Menu

Mode Gelap
BPS Catat Harga Daging Sapi Nasional Sudah di Atas HAP Wamentan Sudaryono: 2,3 Juta Hewan Kurban Dipotong, Stok Aman & Bebas Penyakit Idul Adha Dorong Lonjakan Harga Pangan Nasional Sertipikat Jombang Menuju Kabupaten Bersih, Masuk 16 Terbaik Nasional IPP Mencapai 4,69, Jombang Raih Predikat Terbaik Jawa Timur dan Peringkat III Nasional Bongkar dan Bersihkan Ratoon, Areal Tebu 10.787 Ha Jombang Menuju Swasembada Gula 2028

Nasional

Hasil Kajian Ecoton, Temukan Mikroplastik pada Ibu Hamil

badge-check


					Ilustrasi Perbesar

Ilustrasi

Penulis: Mulawarman | Editor: Yobie Hadiwijaya

KREDONEWS.COM, JAKARTA-Peneliti Ecological Observation and Wetlands Conservation (Ecoton), mengungkap hasil temuannya terhadap ibu hamil berupa mikroplastik. Berdasarkan hasil sampel terhadap 42 ibu hamil, ditemukan mikroplastik di dalam ketuban dan urine.

“Kita meneliti ditubuh manusia salah satunya ketuban dan urine ibu melahirkan. Ada 42 ibu melahirkan, 100 persen ketuban dari 42 sampel mengandung mikroplastik,” kata Peneliti Dan Anggota Tim Dari Ecoton, Tasya Husna dalam perbincangan bersama RRI Pro3, Selasa, 17 Februari 2026.

Dosen Ilmu Kebidanan dan Penyakit Kandungan Fakultas Kedokteran IPB University, dr Ganot Sumulyo mengatakan berdasarkan penelitian internasional, partikel berukuran nano mampu melewati plasentan. Padahal plasenta adalah pelindung utama janin.

“Mikroplastik bahkan telah ditemukan pada plasenta manusia, mekonium, dan jaringan janin. Ini menandakan potensi paparan sejak dalam kandungan,” dr Ganot Sumulyo, seperti dikutip diwebsite IPB University.

Ganot menerangkan mikroplastik dapat masuk ke tubuh ibu hamil melalui tiga jalur utama. Pertama, pernapasan atau inhalasi udara yang mengandung debu dan serat plastik, terutama di wilayah perkotaan dan ruang tertutup.

Partikel berukuran sangat kecil ini berpotensi menembus alveolus dan masuk ke aliran darah. Kedua, konsumsi makanan dan minuman seperti air kemasan, makanan laut, serta pangan yang dikemas atau dipanaskan dalam plastik.

“Partikel nanoplastik kemudian dapat menembus lapisan usus lalu masuk ke sistem peredaran darah. Ketiga, penyerapan melalui kulit, meski kontribusinya sangat kecil,”ujarnya menerangkan.

Ia mengatakan , paparan mikroplastik berpotensi memicu peradangan, stres oksidatif, serta gangguan fungsi dan aliran nutrisi pada plasenta. Studi pada hewan juga melaporkan dampak seperti penurunan berat lahir, keterlambatan pertumbuhan, dan perubahan perkembangan organ.

Seperti dikutip dari website BRIN, mikroplastik adalah partikel plastik berukuran kurang dari 5 milimeter, dan tidak terlihat oleh kasat mata karena ukuran kecil. Mikroplastik dengan mudah masuk ke rantai makanan laut karena ukuran yang kecil.

Mikroplastik dapat ditemukan di ikan, kerang bahkan air minum sehingga manusia terdampak langsung atas mikroplastik karena makanan sudah terkontaminasi.

Peneliti Ahli Utama Pusat Riset Teknologi Radioisotop, Radiofarmaka, dan Biodosimetri BRIN, Heny Suseno menjelaskan mikroplastik masuk ke tubuh manusia melalui makanan di laut. Mikroplastik tidak berakhir di laut atau perairan.

Plastik yang terdegradasi menjadi mikroplastik dapat terbawa ke sungai dan laut, kemudian dimakan plankton, terakumulasi pada ikan dan biota laut lainnya. Selanjutnya berpotensi masuk ke tubuh manusia melalui konsumsi pangan laut.

“Inilah yang menjadi latar belakang riset kami. Yakni melihat bagaimana mikroplastik terakumulasi dan berpindah di dalam tubuh biota,” kata Heny.***

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Harga BBM Pertamax Diramal Naik Rp300—Rp550 pada September 2026

31 Agustus 2026 - 19:05 WIB

IDI Usul ke Menkes Standar Gaji Dokter hingga Rp110 Juta

31 Agustus 2026 - 16:24 WIB

Komdigi Larang Sisa Kuota Internet Hangus, Tetapkan Tanggal Berlaku

31 Agustus 2026 - 16:02 WIB

Stok Sapi Feedlot Cuma Cukup hingga November, Harga Daging Berpotensi Terus Naik

30 Agustus 2026 - 20:00 WIB

Cuaca Panas di Sidoarjo Belum Reda, Musim Hujan Datang Akhir Oktober

30 Agustus 2026 - 19:31 WIB

Rayakan Anniversary, PT Surya Sarana Sentosa Berbagi ke Anak Yatim dan Dukung Program Prabowo

29 Agustus 2026 - 12:24 WIB

Modal Pengalaman 3 Tahun di Ditlantas Polda Jatim, AKP Septia Resmi Jabat Kasatlantas Kediri Kota

28 Agustus 2026 - 19:52 WIB

Honda Surabaya Center Incar 120 SPK di GIIAS Surabaya 2026

27 Agustus 2026 - 19:17 WIB

Pasar Mi Instan Indonesia Susut 14,54 Miliar Porsi

27 Agustus 2026 - 18:54 WIB

Trending di Nasional