Menu

Mode Gelap
Wamentan Sudaryono: 2,3 Juta Hewan Kurban Dipotong, Stok Aman & Bebas Penyakit Idul Adha Dorong Lonjakan Harga Pangan Nasional Sertipikat Jombang Menuju Kabupaten Bersih, Masuk 16 Terbaik Nasional IPP Mencapai 4,69, Jombang Raih Predikat Terbaik Jawa Timur dan Peringkat III Nasional Bongkar dan Bersihkan Ratoon, Areal Tebu 10.787 Ha Jombang Menuju Swasembada Gula 2028 Lewat Agrosolution 2025, Petrokimia Gresik Bersama 61.112 Petani Siap Wujudkan Swasembada Pangan

Nasional

Gas Melon Tetap Ada, CNG 3 Kg Jadi Opsi Tambahan

badge-check


					Ilustrasi Perbesar

Ilustrasi

Penulis: Mulawarman | Editor: Yobie Hadiwijaya

KREDONEWS.COM, JAKARTA-Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyatakan gas alam terkompresi atau compressed natural gas (CNG) 3 kilogram (kg) tidak akan dicanangkan untuk menggantikan gas alam cair atau liquified petroleum gas (LPG) 3 kg bersubsidi.

Direktur Jenderal Minyak dan Gas (Dirjen Migas) Kementerian ESDM Laode Sulaeman menjelaskan masifikasi CNG melalui pengembangan tabung 3 kg bakal dilakukan secara bertahap dan belum direncanakan dikembangkan sangat masif untuk menggantikan Gas Melon.

“Sebenarnya alternatif dan pengganti kan artinya sama ya. Cuma kalau kita bilang pengganti itu masif sama besar, kalau alternatif kita ada tahapan-tahapannya. [Kebijakan] yang benar itu kita ada tahapan-tahapannya,” kata Laode kepada awak media di Kantor Kementerian ESDM, Rabu (13/5/2026).

Dia mengungkapkan pada tahun ini Kementerian ESDM bakal meluncurkan sejumlah proyek percontohan atau pilot project pemanfaatan CNG dalam tabung 3 kg.

Dalam kesempatan itu, Laode sempat menyatakan saat ini Kementerian ESDM bersama Kementerian Perindustrian, Kementerian Ketenagakerjaan, hingga Badan Standardisasi Nasional (BSN) sedang mengurus pengembangan tabung CNG 3 kg.

“Jadi seperti yang Pak Menteri umumkan, kita sekarang sedang menganalisis berbagai aspek. Salah satu aspek penting adalah aspek keselamatan,” ujar Laode.

Setala, juru bicara Kementerian ESDM Dwi Anggia menegaskan masifikasi pemanfaatan CNG dilakukan agar terdapat opsi alternatif sumber energi yang bisa digunakan oleh masyarakat.

Langkah tersebut diharapkan bisa mengurangi ketergantungan impor LPG Indonesia, yang saat ini besarannya hampir sekitar 80% dari total konsumsi nasional.

“Betul [bukan untuk menggantikan LPG 3 kg secara keseluruhan]. Prinsipnya CNG diharapkan bisa menjadi alternatif untuk bisa mengurangi ketergantungan pada LPG yang notebenen hampir 80%-nya masih impor,” kata Anggia ketika dihubungi, Rabu (13/5/2026).

Dua Tahun

Ekonom energi dari Universitas Padjadjaran Yayan Satyakti memprediksi pemerintah membutuhkan waktu 1 hingga 2 tahun untuk mengembangkan tabung CNG berkapasitas 3 kg.

Dia berharap program tersebut nantinya diimplementasikan di kota-kota besar di Pulau Jawa, sebelum akhirnya diterapkan secara nasional.

Yayan meyakini masifikasi CNG memberikan banyak keuntungan bagi Indonesia, sebab memiliki harga yang lebih murah sekitar 30%—40% dari LPG.

Selain itu, masifikasi CNG diprediksi Yayan bisa mengurangi subsidi hingga 30%. Dia juga mencatat CNG memiliki emisi yang lebih rendah sekitar 20%—25% dibandingkan dengan LPG.****

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Ojol Minta Potongan Komisi 8% Diperluas ke Layanan Delivery

3 Juli 2026 - 18:44 WIB

Kadin Jatim: Perlu Pembahasan Komprehensif RPMK Tembakau

2 Juli 2026 - 19:55 WIB

Ditemukan Gudang Narkotika di Gresik Sindikat Internasional

2 Juli 2026 - 19:10 WIB

BPOM Temukan 12 Obat Bahan Alam Ilegal Mengandung Bahan Kimia Obat

1 Juli 2026 - 20:04 WIB

Pertamax Turbo Turun Harga Per 1 Juli 2026, Simak Daftar Harga

1 Juli 2026 - 19:41 WIB

Operasi Gabungan Satpol PP dan Bea Cukai Gresik Berhasil Amankan Ribuan Batang Rokok Ilegal

30 Juni 2026 - 22:33 WIB

Tarif Listrik Juli-Agustus-September Tak Naik

30 Juni 2026 - 21:23 WIB

Tumpeng Nasi Krawu KWG Berhasil Masuk Rekor Dunia

30 Juni 2026 - 06:05 WIB

Peternak Unjuk Rasa dan Bagi Telur Gratis di Gedung DPRD Jatim

29 Juni 2026 - 20:18 WIB

Trending di Nasional