Menu ✖

Mode Gelap
BPS Catat Harga Daging Sapi Nasional Sudah di Atas HAP Wamentan Sudaryono: 2,3 Juta Hewan Kurban Dipotong, Stok Aman & Bebas Penyakit Idul Adha Dorong Lonjakan Harga Pangan Nasional Sertipikat Jombang Menuju Kabupaten Bersih, Masuk 16 Terbaik Nasional IPP Mencapai 4,69, Jombang Raih Predikat Terbaik Jawa Timur dan Peringkat III Nasional Bongkar dan Bersihkan Ratoon, Areal Tebu 10.787 Ha Jombang Menuju Swasembada Gula 2028

News

KPK Menyita Uang dan Aset Yaqut Total Senilai Rp 100 Miliar

badge-check


					Yaqut Cholil mantan Menag RI Perbesar

Yaqut Cholil mantan Menag RI

Penulis: Yusran Hakim  |  Editor: Priyo Suwarno

KREDONEWS.COM, JAKARTA–  KPK telah menyita aset senilai lebih dari Rp100 miliar terkait kasus korupsi kuota haji yang menjerat mantan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas.

Aset tersebut uabg tunai US$3,7 juta, Rp22 miliar, 16.000 riyal Arab Saudi, empat unit mobil, serta lima bidang tanah dan bangunan. Penyitaan diumumkan Deputi Penindakan KPK Asep Guntur Rahayu pada 12 Maret 2026 di Jakarta.

Yaqut ditetapkan tersangka sejak Januari 2026 atas dugaan penyalahgunaan kuota haji 2023-2024, termasuk upaya suap US$1 juta ke Pansus Haji DPR yang ditolak.

KPK juga menahan Yaqut untuk 20 hari mulai 12 Maret 2026.

Kasus ini berpotensi melibatkan aktor lain dari pihak swasta dan internal Kemenag, dengan nilai sitaan yang masih bisa bertambah.

Kronologi Kasus

Kasus korupsi kuota haji Yaqut Cholil Qoumas bermula dari tambahan kuota haji 20.000 kursi dari Arab Saudi pada 2023-2024, yang seharusnya 92% untuk haji reguler dan 8% khusus, tapi dibagi 50:50 oleh Yaqut, menyimpang dari UU No. 8/2019.

  • Awal Penyidikan: Mei 2023, Indonesia dapat tambahan kuota (awalnya 8.000, lalu 20.000 total).
  • Desember 2023: Yaqut usulkan pembagian 10.000 reguler:10.000 khusus saat rapat dengan Dirjen PHU dan Menteri Haji Saudi, abaikan kesepakatan DPR Komisi VIII.
  • September 2025: KPK periksa Yaqut 7 jam sebagai saksi, dalami aliran uang.
  • Agustus 2025: Naik ke penyidikan; cegah Yaqut, staf khusus Gus Alex, dan pemilik PT Maktour Fuad Hasan bepergian.
  • Penetapan Tersangka: 9 Januari 2026: KPK tetapkan Yaqut dan staf khusus Ishfah Abidal Aziz sebagai tersangka; kerugian negara dihitung Rp622 miliar hingga Rp1 triliun dari biro haji khusus (bayar US$2.700-7.000/kursi).
  • Biro haji (sekitar 100) untung besar; aliran dana ke pejabat Kemenag.
  • Perkembangan Hukum: Maret 2026, Yaqut ditahan 20 hari (12-31/3); KPK sita aset >Rp100 miliar (US$3,7 juta, Rp22 miliar, 16.000 SAR, 4 mobil, 5 tanah).
  • Yaqut coba suap US$1 juta ke Pansus Haji DPR, ditolak; KPK bidik aktor swasta dan internal Kemenag.**
Facebook Comments Box

Baca Lainnya

APINDO Jombang Siap Bangun Rumah Janda Sulasih Warga Sambong Duran dalam Tempo Satu Bulan

31 Oktober 2026 - 15:24 WIB

Menelisik Akar Terorisme (75): Martin Luther King Korban Keganasan Klan

31 Oktober 2026 - 06:20 WIB

Truk Angkut Bunga Angrek Terbakar, BPBD Jombang Puji Bantuan Warga Plumbon Gambang

31 Oktober 2026 - 05:40 WIB

Pemerintah Siapkan Hadiah Rp1 Triliun bagi Pemprov dan Pemkab/ Pemkot Pendukung MBG Terbaik

29 Oktober 2026 - 14:58 WIB

Polres Jombang Ringkus 17 Pelaku Kriminal

29 Oktober 2026 - 10:20 WIB

Wasev Sterad Mabes TNI Turun ke Klitih Plandaan Meninjau dan Evaluasi TMMD 130

29 Oktober 2026 - 09:44 WIB

Yogya Mencekam, Sri Sultan Turun Tangan Temui Demonstran di Depan Polda Kamis Dinihari

29 Oktober 2026 - 07:35 WIB

Minyak Sawit RI Mengalir Sampai ke Israel Lewat Singapura Sejak 2023

28 Oktober 2026 - 18:52 WIB

Kunjungan Pasca Kebakaran, Bupati Warsubi Janjikan Pasar Cukir Bisa Dioperasikan sebelum Idul Fitri 2027

28 Oktober 2026 - 17:59 WIB

Trending di News