Menu

Mode Gelap
Wamentan Sudaryono: 2,3 Juta Hewan Kurban Dipotong, Stok Aman & Bebas Penyakit Idul Adha Dorong Lonjakan Harga Pangan Nasional Sertipikat Jombang Menuju Kabupaten Bersih, Masuk 16 Terbaik Nasional IPP Mencapai 4,69, Jombang Raih Predikat Terbaik Jawa Timur dan Peringkat III Nasional Bongkar dan Bersihkan Ratoon, Areal Tebu 10.787 Ha Jombang Menuju Swasembada Gula 2028 Lewat Agrosolution 2025, Petrokimia Gresik Bersama 61.112 Petani Siap Wujudkan Swasembada Pangan

Headline

Bayar…Bayar…Bayar… ! Sukatani Dikabarkan Hilang, Listyo Sigit Tegaskan Polri Tidak Anti-kritik!

badge-check


					Inilah munculnyanya grup band Sukatani meminta maaf kepada institusi kepolisian dan mendapat respon dari Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo. Instagram@royshakti Perbesar

Inilah munculnyanya grup band Sukatani meminta maaf kepada institusi kepolisian dan mendapat respon dari Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo. Instagram@royshakti

Penulis: Adi Wardhono  |  Editor: Priyo Suwarno

KREDNONEWS.COM, PURBALINGGA-  Group band Sukatani asal Purbalingga, Jawa Tengah,  dikabarkan ‘hilang’ di Banyuwangi, setelah manggung di Bali. Kabar ini mencuat, pasca Sukatani merilis permohonan maaf atas lagunya berjudul: Bayar…Bayar…Bayar!, Rabu 20 Februari 2025.

Saat ini, grup band Sukatani berada dalam sorotan publik setelah mereka meminta maaf kepada Kapolri dan menarik lagu mereka yang berjudul: Bayar Bayar Bayar! dari semua platform musik. Permintaan maaf tersebut disampaikan pada tanggal 20 Februari 2025 melalui akun [email protected].

Dua anggota band, Muhammad Syifa Al Lufti (gitaris) dan Novi Citra Indriyati (vokalis), muncul tanpa mengenakan topeng, yang merupakan ciri khas mereka saat tampil di panggung.

Mereka menjelaskan bahwa lagu tersebut ditulis sebagai kritik terhadap oknum polisi yang melanggar aturan, dan bukan untuk menyerang institusi Polri secara keseluruhan.

Setelah pernyataan ini, Sukatani juga mengonfirmasi bahwa mereka tetap aktif di media sosial dan terlibat dalam diskusi publik mengenai kebebasan berekspresi dalam musik.

Bagaimana respon Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo atas judul lagu  itu. Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo memberikan pernyataan terkait permintaan maaf band Sukatani di Jakarta pada tanggal 21 Februari 2025.

Dalam pernyataannya, Kapolri menegaskan bahwa Polri tidak anti-kritik dan menganggap kritik sebagai masukan untuk evaluasi dan perbaikan institusi di  Jakarta pada Jumat, 21 Februari 2025. Dalam pernyataannya, ia menegaskan bahwa Polri tidak anti-kritik dan menerima kritik sebagai masukan untuk evaluasi dan perbaikan institusi.

Ia juga menyebutkan bahwa tidak ada masalah besar terkait lagu tersebut dan menganggap situasi ini sebagai hasil dari miskomunikasi.

Band Sukatani sempat diisukan hilang. Kabar tersebut muncul setelah mereka melakukan perjalanan pulang dari Bali dan tidak dapat dihubungi saat berada di Banyuwangi. Isu ini berkembang setelah mereka meminta maaf kepada Kapolri terkait lagu mereka yang berjudul “Bayar Bayar Bayar,” yang dianggap menyinggung institusi kepolisian.

Namun, kru band Sukatani, Dilan, memastikan bahwa semua personel dalam keadaan baik dan tidak ada penahanan yang terjadi. Ia menjelaskan bahwa mereka sedang dalam perjalanan dan sempat mengalami pencegatan, tetapi tidak ada masalah serius yang dihadapi.

Grup band Sukatani terdiri dari dua anggota utama:

  • Muhamad Syifa Lutfi (nama panggung: Alectroguy) – Gitaris

  •  Novi Citra (nama panggung: Twister Angel) – Vokalis

Keduanya berasal dari Purbalingga, Jawa Tengah, dan aktif dalam menyuarakan isu-isu sosial melalui musik mereka. Sukatani dibentuk pada bulan Oktober 2022 dan dikenal dengan penampilan unik mereka yang sering menggunakan topeng balaclava saat tampil di panggung.

Nama “Sukatani” berasal dari gabungan kata “suka” yang berarti senang dan “tani” yang berarti bertani. Dengan demikian, Sukatani dapat diartikan sebagai “penyuka segala hal yang berkaitan dengan pertanian.

” Nama ini mencerminkan latar belakang anggota band yang terlibat dalam kolektif petani muda di Purbalingga, serta tema pertanian yang sering diangkat dalam lagu-lagu mereka. Selain itu, band ini dikenal dengan ciri khasnya yang membawa sayuran saat tampil dan membagikannya kepada penonton, menekankan hubungan mereka dengan dunia pertanian.

Ini Syair Lengkap Lagu:  Bayar…Bayar…Bayar!

Mau bikin SIM bayar polisi

Ketilang di jalan bayar polisi

Touring motor gede bayar polisi

Angkot mau ngetem bayar polisi

Aduh aduh ku tak punya uang

Untuk bisa bayar polisi

Mau bikin gigs bayar polisi

Lapor barang hilang bayar polisi

Masuk ke penjara bayar polisi

Keluar penjara bayar polisi

Aduh aduh ku tak punya uang

Untuk bisa bayar polisi

Mau korupsi bayar polisi

Mau gusur rumah bayar polisi

Mau babat hutan bayar polisi

Mau jadi polisi bayar polisi

Aduh aduh ku tak punya uang

Untuk bisa bayar polisi. **

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Cara Aman Nikmati Piala Dunia 2026 Tanpa Merusak Kesehatan

12 Juni 2026 - 19:41 WIB

Berapa Honor Shakira di Piala Dunia 2026? Jawabannya Mengejutkan

12 Juni 2026 - 18:58 WIB

Nonton Piala Dunia 2026 Bisakah Pakai STB TV Tabung?

10 Juni 2026 - 14:47 WIB

Dinilai Lamban Tangani Kasus Dugaan Pelecehan Seksual Terhadap Anak Dibawah Umur, Polresta Sidoarjo Diancam Didemo

9 Juni 2026 - 19:00 WIB

Dijuluki Gadis Tercantik di Dunia, Penny Lane Balas Komentar Negatif Soal Tubuhnya

8 Juni 2026 - 19:36 WIB

Kuasa Hukum Dua Rekanan Kirim Surat ke Perumda Delta Tirta Harus Bayar Tagihan Rp 1,4 Miliar Sesuai Perintah Hakim Kasasi MA

6 Juni 2026 - 18:56 WIB

Sarwendah Jadi sorotan Publik, Lontarkan Kata Cong, Terkait Perseteruannya dengan Ruben Onsu

4 Juni 2026 - 19:45 WIB

70 Juta Warga Indonesia Diperkirakan Alami Penyakit Hati Kronis

3 Juni 2026 - 20:03 WIB

Perempuan Singapura, Selingkuh Demi Karier

3 Juni 2026 - 19:36 WIB

Trending di Life Style