Menu

Mode Gelap
Wamentan Sudaryono: 2,3 Juta Hewan Kurban Dipotong, Stok Aman & Bebas Penyakit Idul Adha Dorong Lonjakan Harga Pangan Nasional Sertipikat Jombang Menuju Kabupaten Bersih, Masuk 16 Terbaik Nasional IPP Mencapai 4,69, Jombang Raih Predikat Terbaik Jawa Timur dan Peringkat III Nasional Bongkar dan Bersihkan Ratoon, Areal Tebu 10.787 Ha Jombang Menuju Swasembada Gula 2028 Lewat Agrosolution 2025, Petrokimia Gresik Bersama 61.112 Petani Siap Wujudkan Swasembada Pangan

Headline

Dedi Mulyadi Tancapkan Batu di Teras Lima, Pertanda Dimulai Rekonstruksi Situs Purbakala Gunung Padang

badge-check


					Gubernur Jawa Barat bersama ahli dan peneliti purbakala BRIN, melakukan peninjauan ke situs Gunung Padang, sekaligus menanapkan batu di ters 5 sebagai pertanda dimulai rekonstruksi situs yang diberi prtedikat lebih tua dari Pyramida Giza di Mesir. Foto: kompas.com Perbesar

Gubernur Jawa Barat bersama ahli dan peneliti purbakala BRIN, melakukan peninjauan ke situs Gunung Padang, sekaligus menanapkan batu di ters 5 sebagai pertanda dimulai rekonstruksi situs yang diberi prtedikat lebih tua dari Pyramida Giza di Mesir. Foto: kompas.com

Penulis: Mayang Kresnaya Mahardhika   |     Editor: Priyo Suwarno

KREDONEWS.COM, CIANJUR- Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi bersama tim ahli BRIN melakukan peninjauan ke Situs Gunung Padang di Cianjur pada 15 Desember 2025 untuk memulai proses pemugaran situs bersejarah tersebut.

Kunjungan ini melibatkan tim peneliti seperti Prof. Danny Hilman Natawidjaja, Ali Akbar, dan Taqyuddin, meskipun tidak disebutkan secara eksplisit keterlibatan tim BRIN dalam laporan terkini.

Dedi Mulyadi menancapkan batu di teras lima sebagai simbol dimulainya rekonstruksi yang dikoordinasikan Kementerian Kebudayaan.

Ia mengusulkan penutupan sementara situs untuk publik guna memastikan kelancaran pemugaran dan menekankan tanggung jawab pemerintah provinsi serta kabupaten dalam pendanaan.

Pernyataan Utama

Selama kunjungan, Dedi menyatakan kekaguman terhadap karya leluhur yang tahan ribuan tahun, membandingkannya dengan bangunan modern yang sering roboh, serta meminta agar situs tidak dikaitkan dengan hal mistis.

Ia juga menegaskan pemugaran bukan sekadar wacana, melainkan upaya menjaga warisan peradaban Nusantara.

Kunjungan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi ke Situs Gunung Padang pada 15 Desember 2025 menghasilkan dimulainya proses pemugaran situs megalitik tersebut melalui simbolis pancangan batu di teras lima.

Ia mengusulkan penutupan sementara situs untuk publik guna memastikan kelancaran rekonstruksi yang melibatkan ratusan peneliti dari berbagai disiplin, termasuk Prof. Danny Hilman Natawidjaja, Ali Akbar, dan Taqyuddin. Dedi menegaskan komitmen bersama pemerintah provinsi, kabupaten, dan pusat untuk mendanai dan merealisasikan pemugaran, bukan sekadar wacana.

Dedi menyatakan kekaguman atas ketangguhan bangunan leluhur yang bertahan ribuan tahun, meminta masyarakat menjaga warisan Nusantara tanpa merusaknya, serta menolak kaitan mistis dengan situs tersebut. Usulan penutupan akan dikaji oleh Kementerian Kebudayaan untuk mendukung pelestarian komprehensif.

Kunjungan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi ke Situs Gunung Padang pada 15 Desember 2025 menghasilkan pengumuman rincian pemugaran situs megalitik, dengan fokus pada rekonstruksi teras lima melalui pancangan batu simbolis.
Rincian Pemugaran

Pemugaran dikoordinasikan Kementerian Kebudayaan dengan melibatkan ratusan peneliti multidisiplin, termasuk Prof. Danny Hilman Natawidjaja, Ali Akbar, dan Taqyuddin, untuk memastikan pendekatan ilmiah. Pendanaan ditanggung bersama pemerintah provinsi Jawa Barat, Kabupaten Cianjur, dan pusat, dengan penekanan pada kelestarian asli batu dan struktur.

Situs diusulkan ditutup sementara bagi publik selama proses untuk menghindari gangguan, usulan yang akan dikaji lebih lanjut oleh kementerian terkait. Dedi menegaskan komitmen ini sebagai langkah konkret menjaga warisan Nusantara, bukan wacana semata.

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi bertindak sebagai koordinator utama proyek pemugaran Situs Gunung Padang, dengan pendanaan bersama dari Pemprov Jabar, Pemkab Cianjur, dan Kementerian Kebudayaan.

Tim peneliti multidisiplin yang terlibat mencakup Prof. Danny Hilman Natawidjaja, Dr. Ali Akbar, dan Taqyuddin, yang mendukung rekonstruksi berbasis ilmiah di teras lima situs megalitik tersebut. Kementerian Kebudayaan bertanggung jawab koordinasi keseluruhan sebagai instansi pusat pelestarian cagar budaya. **

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Warga Pertanyakan: DPRD Bontang Kaltim Anggarkan Rp24 Juta/ Tahun untuk Kopi

2 Juli 2026 - 13:19 WIB

Komisi B DPRD Jombang Kunjungan Kerja ke Kawasan Industri PT Java Fortis

2 Juli 2026 - 12:37 WIB

BPOM Temukan 12 Obat Bahan Alam Ilegal Mengandung Bahan Kimia Obat

1 Juli 2026 - 20:04 WIB

Pertamax Turbo Turun Harga Per 1 Juli 2026, Simak Daftar Harga

1 Juli 2026 - 19:41 WIB

Menelisik Akar Terorisme (30): Pasukan Celana Pendek dalam Kerusuhan Suci

1 Juli 2026 - 18:59 WIB

Pencairan Jaminan Hari Tua Kena Pajak, Eddy Triono: APBN Defisit Rp600 T Harus Ditutup dengan Utang

1 Juli 2026 - 18:35 WIB

Hibahkan Tanah Senilai Rp1,2 Triliun, Mochtar Riyadi Ajak 100 Konglomerat RI Bantu Negara

1 Juli 2026 - 14:23 WIB

Dr. Wong Chung Chek, The Most Wanted Doctor, Ahli Bedah Tulang Belakang Terkemuka di Asia-Pasifik

1 Juli 2026 - 13:55 WIB

Kasus Mistis ‘Uang Balen’ Korban Rugi Rp22 Juta, Polisi Mojokerto Amankan 2 Pelaku

1 Juli 2026 - 13:54 WIB

Trending di News