Menu

Mode Gelap
BPS Catat Harga Daging Sapi Nasional Sudah di Atas HAP Wamentan Sudaryono: 2,3 Juta Hewan Kurban Dipotong, Stok Aman & Bebas Penyakit Idul Adha Dorong Lonjakan Harga Pangan Nasional Sertipikat Jombang Menuju Kabupaten Bersih, Masuk 16 Terbaik Nasional IPP Mencapai 4,69, Jombang Raih Predikat Terbaik Jawa Timur dan Peringkat III Nasional Bongkar dan Bersihkan Ratoon, Areal Tebu 10.787 Ha Jombang Menuju Swasembada Gula 2028

Headline

Fakta Maluku: Puluhan Bocah Harus Digendong Seberangi Sungai untuk ke Sekolah

badge-check


					Puluhan siswa SD di Maluku sampai saat kesulitan pergi belajar, karena harus melewati dua sungai. Mereka harus dibanrtu dengan menggendong menyeberangi sungai, agar sragam tidak bawah. Foto: Tangkap layar cideo Instagram@hitampuytih_daily Perbesar

Puluhan siswa SD di Maluku sampai saat kesulitan pergi belajar, karena harus melewati dua sungai. Mereka harus dibanrtu dengan menggendong menyeberangi sungai, agar sragam tidak bawah. Foto: Tangkap layar cideo Instagram@hitampuytih_daily

Penulis: Mulawarman   |    Editor: Priyo Suwarno

KREDONEWS.COM, HALMAHERA SELATAN– Puluhan siswa SD Negeri 240 di Desa Bobo, Kecamatan Obi Selatan, Halmahera Selatan, Maluku Utara, setiap hari harus menyeberangi dua sungai yang sering banjir, yaitu Sungai Gosora dan Sungai Peda, demi bisa berangkat ke sekolah.

Tidak ada jembatan penghubung membuat mereka harus melewati arus sungai yang deras dan air yang terkadang setinggi lutut orang dewasa.

Dua guru yang memberi keterangan secara khusus Yosna Yunita dan Ernal Tamadarage dari SD Negeri 240 di Desa Bobo, Halmahera Selatan.

Mereka menjelaskan kondisi belajar nak-anak sulit, penuh tangtangan, apalagi pada saat musim penghujan sekarang ini.

Guru, warga dan keluarga harus menggedong seiswa itu menyeberang sulit menyeberangi sungai yang meluap tanpa jembatan, serta upaya guru dan orang tua menggendong siswa agar tidak hanyut oleh arus sungai.

Kedua guru ini juga menyampaikan harapan warga dan pihak sekolah agar pemerintah segera membangun jembatan untuk keselamatan dan kelancaran akses pendidikan anak-anak tersebu

Para guru dan warga setempat membantu menggendong siswa agar tidak hanyut oleh arus sungai saat melewati sungai itu.

Meski penuh risiko, para siswa tetap bersemangat bersekolah dan tidak mau bolos. Kondisi ini sudah berlangsung bertahun-tahun, terutama saat musim hujan ketika sungai mudah meluap.

Warga dan pihak sekolah sangat berharap pemerintah segera membangun jembatan sebagai akses aman bagi anak-anak menuju sekolah sehingga keselamatan mereka tidak terancam setiap hari.​

Situasi dan Dampak

  • Para siswa dan guru harus menunggu air surut atau menyeberang dengan bantuan warga saat sungai banjir.

  • Total ada 17 siswa yang harus menyeberangi sungai setiap hari.

  • Di Desa Bobo ada 8 sekolah yang terdampak ketiadaan jembatan, meliputi 3 SD, 3 PAUD, 1 SMP, dan 1 SMK.

  • Guru mengantarkan anak-anak ke sungai dan membantu mereka menyeberang demi keselamatan bersama.

Harapan Masyarakat

  • Pembangunan jembatan penghubung dinantikan warga agar akses menuju sekolah tidak berbahaya lagi.

  • Masyarakat berharap pemerintah daerah dapat segera melakukan tindakan agar siswa tidak lagi harus mempertaruhkan nyawa demi belajar.

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Pertamina Beri Diskon BBM Rp450 per Liter, Begini Syaratnya

16 Agustus 2026 - 19:31 WIB

Update Gempa Flores: 47 Korban Tewas, 5.000 Orang Mengungsi

16 Agustus 2026 - 19:10 WIB

Menkeu Purbaya: Pemerintah Belum Akan Menaikkan Gaji ASN di 2027

16 Agustus 2026 - 18:59 WIB

Dapur SPPG Puri Mojokerto Meledak dan Terbakar, 5 Orang Terluka

16 Agustus 2026 - 18:04 WIB

Massa Pesilat Serang Desa Plumbon Gambang, Dua Warga Lukaluka Kaca Mobil Kades Pecah

16 Agustus 2026 - 17:17 WIB

Semarak 17-an di Graha Anggrek Mas, Kader Gerindra Sidoarjo Rebutan Hadiah Rp5 Juta

15 Agustus 2026 - 15:09 WIB

Gempa NTT M 7 Terasa di Makassar hingga Bali, 7 Meninggal Dunia

15 Agustus 2026 - 09:46 WIB

Gempa Mag 7,7 Guncang Flores, Pemerintah: Waspadai Tsunami

15 Agustus 2026 - 09:15 WIB

Iran Mampu Bikin Dunia Krisis Teknologi bagi Dunia: Helium dan Hormuz

14 Agustus 2026 - 23:10 WIB

Trending di News