Menu

Mode Gelap

Nasional

Hasil Kajian Ecoton, Temukan Mikroplastik pada Ibu Hamil

badge-check


					Ilustrasi Perbesar

Ilustrasi

Penulis: Mulawarman | Editor: Yobie Hadiwijaya

KREDONEWS.COM, JAKARTA-Peneliti Ecological Observation and Wetlands Conservation (Ecoton), mengungkap hasil temuannya terhadap ibu hamil berupa mikroplastik. Berdasarkan hasil sampel terhadap 42 ibu hamil, ditemukan mikroplastik di dalam ketuban dan urine.

“Kita meneliti ditubuh manusia salah satunya ketuban dan urine ibu melahirkan. Ada 42 ibu melahirkan, 100 persen ketuban dari 42 sampel mengandung mikroplastik,” kata Peneliti Dan Anggota Tim Dari Ecoton, Tasya Husna dalam perbincangan bersama RRI Pro3, Selasa, 17 Februari 2026.

Dosen Ilmu Kebidanan dan Penyakit Kandungan Fakultas Kedokteran IPB University, dr Ganot Sumulyo mengatakan berdasarkan penelitian internasional, partikel berukuran nano mampu melewati plasentan. Padahal plasenta adalah pelindung utama janin.

“Mikroplastik bahkan telah ditemukan pada plasenta manusia, mekonium, dan jaringan janin. Ini menandakan potensi paparan sejak dalam kandungan,” dr Ganot Sumulyo, seperti dikutip diwebsite IPB University.

Ganot menerangkan mikroplastik dapat masuk ke tubuh ibu hamil melalui tiga jalur utama. Pertama, pernapasan atau inhalasi udara yang mengandung debu dan serat plastik, terutama di wilayah perkotaan dan ruang tertutup.

Partikel berukuran sangat kecil ini berpotensi menembus alveolus dan masuk ke aliran darah. Kedua, konsumsi makanan dan minuman seperti air kemasan, makanan laut, serta pangan yang dikemas atau dipanaskan dalam plastik.

“Partikel nanoplastik kemudian dapat menembus lapisan usus lalu masuk ke sistem peredaran darah. Ketiga, penyerapan melalui kulit, meski kontribusinya sangat kecil,”ujarnya menerangkan.

Ia mengatakan , paparan mikroplastik berpotensi memicu peradangan, stres oksidatif, serta gangguan fungsi dan aliran nutrisi pada plasenta. Studi pada hewan juga melaporkan dampak seperti penurunan berat lahir, keterlambatan pertumbuhan, dan perubahan perkembangan organ.

Seperti dikutip dari website BRIN, mikroplastik adalah partikel plastik berukuran kurang dari 5 milimeter, dan tidak terlihat oleh kasat mata karena ukuran kecil. Mikroplastik dengan mudah masuk ke rantai makanan laut karena ukuran yang kecil.

Mikroplastik dapat ditemukan di ikan, kerang bahkan air minum sehingga manusia terdampak langsung atas mikroplastik karena makanan sudah terkontaminasi.

Peneliti Ahli Utama Pusat Riset Teknologi Radioisotop, Radiofarmaka, dan Biodosimetri BRIN, Heny Suseno menjelaskan mikroplastik masuk ke tubuh manusia melalui makanan di laut. Mikroplastik tidak berakhir di laut atau perairan.

Plastik yang terdegradasi menjadi mikroplastik dapat terbawa ke sungai dan laut, kemudian dimakan plankton, terakumulasi pada ikan dan biota laut lainnya. Selanjutnya berpotensi masuk ke tubuh manusia melalui konsumsi pangan laut.

“Inilah yang menjadi latar belakang riset kami. Yakni melihat bagaimana mikroplastik terakumulasi dan berpindah di dalam tubuh biota,” kata Heny.***

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Bahlil Kode Penyesuaian Harga BBM Nonsubsidi dalam Waktu Dekat

17 April 2026 - 20:20 WIB

KEK Industri Halal Sidoarjo Siap Tarik Investasi Global, Incar Rp 97,8 Triliun

17 April 2026 - 20:02 WIB

Kejati Sita Uang Rp2,3 Miliar Terkait Dugaan Pungutan Liar Dinas ESDM Jatim

17 April 2026 - 17:15 WIB

Apindo Jatim Sebut Ketidakpastian Hukum dan UMK Bebani Ekspansi Perusahaan

15 April 2026 - 14:46 WIB

67 Persen Perusahaan Setop Rekrut Karyawan Baru

14 April 2026 - 20:21 WIB

Industri Semen Terdampak Harga Plastik

14 April 2026 - 20:08 WIB

BI: Penjualan Eceran 3 hingga 6 Bulan ke Depan Akan Meningkat

13 April 2026 - 17:49 WIB

Korban PHK Tembus 8.389 Orang, Jatim Urutan Kelima

13 April 2026 - 17:41 WIB

Minibus Rombongan Wisatawan Terbakar di Jember, 21 Penumpang Selamat

13 April 2026 - 16:37 WIB

Trending di Nasional