Menu

Mode Gelap
Wamentan Sudaryono: 2,3 Juta Hewan Kurban Dipotong, Stok Aman & Bebas Penyakit Idul Adha Dorong Lonjakan Harga Pangan Nasional Sertipikat Jombang Menuju Kabupaten Bersih, Masuk 16 Terbaik Nasional IPP Mencapai 4,69, Jombang Raih Predikat Terbaik Jawa Timur dan Peringkat III Nasional Bongkar dan Bersihkan Ratoon, Areal Tebu 10.787 Ha Jombang Menuju Swasembada Gula 2028 Lewat Agrosolution 2025, Petrokimia Gresik Bersama 61.112 Petani Siap Wujudkan Swasembada Pangan

Headline

Investasi Rp 7,5 T, Satelit Komunikasi N5 Jamin Internet Lebih Cepat dan Lebih Luas

badge-check


					Perusahaan nasional  PT Pasifik Satelit Nusantara (PSN) meninvestasikan dana Rp 7.5 triliun, untuk  meluncurkan Satelit Nusantara V atau Satelit Nusantara Lima (N5). Merupakan satelit komunikasi milik Indonesia 10 September 2025 dari Cape Canaveral, Amerika Serikat, menggunakan roket Falcon 9 milik SpaceX. Foto: Space X Perbesar

Perusahaan nasional PT Pasifik Satelit Nusantara (PSN) meninvestasikan dana Rp 7.5 triliun, untuk meluncurkan Satelit Nusantara V atau Satelit Nusantara Lima (N5). Merupakan satelit komunikasi milik Indonesia 10 September 2025 dari Cape Canaveral, Amerika Serikat, menggunakan roket Falcon 9 milik SpaceX. Foto: Space X

Penulis: Jacobus E. Lato      |      Editor: Priyo Suwarno

KREDONEWS.COM, JAKARTA– Satelit Nusantara V atau Satelit Nusantara Lima (N5) adalah satelit komunikasi milik Indonesia yang resmi diluncurkan pada 10 September 2025 dari Cape Canaveral, Amerika Serikat, menggunakan roket Falcon 9 milik SpaceX.

Satelit  ini milik 100 %  milik swasta pengusaha PT Pasifik Satelit Nusantara (PSN) dan diproduksi oleh Boeing dengan platform Boeing 702MP. Nilai investasi Satelit Nusantara V (Nusantara Lima) diperkirakan mencapai sekitar Rp 7 triliun –  Rp 7,5 triliun.

Investasi ini dikeluarkan oleh PT Pasifik Satelit Nusantara (PSN) yang didukung pembiayaan dari beberapa lembaga keuangan, termasuk PT Bank Central Asia Tbk (BCA) dan PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI).

Sekitar 25% dari kebutuhan pembiayaan berasal dari lembaga keuangan, sementara sisanya dari modal pemegang saham. Pemerintah juga memberikan insentif fiskal,  karena pembangunan satelit ini termasuk infrastruktur strategis.

Nusantara V adalah satelit Very High Throughput Satellite (VHTS) dengan kapasitas transmisi hingga 160 Gbps, menjadikannya satelit komunikasi terbesar di Asia Tenggara saat ini.

Untuk mendukung operasionalnya, terdapat beberapa stasiun bumi yang tersebar di berbagai kota di Indonesia, termasuk Cikarang, Banda Aceh, Bengkulu, Gresik, Banjarmasin, Tarakan, Kupang, dan Makassar.

Satelit ini menempati slot orbit strategis di 113° bujur timur yang mencakup seluruh wilayah Indonesia, termasuk wilayah timur, serta menjangkau negara tetangga seperti Filipina dan Malaysia.

Dengan 101 spot beam Ka-band, satelit ini mampu memberikan akses internet yang lebih cepat, merata, dan efisien hingga ke pelosok Nusantara, mendukung layanan pendidikan jarak jauh, kesehatan digital, UMKM daring, serta hiburan dan informasi.

Berat satelit sekitar 7,8 ton dan dirancang beroperasi selama lebih dari 15 tahun. Sistem propulsinya menggunakan teknologi hybrid kimia dan elektronik Xenon-Ion (XIPS) yang lebih efisien dibandingkan satelit konvensional.

Untuk mendukung operasionalnya, terdapat beberapa stasiun bumi yang tersebar di berbagai kota di Indonesia, termasuk Cikarang, Banda Aceh, Bengkulu, Gresik, Banjarmasin, Tarakan, Kupang, dan Makassar.

Peluncuran dan pengoperasian Satelit Nusantara V merupakan bagian dari upaya Indonesia dalam meningkatkan kemandirian teknologi nasional dan pemerataan konektivitas digital sebagai bagian dari visi Indonesia Digital 2045.

Satelit Nusantara V atau Satelit Nusantara Lima (N5) adalah satelit komunikasi milik Indonesia yang resmi diluncurkan pada 10 September 2025 dari Cape Canaveral, Amerika Serikat, menggunakan roket Falcon 9 milik SpaceX.

Satelit ini dimiliki dan dioperasikan oleh PT Pasifik Satelit Nusantara (PSN) dan diproduksi oleh Boeing dengan platform Boeing 702MP. Nusantara V adalah satelit Very High Throughput Satellite (VHTS) dengan kapasitas transmisi hingga 160 Gbps, menjadikannya satelit komunikasi terbesar di Asia Tenggara saat ini.

Satelit ini menempati slot orbit strategis di 113° bujur timur yang mencakup seluruh wilayah Indonesia, termasuk wilayah timur, serta menjangkau negara tetangga seperti Filipina dan Malaysia. Dengan 101 spot beam Ka-band, satelit ini mampu memberikan akses internet yang lebih cepat, merata, dan efisien hingga ke pelosok Nusantara, mendukung layanan pendidikan jarak jauh, kesehatan digital, UMKM daring, serta hiburan dan informasi.

Peluncuran dan pengoperasian Satelit Nusantara V merupakan bagian dari upaya Indonesia dalam meningkatkan kemandirian teknologi nasional dan pemerataan konektivitas digital sebagai bagian dari visi Indonesia Digital 2045.

Mendukung pemerataan akses internet dan layanan digital di Nusantara, dengan delapan stasiun bumi di beberapa kota seperti Cikarang, Banda Aceh, Bengkulu, Gresik, Banjarmasin, Tarakan, Kupang, dan Makassar.

Spesifikasi ini menjadikan Nusantara V sebuah satelit canggih yang diharapkan mampu meningkatkan konektivitas digital di Indonesia dan kawasan sekitarnya secara signifikan.

Spesifikasi teknis

  • Kapasitas transmisi data mencapai 160 Gbps, menjadikannya satelit komunikasi terbesar di Asia Tenggara.
  • Teknologi yang digunakan adalah Very High Throughput Satellite (VHTS) dengan 101 spot beam frekuensi Ka-band yang memungkinkan efisiensi penggunaan frekuensi dan cakupan luas.
  • Platform satelit menggunakan Boeing 702MP dengan bobot sekitar 7,8 sampai 8 ton.
  • Sistem propulsi hybrid yang menggabungkan propulsi kimia dan elektronik Xenon-Ion Propulsion System (XIPS), yang 10 kali lebih efisien dibandingkan teknologi propulsi konvensional.
  • Masa operasional dirancang lebih dari 15 tahun.
  • Satelit ini menempati slot orbit geostasioner di 113° bujur timur dengan cakupan seluruh wilayah Indonesia, Filipina, dan Malaysia.
  • Roket peluncur yang digunakan adalah Falcon 9 milik SpaceX, diluncurkan dari Cape Canaveral, Amerika Serikat.
  • Mendukung pemerataan akses internet dan layanan digital di Nusantara, dengan delapan stasiun bumi di beberapa kota seperti Cikarang, Banda Aceh, Bengkulu, Gresik, Banjarmasin, Tarakan, Kupang, dan Makassar.

Spesifikasi ini menjadikan Nusantara V sebuah satelit canggih yang diharapkan mampu meningkatkan konektivitas digital di Indonesia dan kawasan sekitarnya secara signifikan. **

 

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Menelisik Akar Terorisme (38): Kasus Pemimpin Teroris Mati Saat Mandi

21 Juli 2026 - 21:02 WIB

Sambut Muktamar 35 NU, PUPR Jombang Kebut Perbaikan Infrastruktur ke Area Tambakberas

21 Juli 2026 - 20:26 WIB

Bareskrim Ringkus 12 Orang Sindikat Pencuri 600 Modul BTS, Kerugian Rp60 Miliar

21 Juli 2026 - 19:39 WIB

Bahlil Ungkap CNG Merah Putih 3 Kg Bakal Digarap Bersama Pindad

21 Juli 2026 - 18:52 WIB

Polres Bangkalan Ungkap Kekerasa Seksual Anak Bawah Umur

21 Juli 2026 - 18:40 WIB

Indonesia Punya Bullion, Prabowo: Simpan 231 Ton Emas Senilai Rp231 Triliun

21 Juli 2026 - 08:15 WIB

5 Badai Persoalan Timpa Hotman Paris: Dua Kali Minta Maaf, Kematian Rocky dan Angpao dari Prayogo Pangestu

21 Juli 2026 - 07:07 WIB

Perundungan Seksual Beruntun Libatkan 27 Pelaku, Polisi Sampang Ringkus 17 Tersangka

20 Juli 2026 - 23:05 WIB

Menelisik Akar Terorisme (37): Seni dan Sastra Awal Teror

20 Juli 2026 - 20:37 WIB

Trending di News