Menu

Mode Gelap
BPS Catat Harga Daging Sapi Nasional Sudah di Atas HAP Wamentan Sudaryono: 2,3 Juta Hewan Kurban Dipotong, Stok Aman & Bebas Penyakit Idul Adha Dorong Lonjakan Harga Pangan Nasional Sertipikat Jombang Menuju Kabupaten Bersih, Masuk 16 Terbaik Nasional IPP Mencapai 4,69, Jombang Raih Predikat Terbaik Jawa Timur dan Peringkat III Nasional Bongkar dan Bersihkan Ratoon, Areal Tebu 10.787 Ha Jombang Menuju Swasembada Gula 2028

Headline

Kontraktor Belum Bayar Pekerja, 7 Sekolah SD di Sumba Barat Daya Ditutup

badge-check


					Tampak kerumuinan siswa SD Omba Rade, Sumba Barat Daya, NTT bersama para guru di depan sekolah mereka yang ditutup para pekerja lantaran upah mereka belum, dibayar. (Foto: KREDONEWS.COM/ Eko Wienarto( Perbesar

Tampak kerumuinan siswa SD Omba Rade, Sumba Barat Daya, NTT bersama para guru di depan sekolah mereka yang ditutup para pekerja lantaran upah mereka belum, dibayar. (Foto: KREDONEWS.COM/ Eko Wienarto(

Penulis: Eko Wienarto | Editor: Hadi S Purwanto

KREDONEWS.COM, WEETABULA – Siswa Sekolah Dasar Inpres (SDI) Mareda Kalada, Desa Mareda Kalada, Kecamatan Wewewa Timur, Kabupaten Sumba Barat Daya (SBD) Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) dan SD Omba Rade sudah dua hari ini (5 dan 6 Mei) tidak bisa mengikuti proses belajar dengan normal.

Siswa kelas satu sampai lima yang saat ini sedang menghadapi ujian kenaikan kelas harus melakukan ujian sekolah di tempat pinjaman dengan fasiltas yang berbeda dari sekolah.
Kepala Sekolah SD Omba Rade mengaku kecewa dan binggung, karena tidak tahu cara untuk mengatasi hal ini.

Selain dua SD itu, ada tujuh SD lain di Kabupaten Sumba Barat Daya dan satu SD di Kabupaten Sumba Barat juga ditutup pekerja karena persoalan yang sama.

Sekolah mereka ditutup oleh pekerja proyek yang belum menerima uang pembayaran pembangunan sekolah itu dari kontraktor utama PT Bumi Aceh Citra Persada (BACP), Aceh.

“Penutupan sekolah oleh pekerja itu merupakan upaya terakhir mereka untuk mendapat perhatian dari kontraktor agar segera membayarkan semua tanggungannya yang telah tertunda selama enam bulan,” kata Alfonso yang dibenarkan oleh Wanto, Markus Kepala Tukang dalam Pembangunan SD di SBD dan Anis Kepala Tukang di SDN Puu Magho, Kabupaten Sumba Barat serta beberapa pekerja lain kepada KredoNews.com di Weetabula, Selasa(6/5/2025).

Bila dua minggu setelah penutupan ini PT BACP belum merespon tuntutan pekerja dan supplier material, maka pekerja akan membongkar semua bangunan sesuai dengan kesisaan uang yang belum dibayar, lanjut Wanto.

Paket Sekolah
Proyek rehabilitasi dan renovasi prasarana sekolah NTT 6 adalah proyek APBN tahun 2023/2024 sebesar Rp.51 miliar lebih untuk meningkatkan kualitas tiga belas SD di Kabupaten SBD dan dua di kabupaten Sumba Barat yang dikerjakan PT BACP.

Dari catatan yang diterima KeredoNews.com, perusahaan yang berlokasi di Jl. Teuku Iskandar, No.15,Kkecamatan Ulee Kareng, Kota Banda Aceh ini menerima pekerjaan dengan No Kontrak HK0203/SPK/PPK.PS/9277/2023 tgl 11 Oktober 2023 dengan masa pengerjaan selama 270 hari dari Kementerian PUPR.

“Kita sudah menyelesaikan pekerjaan ini sejak 30 September 2024 dan sampai sekarang upah kerja kami dan pembelian material belum dibayar oleh PT BACP,” kata Wanto.

Pernyataan Wanto ini dikuatkan oleh beberapa supplier material seperti Frans, pemilik toko Merah Delima, di Redha Gollu, Ama Mude yang juga belum menerima pembayaran meskipun barangnya sudah dikirim dan terpakai dalam Pembangunan itu.

Menurut Alfons dan Wanto, PT BACP sejak awal November 2024 hanya menjanjikan pembayaran tanpa pernah menepati janjinya.

I Nengah Suandra, Direktur Cabang PT BACP NTT, belum bisa memberikan jawaban atas semua hal ini. Telepon selulernya, salah satunya 081246390xxx dan dua lainnya tidak bisa dihubungi untuk konfirmasi.

Paket Sekolah NTT 6 di kabupaten SBD dan Sumba Barat ini ini sudah di PHO (Personal Hand Over) sejak 30 September 2024, namun hingga selesai masa pemeliharaan selama enam bulan belum ada penyerahan asset (FHO – Final hand Over) kepada dua kabupaten ini.

Sumber KREDO dan SWARAJOMBANG di Pemkab SBD yang tidak mau disebut namanya mengakui memang belum ada proses serah terima asset dari PPK (Pejabat Pembuat Komitmen) kepada dua pemda setempat. **

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Resafel Kabinet, Prabowo Copot Purbaya Digantikan Suahasil Nazara

14 September 2026 - 16:45 WIB

Ombak Hantam Lambung Kanan, KM Virgo 8 Tenggelam: 129 Masih Dalam Pencarian

13 September 2026 - 21:18 WIB

Tragis Dua Bocah Kakak Beradik Tewas Terbakar dalam Kamar di Simomulyo Surabaya

13 September 2026 - 20:14 WIB

,Harga Pertamax Turbo hingga Dexlite Kompak Naik, Daftar Harga BBM Terbaru 13 September 2026

13 September 2026 - 19:21 WIB

Harga Emas Antam Loyo, Turun Sedalam Ini Sepekan

13 September 2026 - 19:08 WIB

Harga Cabai Rawit Makin Pedas, Tembus Rp 90 Ribu/Kg

13 September 2026 - 19:00 WIB

Kereta Kelinci Angkut 50 Ibu PKK Jatuh Terguling di Lokasi Wisata Rowo Jombor Klaten, 11 Orang Lukaluka

13 September 2026 - 17:44 WIB

KM Virgo 8 Tenggelam: 102 Korban Selamat, 1 Orang Tewas, 140 Dalam Pencarian

13 September 2026 - 14:49 WIB

KM Virgo 8 Angkut 243 Orang dan 54 Kendaraan Tenggelam Hilang di 80 Mil Arah Banjarmasin

13 September 2026 - 10:21 WIB

Trending di News