Menu

Mode Gelap
Wamentan Sudaryono: 2,3 Juta Hewan Kurban Dipotong, Stok Aman & Bebas Penyakit Idul Adha Dorong Lonjakan Harga Pangan Nasional Sertipikat Jombang Menuju Kabupaten Bersih, Masuk 16 Terbaik Nasional IPP Mencapai 4,69, Jombang Raih Predikat Terbaik Jawa Timur dan Peringkat III Nasional Bongkar dan Bersihkan Ratoon, Areal Tebu 10.787 Ha Jombang Menuju Swasembada Gula 2028 Lewat Agrosolution 2025, Petrokimia Gresik Bersama 61.112 Petani Siap Wujudkan Swasembada Pangan

Internasional

Filipina-AS Akan Kerahkan 14.000 Tentara dan Rudal, Bersiap Hadapi China

badge-check


					Kapal China seringkali berulah di perairan Filipina Perbesar

Kapal China seringkali berulah di perairan Filipina

Penulis: Satwiko Rumekso | Editor: Yobie Hadiwijaya

KREDONEWS.COM, SURABAYA-Filipina dan Amerika Serikat (AS), yang bersekutu, akan mengerahkan sekitar 14.000 tentara dalam latihan militer tahunan gabungan yang diadakan di tengah semakin meningkatnya ketegangan dengan Beijing di Laut China Selatan (LCS).

“Apa yang kita lihat di sini adalah latihan yang mendekati uji coba pertempuran penuh,” ujar Brigadir Jenderal Filipina Michael Logico, direktur latihan, kepada wartawan pada Selasa (15/4/2025). “Kami memperlakukan latihan ini sebagai gladi resik untuk pertahanan kami.”

Latihan perang tahunan yang disebut Balikatan—kata dalam bahasa Filipina yang berarti bahu-membahu—akan berlangsung dari 21 April hingga 9 Mei 2025.

Menurut Logico, sistem rudal antikapal pesisir yang bisa bergerak akan digunakan untuk pertama kalinya. Pasukan Filipina dan AS juga akan berusaha menenggelamkan kapal target dan merebut kembali sebuah pulau, seperti yang mereka lakukan dalam latihan tahun lalu.

“Perpaduan peralatan yang kami bawa tahun ini cukup menarik,” kata Kolonel Korps Marinir AS Doug Krugman kepada para wartawan.

Latihan akan diadakan di wilayah Filipina dekat Taiwan dan LCS, jalur perairan vital bagi perdagangan global yang telah menjadi titik puncak ketegangan dalam beberapa tahun terakhir.

Logico bilang latihan ini akan melibatkan 9.000 tentara AS dan 5.000 tentara Filipina. Australia akan mengirim pasukannya, sedangkan Jepang, Republik Ceko, dan Polandia, di antaranya, akan mengamati latihan tersebut.

Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth menegaskan kembali komitmen “kuat” Washington terhadap perjanjian pertahanan bersama dalam kunjungannya ke Filipina bulan lalu. Hegseth juga berjanji akan mengerahkan peralatan canggih tambahan ke negara Asia Tenggara itu di tengah ancaman dari China.

Kapal-kapal Filipina dan China bentrok beberapa kali di perairan yang disengketakan tahun lalu saat Manila menegaskan klaimnya sendiri.

Kedutaan besar China di Manila belum memberikan komentarnya atas berita ini.***

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Chee Kit Chong WN Australia Dinyatakan Bersalah Memperbudak Lansia Indonesia

28 Mei 2026 - 21:45 WIB

Partai Kecoak Merayap ke Politik India

22 Mei 2026 - 18:17 WIB

Komputer Tak Laku, Terancam Tak Ada Orang Mau Beli Laptop

10 Mei 2026 - 19:12 WIB

Naskah Alkitab Perjanjian Baru 42 Halaman yang Hilang Ditemukan

3 Mei 2026 - 19:02 WIB

Pakar Estetik Bedah Plastik, Dr Sophia Heng: Penyempurnaan, Bukan Perubahan Total

26 April 2026 - 10:40 WIB

KPJ Sabah Specialist Hospital, Pusat Perawatan Kesehatan yang Makin Mendunia Pilihan Pasien Indonesia

22 April 2026 - 11:39 WIB

Kabar Baik 2 Kapal Pertamina Bersiap Melintas Selat Hormuz

19 April 2026 - 19:52 WIB

Ke Sabah, Merawat Kesehatan Sekaligus Berwisata

19 April 2026 - 16:43 WIB

Kutu Pembunuh Menyerang Korea Selatan, 422 Orang Meninggal

15 April 2026 - 19:06 WIB

Trending di Internasional