Menu

Mode Gelap
Wamentan Sudaryono: 2,3 Juta Hewan Kurban Dipotong, Stok Aman & Bebas Penyakit Idul Adha Dorong Lonjakan Harga Pangan Nasional Sertipikat Jombang Menuju Kabupaten Bersih, Masuk 16 Terbaik Nasional IPP Mencapai 4,69, Jombang Raih Predikat Terbaik Jawa Timur dan Peringkat III Nasional Bongkar dan Bersihkan Ratoon, Areal Tebu 10.787 Ha Jombang Menuju Swasembada Gula 2028 Lewat Agrosolution 2025, Petrokimia Gresik Bersama 61.112 Petani Siap Wujudkan Swasembada Pangan

Internasional

AS Larang Pegawainya Jalin Hubungan Asmara dengan Warga China

badge-check


					Suasana di Tiongkok Perbesar

Suasana di Tiongkok

Penulis: Jacobus E Lato | Editor: Yobie Hadiwijaya

KREDONEWS.COM-Amerika Serikat (AS) dikabarkan telah melarang pegawai pemerintah yang bekerja di China menjalin hubungan asmara atau seksual dengan warga negara China. Ini merupakan laporan dari Associated Press yang mengutip beberapa orang yang mengetahui masalah ini, Kamis (3/4/2025).

Menurut empat orang yang mengatahui hal ini, kebijakan tersebut diberlakukan oleh Duta Besar AS untuk China Nicholas Burns pada Januari lalu sesaat sebelum ia meninggal China. Kebijakan ini juga berlaku bagi keluarga dan kontraktor yang memiliki izin keamanan.

Kebijakan ini berlaku pada misi-misi AS di daratan China, termasuk kedutaan besar di Beijing dan konsulat-konsulat di Guangzhou, Shanghai, Shenyang dan Wuhan, serta konsulat AS di wilayah semi-otonom Hong Kong, demikian laporan AP.

Personel AS yang ditempatkan di luar China dan staf yang memiliki hubungan dengan warga China dikecualikan, menurut kantor berita tersebut.

Ketika dikonfirmasi Bloomberg News, Kementerian Luar Negeri China menyarankan agar pertanyaan tersebut diajukan kepada pihak AS. Departemen Luar Negeri AS mengatakan bahwa mereka tidak mengomentari masalah-masalah internal, kata AP.

Larangan tersebut menunjukkan adanya peningkatan kecurigaan Washington terhadap Beijing, karena kedua negara terus bergulat dalam isu-isu perdagangan dan pengaruh global.

China bersumpah untuk mengambil tindakan balasan yang tegas setelah Presiden AS Donald Trump mengumumkan tarif baru pada negara Asia dan mitra dagang lainnya di sebuah acara di Gedung Putih pada Rabu malam.

Di Tiongkok, larangan menyeluruh terhadap hubungan semacam itu tidak berlaku selama bertahun-tahun. Hingga larangan baru pada bulan Januari, personel AS di Tiongkok diharuskan melaporkan setiap kontak intim dengan warga negara Tiongkok kepada atasan mereka, tetapi tidak secara tegas dilarang melakukan hubungan seksual atau romantis.

Para diplomat dan pakar intelijen AS mengatakan bahwa Beijing terus secara agresif menggunakan apa yang disebut honeypots untuk mengakses rahasia Amerika. Dalam presentasi sebelum ditempatkan di Tiongkok, personel AS diberi pengarahan tentang studi kasus di mana badan intelijen Tiongkok mengirim wanita-wanita cantik untuk merayu diplomat Amerika, dan memperingatkan bahwa puluhan agen keamanan negara Tiongkok dapat ditugaskan untuk memantau setiap diplomat yang menarik perhatian.**

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Chee Kit Chong WN Australia Dinyatakan Bersalah Memperbudak Lansia Indonesia

28 Mei 2026 - 21:45 WIB

Partai Kecoak Merayap ke Politik India

22 Mei 2026 - 18:17 WIB

Komputer Tak Laku, Terancam Tak Ada Orang Mau Beli Laptop

10 Mei 2026 - 19:12 WIB

Naskah Alkitab Perjanjian Baru 42 Halaman yang Hilang Ditemukan

3 Mei 2026 - 19:02 WIB

Pakar Estetik Bedah Plastik, Dr Sophia Heng: Penyempurnaan, Bukan Perubahan Total

26 April 2026 - 10:40 WIB

KPJ Sabah Specialist Hospital, Pusat Perawatan Kesehatan yang Makin Mendunia Pilihan Pasien Indonesia

22 April 2026 - 11:39 WIB

Kabar Baik 2 Kapal Pertamina Bersiap Melintas Selat Hormuz

19 April 2026 - 19:52 WIB

Ke Sabah, Merawat Kesehatan Sekaligus Berwisata

19 April 2026 - 16:43 WIB

Kutu Pembunuh Menyerang Korea Selatan, 422 Orang Meninggal

15 April 2026 - 19:06 WIB

Trending di Internasional