Menu ✖

Mode Gelap
BPS Catat Harga Daging Sapi Nasional Sudah di Atas HAP Wamentan Sudaryono: 2,3 Juta Hewan Kurban Dipotong, Stok Aman & Bebas Penyakit Idul Adha Dorong Lonjakan Harga Pangan Nasional Sertipikat Jombang Menuju Kabupaten Bersih, Masuk 16 Terbaik Nasional IPP Mencapai 4,69, Jombang Raih Predikat Terbaik Jawa Timur dan Peringkat III Nasional Bongkar dan Bersihkan Ratoon, Areal Tebu 10.787 Ha Jombang Menuju Swasembada Gula 2028

Internasional

Haji 2025, Jemaah Hadapi Tantangan Panas Ekstrem di Saudi

badge-check


					Suhu panas ekstrem di musim haji 2025/Ist Perbesar

Suhu panas ekstrem di musim haji 2025/Ist

KREDONEWS.COM, SABAH-Sebanyak 1.300 jemaah meninggal dunia saat pelaksanaan Haji 2024 di Arab Saudi, sebagian besar akibat panas ekstrem yang melanda Makkah. Suhu mencapai 51,8°C, sementara 1,8 juta jemaah berpartisipasi dalam ritual tahunan tersebut, dilansir dari Daily Sabah, Kamis (16/1/2025).

Sebanyak 83% korban tidak memiliki izin resmi Haji, sehingga tidak dapat mengakses fasilitas seperti tenda ber-AC untuk mengurangi dampak panas. Sebagian besar korban adalah jemaah asing, dengan banyak kematian dikaitkan langsung dengan paparan panas.

Meski persiapan untuk Haji 2025 belum diumumkan, pengurangan risiko dari jemaah ilegal menjadi prioritas utama pemerintah Arab Saudi. Sensor untuk mendeteksi stres panas, yang diharapkan dapat membantu, masih dalam tahap pengembangan dan belum siap digunakan pada Haji tahun ini.

Bencana dalam pelaksanaan Haji sebelumnya termasuk tragedi desak-desakan di Mina pada 2015 yang menewaskan hingga 2.300 orang. Langkah-langkah sebelumnya biasanya fokus pada perbaikan infrastruktur dan pengendalian kerumunan.

Namun, izin Haji yang didistribusikan melalui sistem kuota sering kali tidak cukup. Hal tersebut karena biaya yang tinggi, sehingga mendorong banyak orang pergi Haji tanpa izin yang resmi.

Sejak diperkenalkannya visa pariwisata pada 2019, masuknya jemaah tanpa izin ke Arab Saudi semakin mudah. Menutup akses ilegal ke Makkah menjadi tantangan besar bagi pihak berwenang.

Oleh karena itu, Saudi diharapkan mempersiapkan fasilitas tambahan untuk mengatasi kemungkinan lonjakan jumlah jemaah ilegal. Kematian pada tahun lalu disebabkan oleh kombinasi panas ekstrem dan paparan sinar matahari maksimum.

Waktu pelaksanaan Haji yang ditentukan oleh kalender lunar Islam membuat ibadah tahun ini kembali jatuh pada musim panas. Pemerintah Arab Saudi telah melakukan langkah-langkah mitigasi panas.

Langkah tersebut termasuk penyediaan ruang ber-AC di dekat Ka’bah dan pelapisan jalan dengan bahan pendingin untuk menurunkan suhu aspal. Selain itu, relawan membagikan air, payung, serta memberikan edukasi tentang hipertermia.

Sistem penyemprotan kabut dan pusat perbelanjaan ber-AC juga disediakan untuk memberikan kelegaan sementara bagi jemaah. Namun, para ahli menilai bahwa pendingin udara adalah langkah paling efektif untuk melindungi dari panas ekstrem.

Unit pendingin bergerak diperlukan untuk membantu jemaah mengurangi dampak panas, meski belum semua langkah tersebut siap diterapkan tahun ini. Riyadh diharapkan meningkatkan infrastruktur dan kontrol kapasitas untuk pelaksanaan Haji 2025.

Perhatian khusus juga harus diberikan pada pengaturan untuk jemaah ilegal serta fasilitas darurat. Dengan berbagai tantangan tersebut, pengelolaan panas ekstrem dan pencegahan bencana serupa menjadi fokus utama untuk menjamin keselamatan jemaah Haji tahun ini.***

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

IMF Nobatkan RI Jadi Ekonomi Terbesar Ke-7 Dunia, Ungguli Inggris dan Prancis

25 Oktober 2026 - 19:59 WIB

China Olah Tebu Jadi Minuman Fermentasi hingga Alat Makan

22 Oktober 2026 - 18:24 WIB

Elon Musk Pamer Mobil yang Bisa Terbang

16 Oktober 2026 - 20:27 WIB

Kardinal Pietro Parolin Gantikan sementara Tugas Paus Leo XIV

15 Oktober 2026 - 19:06 WIB

Dari Matras Kamar Sempit hingga Raksasa Teknologi: Kisah Ren Zhengfei Membangun Huawei Lewat Badai Krisis

10 Oktober 2026 - 13:31 WIB

Dari Inggris hingga Singapura, Penolakan Gugatan Ijazah Wapres Jadi Perhatian

7 Oktober 2026 - 21:09 WIB

Christa Pike Dua Kali Diinjeksi Mati, Namun Tetap Hidup

2 Oktober 2026 - 20:22 WIB

Drama Berdarah di Balik Kokpit Flydubai Tujuan Israel 

1 Oktober 2026 - 18:40 WIB

Kemenpar- KJRI Dukung Rute Baru Hong Kong-Surabaya

29 September 2026 - 20:48 WIB

Trending di Internasional