Menu

Mode Gelap
Wamentan Sudaryono: 2,3 Juta Hewan Kurban Dipotong, Stok Aman & Bebas Penyakit Idul Adha Dorong Lonjakan Harga Pangan Nasional Sertipikat Jombang Menuju Kabupaten Bersih, Masuk 16 Terbaik Nasional IPP Mencapai 4,69, Jombang Raih Predikat Terbaik Jawa Timur dan Peringkat III Nasional Bongkar dan Bersihkan Ratoon, Areal Tebu 10.787 Ha Jombang Menuju Swasembada Gula 2028 Lewat Agrosolution 2025, Petrokimia Gresik Bersama 61.112 Petani Siap Wujudkan Swasembada Pangan

Nasional

KAI Daop 8 Genjot Integrasi Kereta di Jatim, Penumpang Makin Mudah Transit

badge-check


					Ilustrasi Perbesar

Ilustrasi

Penulis: Wibisono | Editor| Yobie Hadiwijaya

KREDONEWS.COM, SURABAYA-PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 8 Surabaya memperkuat konektivitas transportasi berbasis rel di Jawa Timur lewat integrasi layanan kereta api (KA) jarak jauh dengan KA commuter/lokal di 18 stasiun wilayah operasionalnya.

Manager Humas KAI Daop 8 Surabaya Mahendro Trang Bawono menjelaskan integrasi layanan tersebut merupakan bagian dari langkah perseroan dalam menghadirkan sarana mobilitas yang efisien, praktis, dan berkesinambungan bagi masyarakat.

“Integrasi antara KA jarak jauh dengan KA commuter/lokal memberikan kemudahan bagi pelanggan untuk melanjutkan perjalanan secara lebih praktis dan efisien. Masyarakat dari berbagai daerah kini semakin mudah mengakses layanan KA Jarak Jauh, begitu pula sebaliknya,” ujar Mahendro dalam keterangannya, dikutip Jumat (24/7/2026).

Mahendro mengungkapkan dari total 40 stasiun aktif yang melayani naik-turun penumpang di wilayah KAI Daop 8, sebanyak 18 stasiun saat ini telah terhubung langsung dengan layanan komuter maupun lokal.

Jaringan stasiun terintegrasi tersebut tersebar di beberapa wilayah strategis, meliputi Surabaya Kota, Surabaya Gubeng, Wonokromo, Mojokerto, Waru, Sidoarjo, Surabaya Pasarturi, Lamongan, Babat, Bojonegoro, Bangil, Lawang, Malang, Malang Kotalama, Kepanjen, Sumberpucung, Kesamben, hingga Wlingi.

Keberadaan simpul integrasi ini dinilai menjadi jawaban atas tingginya pergerakan masyarakat, khususnya yang menghubungkan kawasan perkotaan dengan wilayah penyangga.

Dengan integrasi tersebut, masyarakat di kawasan seperti Lamongan, Bojonegoro, Mojokerto, Sidoarjo, Bangil, hingga Malang Raya kini dapat lebih mudah mengakses perjalanan antarkota di Pulau Jawa tanpa perlu berpindah ke moda transportasi jalan raya.

“Kami berharap kemudahan ini semakin mendorong masyarakat beralih menggunakan transportasi publik yang aman, nyaman, tepat waktu, serta berkelanjutan, sekaligus memberikan dampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi di Jawa Timur,” ucapnya.

Manajemen KAI Daop 8 juga mengimbau calon penumpang untuk mencermati dan merencanakan jadwal kepindahan (transit) antara KA jarak jauh dan KA commuter/lokal agar perjalanan berjalan optimal. Ke depan, KAI berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas sarana dan prasarana guna memperkuat ekosistem transportasi umum di Jawa Timur.***

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

MK Tegaskan Sisa Kuota Internet Hak Konsumen, Tak Boleh Hangus Sepihak

24 Juli 2026 - 20:13 WIB

PIHPS: Harga Cabai Rawit Merah Tembus Rp95.000/kg, Telur Ayam Rp35.000/kg

23 Juli 2026 - 21:13 WIB

4.400 Buruh Jawa Timur Berpotensi Kena PHK

23 Juli 2026 - 21:02 WIB

BPJT: Ada 10 Ruas Tol yang Masuk Jadwal Naik Tarif Tahun Ini

23 Juli 2026 - 20:32 WIB

Antisipasi Disalahgunakan Polres Gresik Mitigasi Senjata Api Dinas Anggota

23 Juli 2026 - 11:05 WIB

Polres Gresik Raih Juara 2 Patroli Harkamtibmas Terbanyak Samapta Polda Jatim

23 Juli 2026 - 11:04 WIB

Pemkab Gresik Bantu Pembangunan Rumah Tidak Layak Huni Warga Miskin

23 Juli 2026 - 11:00 WIB

Ratusan Sopir Angkot Sidoarjo Tuntut Halte Trans Jatim Medaeng Ditutup

22 Juli 2026 - 18:17 WIB

BKN Punya Program Baru, PNS Bisa Kerja Dekat Rumah

22 Juli 2026 - 18:04 WIB

Trending di Nasional