Menu

Mode Gelap
BPS Catat Harga Daging Sapi Nasional Sudah di Atas HAP Wamentan Sudaryono: 2,3 Juta Hewan Kurban Dipotong, Stok Aman & Bebas Penyakit Idul Adha Dorong Lonjakan Harga Pangan Nasional Sertipikat Jombang Menuju Kabupaten Bersih, Masuk 16 Terbaik Nasional IPP Mencapai 4,69, Jombang Raih Predikat Terbaik Jawa Timur dan Peringkat III Nasional Bongkar dan Bersihkan Ratoon, Areal Tebu 10.787 Ha Jombang Menuju Swasembada Gula 2028

Internasional

China-Jepang Memanas Setelah Jet Tempur Tiongkok Pepet Pesawat Jepang

badge-check


					et tempur sekaligus bomber milik China JH-7A yang dipotret medio 2008.
© WIKIMEDIA COMMONS Perbesar

et tempur sekaligus bomber milik China JH-7A yang dipotret medio 2008. © WIKIMEDIA COMMONS

Penulis: Satwiko Rumekso | Editor: Yobie Hadiwijaya

KREDONEWS.COM, SURABAYA-Jepang melaporkan, jet tempur China memepet pesawat pengumpul intelijennya beberapa kali. Laporan yang membuat Asia Timur memanas.

Dilansir dari Associated Press, Jumat (11/7/2024), insiden tersebut sudah terjadi dua kali dan dapat menyebabkan tabrakan.

Kementerian Pertahanan Jepang mengatakan, jet tempur-pengebom JH-7 China terbang sedekat puluhan meter dengan pesawat intelijen elektronik YS-11EB milik Pasukan Bela Diri Udara Jepang.

Insiden tersebut terjadi pada Rabu (9/7/2025) dan Kamis (10/7/2025).

Pada Rabu pagi, jet tempur JH-7 China berulang kali mendekati pesawat YS-11 Jepang. Insiden ini berlangsung sekitar 15 menit, sebagaimana dilansir NHK.

Kementerian Pertahahan Jepang menyebutkan, pesawat YS-11EB tersebut sedang melakukan operasi pengawasan dan pemantauan pada saat itu.

Kementerian tersebut menambahkan, pesawat China berada sedekat sekitar 30 meter secara horizontal dengan pesawat Jepang tersebut pada satu titik.

Pada Kamis, JH-7 China berulang kali terbang di dekat pesawat YS-11EB Jepang selama sekitar 10 menit.

Pada satu titik, jarak horizontalnya berkurang menjadi sekitar 60 meter.

Kementerian tersebut mengatakan, insiden itu terjadi di luar wilayah udara Jepang di atas Laut China Timur dan tidak menyebabkan kerusakan di pihak Jepang.

Kementerian Pertahanan Jepang juga menyampaikan kekhawatiran serius kepada China dan mendesaknya untuk memastikan tindakan serupa tidak terulang.

China sendiri belum memberikan komentar langsung mengenai insiden terbaru tersebut.

Sebelumnya, Beijing kerap menuduh pesawat Jepang terbang dekat wilayahnya dan memata-matai aktivitas militer China.

“Negeri Panda” biasanya menuntut “Negeri Samurai” untuk menghentikan tindakannya.

Sementara itu, Tokyo sendiri mengkhawatirkan percepatan pembangunan militer China, terutama di wilayah barat daya Jepang.

Menteri Pertahanan Jepang Takehiro Funakoshi menyampaikan keprihatinan serius kepada Duta Besar China untuk Jepang Wu Jianghao.

Kepada Wu, dia meminta Beijing untuk menghentikan aktivitas yang dapat memicu tabrakan yang tidak disengaja.

Dia juga sangat mendesak China untuk memastikan bahwa tindakan serupa tidak terulang.

Kedua negara sempat saling tuduh atas pertemuan dekat serupa bulan lalu.

Kala itu, Jepang mengatakan, sebuah pesawat tempur China terbang sangat dekat dengan pesawat pengintai P-3C di atas Samudra Pasifik, tempat dua kapal induk China terlihat beroperasi bersama untuk pertama kalinya.***

 

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Kian Liar, AI Gemini Bobol 3 Perusahaan Nyata Saat Uji Coba Keamanan

21 September 2026 - 18:49 WIB

Setiap Ketukan “Prompt” AI Diam-Diam Menguras Listrik Jepang dan Air Afrika

20 September 2026 - 17:38 WIB

“Cium” Asisten Cantik di Lapangan Golf, Trump Gemparkan Netizen

17 September 2026 - 16:00 WIB

Raja Thailand Terbangkan Sendiri Pesawat Boeing 737 -800

15 September 2026 - 17:27 WIB

Resmi Mengaku, Amerika Serikat Kerahkan Senjata Ofensif Aktif di Orbit Bumi

15 September 2026 - 16:48 WIB

Mantan PM Inggris dan Delegasi Barat Nyaris Kena Serangan Drone Rusia

14 September 2026 - 18:51 WIB

Luana Lopes Lara, Mantan Balerina ke Miliarder Paling Tajir, Kalahkan Taylor Swift

6 September 2026 - 18:16 WIB

Google Lakukan Ribuan Perubahan Sistem Setiap Tahun, Siapa Diuntungkan?

3 September 2026 - 19:28 WIB

Bill Gates Peringatkan, AI Dapat Membuat Bencana Ekonomi

28 Agustus 2026 - 19:07 WIB

Trending di Internasional