Bangun 400 RS Pemerintah dan 10.000 Puskesmas

10 Juni 2026 - 17:47 WIB

Gema BISA Edukasi Makan Bergizi dari 4 Sehat 5 Sempurna Jadi B2SA

10 Juni 2026 - 17:01 WIB

Terkumpul Rp 1,4 Miliar, Terbongkar Praktek Ilegal Uang Dam dan Badal Haji

10 Juni 2026 - 15:50 WIB

Pertamax dan Pertamax Green Resmi Naik, Cek Harga Terbarunya

10 Juni 2026 - 15:20 WIB

Ketua PERABA Jatim Sutoyo: Permendag Mematikan Usaha Perajin Emas dan Perak

10 Juni 2026 - 13:21 WIB

Pasang Kamera di Kamar Mandi Masjid, Pria Gedek Mojokerto Dituntut 4 Tahun Penjara Denda Rp500 Juta

9 Juni 2026 - 20:38 WIB

PT Pegadaian Dinobatkan sebagai Best Company to Work For in Asia untuk Kedelapan Kalinya

9 Juni 2026 - 20:01 WIB

Dinilai Lamban Tangani Kasus Dugaan Pelecehan Seksual Terhadap Anak Dibawah Umur, Polresta Sidoarjo Diancam Didemo

9 Juni 2026 - 19:00 WIB

Trending di Headline