Menu ✖

Mode Gelap
BPS Catat Harga Daging Sapi Nasional Sudah di Atas HAP Wamentan Sudaryono: 2,3 Juta Hewan Kurban Dipotong, Stok Aman & Bebas Penyakit Idul Adha Dorong Lonjakan Harga Pangan Nasional Sertipikat Jombang Menuju Kabupaten Bersih, Masuk 16 Terbaik Nasional IPP Mencapai 4,69, Jombang Raih Predikat Terbaik Jawa Timur dan Peringkat III Nasional Bongkar dan Bersihkan Ratoon, Areal Tebu 10.787 Ha Jombang Menuju Swasembada Gula 2028

Headline

CSR PGN Rp 7,7 Miliar Bangun IPAL Tahu di Jogoroto, Warsubi: Mampu Susutkan Pencemaran dari 4.200 Kg Jadi 420 Kg/Hari

badge-check


					PT Perusahaan gas Negara (PGN) mengeluarkan CSR Rp 7,7 miliar, untuk membangun Pengolahan Air Limbah (IPAL) komunal di Kecamatan Jogoroto, Jombang. Proyek ini resmi dimulai pada Selasa, 16 September 2025. Foto: Dinas Kominfo Jombang Perbesar

PT Perusahaan gas Negara (PGN) mengeluarkan CSR Rp 7,7 miliar, untuk membangun Pengolahan Air Limbah (IPAL) komunal di Kecamatan Jogoroto, Jombang. Proyek ini resmi dimulai pada Selasa, 16 September 2025. Foto: Dinas Kominfo Jombang

Penulis: Arief Hendro Soesatyo    |   Editor: Priyo Suwarno

KREDONEWS.COM, JOMBANG– Pemkab Jombang, Kementerian Lingkungan Hidup, PT Perusahaan Gas Negara (PGN), dan para pelaku usaha tahu bekerja sama membangun Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) komunal di Kecamatan Jogoroto, Jombang. Proyek ini resmi dimulai pada Selasa, 16 September 2025, ditandai  prosesi peletakan batu pertama.

Acara tersebut dihadiri langsung oleh Bupati Jombang, H. Warsubi, bersama istri, Ibu Yuliati Nugrahani selaku Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Jombang, Forkopimda Jombang, Direktur Utama PGN yang diwakili oleh Direktur SDM & Penunjang Bisnis Rahmat Hutama, serta Direktur Perlindungan dan Pengelolaan Mutu Air dari Kementerian Lingkungan Hidup, Tulus Laksono.

Tulus Laksono menjelaskan bahwa pembangunan IPAL ini merupakan proyek strategis yang dibiayai melalui Program Corporate Social Responsibility (CSR) PGN dengan anggaran sebesar Rp 7,7 miliar. Jombang dipilih sebagai lokasi pelaksanaan meskipun terdapat daerah lain dengan jumlah perajin tahu lebih banyak, karena volume produksi tahu di Jombang jauh lebih besar.

Di Jombang terdapat 88 perajin yang mengolah 84 ton kedelai setiap hari. Proyek ini dijadwalkan berlangsung selama enam bulan. Industri tahu di Kecamatan Jogoroto telah berkembang pesat sejak tahun 1970-an dan kini dikenal dengan sebutan “Tahu Njombang.”

Dengan 88 unit usaha yang menyerap lebih dari 3.000 tenaga kerja, industri ini menghasilkan limbah cair sekitar 1,26 juta liter setiap hari. Limbah tersebut mencemari sungai dan menurunkan kualitas air tanah yang menyebabkan keluhan dari masyarakat setempat.

Untuk mengatasi problem ini, para pelaku usaha membentuk Paguyuban Sumber Berkah yang kemudian bertransformasi menjadi Koperasi Sumber Berkah. Koperasi ini menyediakan lahan seluas 4.305 meter persegi untuk pembangunan IPAL komunal.

“Dengan kehadiran IPAL ini, beban pencemar diperkirakan menyusut dari 4.200 kg per hari menjadi hanya 420 kg per hari,” jelasnya.

Bupati Jombang, H. Warsubi, menyampaikan apresiasi kepada semua pihak terutama 88 pengusaha tahu dari tiga desa—Sumbermulyo, Ngumpul, dan Mayangan di Kecamatan Jogoroto—yang telah menghibahkan tanahnya untuk proyek ini.

“Saya berharap sinergi antara Pemerintah Pusat, Provinsi, Daerah, dunia usaha, dan masyarakat bisa mendorong penanganan masalah lingkungan di Kabupaten Jombang secara lebih optimal dan berkelanjutan,” ujarnya.

Rahmat Hutama dari PGN menegaskan komitmen perusahaan dalam menjaga kelestarian lingkungan melalui program CSR bertajuk “Kampung Pangan Bersinar, Berwawasan Lingkungan, Sejahtera, dan Tenar.”

Program ini tidak hanya mencakup pembangunan IPAL komunal, tapi juga pembuatan kolam fitoremediasi dan penggantian bahan bakar kayu dengan bahan bakar yang ramah lingkungan.

Selain aspek lingkungan, PGN juga akan menjalankan program pemberdayaan sosial seperti penguatan koperasi serta mengembangkan produk tahu melalui program ekonomi.

Diharapkan IPAL ini tidak hanya mampu menyelesaikan persoalan limbah secara teknis, tetapi juga menambah nilai keberlanjutan lingkungan, kesehatan masyarakat, serta mempererat hubungan harmonis antara pelaku usaha, pemerintahan, dan masyarakat.

Dalam rangkaian acara peletakan batu pertama, juga dilakukan penanaman pohon secara simbolis, kunjungan ke UMKM pengolahan tahu, serta dialog dengan pengusaha lokal. Para tamu juga berkesempatan mencicipi berbagai produk olahan tahu khas daerah seperti tahu susu, tahu gejrot, tahu bakso, dan tahu walik.**

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Menelisik Akar Terorisme (71): Klan Wajah Baru Serang Israel dan Katolik

23 Oktober 2026 - 23:57 WIB

Ibu PKK Lantunkan 5 Tembang, Meriahkan Gebyar Wayang Kulit Ki Bayu Aji Bersama Jo Klithik/ Kluthuk

23 Oktober 2026 - 21:08 WIB

Fraksi Day PKB, Kartiyono Incar Pondok Pesantren sebagai Sektor Unggulan Pariwisata Jombang

23 Oktober 2026 - 20:21 WIB

Harga Emas Antam Turun Rp10 Ribu, Pelemahan Berlanjut Empat Hari Berturut-turut

23 Oktober 2026 - 19:25 WIB

Prabowo Targetkan Kredit Rp400 Triliun untuk 28 Juta Keluarga pada 2027

23 Oktober 2026 - 19:17 WIB

Polres Jombang Tanam Pohon Mangga, Alpukat dan Jambu di Taman Kebonrojo

23 Oktober 2026 - 14:48 WIB

Kadisnaker Jombang Isawan: Tempatkan 6.718 Naker Lewat Talenta dan Jemput Kerja 2026

23 Oktober 2026 - 08:23 WIB

Damkar Butuh 10 Jam untuk Padamkan Kebakaran Besar Pengolah Ban Bekas Trowulan

23 Oktober 2026 - 07:14 WIB

IHSG Hari Ini: Naik 3 Hari Beruntun, Terbaik Asia

22 Oktober 2026 - 18:55 WIB

Trending di Nasional