Menu

Mode Gelap
BPS Catat Harga Daging Sapi Nasional Sudah di Atas HAP Wamentan Sudaryono: 2,3 Juta Hewan Kurban Dipotong, Stok Aman & Bebas Penyakit Idul Adha Dorong Lonjakan Harga Pangan Nasional Sertipikat Jombang Menuju Kabupaten Bersih, Masuk 16 Terbaik Nasional IPP Mencapai 4,69, Jombang Raih Predikat Terbaik Jawa Timur dan Peringkat III Nasional Bongkar dan Bersihkan Ratoon, Areal Tebu 10.787 Ha Jombang Menuju Swasembada Gula 2028

Headline

Bank Dunia Setujui Proyek Rp 5,82 T untuk Benahi Sistem Pengolahan Sampah di Indonesia

badge-check


					Pelajar sekolah, organisasi pemuda, ASN, warga masyarakat, TNI dan Polri terlibat  membersihkan sampah di area Dam Jetis, Mojoagung, Jombang, untuk memperingati dan merayakan World Cleanup Daya 2025, Sabtu 20 September 2025. Foto: Diskominfo Pemkab Jombang Perbesar

Pelajar sekolah, organisasi pemuda, ASN, warga masyarakat, TNI dan Polri terlibat membersihkan sampah di area Dam Jetis, Mojoagung, Jombang, untuk memperingati dan merayakan World Cleanup Daya 2025, Sabtu 20 September 2025. Foto: Diskominfo Pemkab Jombang

Penulis: Tanasyafria Libas Tirani   |   Editor: Priyo Suwarno
KREDONEWS.COM, JAKARTA- Bank Dunia menyetujui proyek senilai $350 juta (setara Rp 5,82 trliun), 18 Desember 2025, untuk merombak sistem pengelolaan sampah Indonesia,  menyediakan lingkungan yang lebih bersih bagi lebih dari 15 juta orang dan perlindungan iklim yang lebih baik bagi 10 juta orang.

Proyek Peningkatan Penyampaian Layanan Lokal (P3L2) menandai penerapan skala besar pertama dari hibah berbasis kinerja di sektor sampah padat Indonesia, menargetkan tantangan kritis saat negara kepulauan ini bergulat dengan urbanisasi cepat dan volume sampah yang meningkat.

Banyak kota Indonesia diproyeksikan akan mencapai 2 hingga 5 juta penduduk pada tahun 2030, yang secara signifikan meningkatkan produksi sampah.

Dana ini mendukung 30 pemerintah daerah dalam reformasi nasional, hibah berbasis kinerja, dan penguatan kapasitas lokal untuk mengatasi krisis sampah yang menghasilkan emisi metana hingga 48,58 juta ton CO2e pada 2022.​

“Pemerintah nasional saat ini bekerja sama erat dengan pemerintah daerah untuk mengatasi masalah sampah pada tahun 2029 melalui bauran strategis dari berbagai pendekatan,” kata Tito Karnavian, Menteri Dalam Negeri Indonesia.

“Dengan dukungan dari Bank Dunia dan solusi inovatif ini, kami bertujuan untuk mencapai visi nasional kami yaitu nol sampah pada tahun 2050-2060.”

Indonesia menghadapi tantangan pengelolaan sampah yang parah, dengan inspeksi terbaru mengungkapkan bahwa hanya 9 hingga 10 persen sampah di 343 tempat pembuangan akhir (TPA) nasional menerima penanganan yang tepat.
Mayoritas fasilitas beroperasi sebagai tempat pembuangan terbuka atau TPA terkontrol, dengan hanya 5,3 persen yang memenuhi standar sanitasi.

Emisi metana dari sektor sampah Indonesia mencapai 48,58 juta metrik ton setara karbon dioksida pada tahun 2022, menjadikan sampah sebagai kontributor terbesar emisi metana sebesar 56 persen dari total nasional. Dengan 63 persen sampah padat kota terdiri dari bahan yang dapat terurai secara biologis, TPA telah menjadi sumber utama gas rumah kaca yang kuat ini.

Proyek ini pada awalnya akan mendukung 30 pemerintah daerah melalui reformasi nasional yang bertujuan untuk meningkatkan pemilahan sumber dan minimalisasi sampah, hibah berbasis kinerja untuk mendorong layanan yang lebih baik, dan pembangunan kapasitas lokal melalui pelatihan teknis dan penguatan kelembagaan.

“Melalui kemitraan yang kuat dengan Kementerian Dalam Negeri dan Kementerian Pekerjaan Umum, proyek ini akan mendorong ketahanan lingkungan dan membangun kota-kota berkelanjutan yang dapat membawa lapangan kerja dan peluang ekonomi bagi masyarakat di seluruh Indonesia,” kata Carolyn Turk, Direktur Bank Dunia untuk Indonesia dan Timor-Leste.

Inisiatif ini dibangun berdasarkan program “Indonesia Bersih” Indonesia, yang telah memajukan reformasi kebijakan dan investasi infrastruktur tetapi masih menghadapi kendala kapasitas, pendanaan, dan operasional di tingkat lokal. Proyek ini bertujuan untuk menciptakan lapangan kerja hijau yang stabil sekaligus mendukung transisi Indonesia menuju ekonomi sirkular.​ **

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

4 Anak Michael Bambang Hartono Terima Warisan Rp52 T per Orang

13 Agustus 2026 - 20:47 WIB

Pemkab Jombang Luncurkan Aplikasi PRIME 169: Pangkas Birokrasi dan Pengawasan

13 Agustus 2026 - 20:29 WIB

Okupansi Hotel di Kawasan Bromo Anjlok Dampak Kebakaran

13 Agustus 2026 - 20:27 WIB

Prabowo: Motor Listrik Lebih Hemat dan Efisien

13 Agustus 2026 - 20:11 WIB

5 Jurusan Kuliah dengan Jumlah Pengangguran Terbanyak di Indonesia

12 Agustus 2026 - 17:07 WIB

Harga Pertalite Dijamin Tidak Naik sampai Desember 2026

12 Agustus 2026 - 16:58 WIB

Kapal Putri Yasmin Terbakar di Selat Lombok, 1 Penumpang Meninggal

12 Agustus 2026 - 16:47 WIB

Fatwa MUI: Pria Haram Berpakaian Wanita dan Sebaliknya saat Rayakan 17 Agustus

11 Agustus 2026 - 20:40 WIB

Alasan SPAI Tolak Status Ojol jadi UMKM, Sudah Ada UU

11 Agustus 2026 - 19:39 WIB

Trending di Nasional