Menu ✖

Mode Gelap
BPS Catat Harga Daging Sapi Nasional Sudah di Atas HAP Wamentan Sudaryono: 2,3 Juta Hewan Kurban Dipotong, Stok Aman & Bebas Penyakit Idul Adha Dorong Lonjakan Harga Pangan Nasional Sertipikat Jombang Menuju Kabupaten Bersih, Masuk 16 Terbaik Nasional IPP Mencapai 4,69, Jombang Raih Predikat Terbaik Jawa Timur dan Peringkat III Nasional Bongkar dan Bersihkan Ratoon, Areal Tebu 10.787 Ha Jombang Menuju Swasembada Gula 2028

News

Ahli Gizi Ingin Ungkap Keresahan MBG Langsung dengan Presiden, A To Z

badge-check


					Dr dr. Tan Shot Yen M.Hum, sumber IG pribadi Perbesar

Dr dr. Tan Shot Yen M.Hum, sumber IG pribadi

Penulis: Jayadi | Editor: Aditya Prayoga

KREDONEWS.COM, SURABAYA- Dokter dan ahli gizi masyarakat, Dr. dr. Tan Shot Yen, M. Hum, menyampaikan unek-uneknya kepada Presiden Prabowo Subianto melalui unggahan di Instagram pribadinya, Selasa (8/10/2025).

Ia berharap bisa berbicara langsung dengan Presiden agar kebijakan makan bergizi gratis (MBG) benar-benar berpihak pada kesehatan masyarakat, bukan hanya keputusan sepihak dari lingkaran tertentu.

“Saya pengen banget bisa bicara langsung dengan Bapak Presiden,” ujarnya. Tan menilai, Presiden tampak hanya mendengar pendapat dari kelompok tertentu dan cenderung memaksakan kebijakan.

Presiden menurutnya seperti memaksakan adanya susu dalam paket makanan. Ia menilai, masukan semacam itu berat sebelah karena tidak melibatkan ahli gizi masyarakat maupun epidemiolog.

Tan juga menyoroti pernyataan pemerintah yang menyamakan kasus keracunan makanan dengan “zero accident” dalam industri..

“Kita hitung dari semua makanan yang keluar, penyimpangan atau kekurangan atau kesalahan itu, adalah 0,00017%. Ini tidak membuat kita puas dengan itu, tapi namanya usaha manusia yang demikian besar dan belum pernah dilakukan dalam sejarah dunia,” ungkap Prabowo, saat Munas PKS, 29 September 2025

Menurutnya, pendekatan terhadap kesehatan publik tidak bisa disamakan dengan produksi massal barang. “Pernyataan seperti itu sangat menyakitkan hati masyarakat,” tegasnya.

Ia menambahkan, selama sembilan bulan berjalan, ada kesan eksklusivitas di tubuh Badan Gizi Nasional (BGN) yang sulit menerima masukan.

Setiap kritik, katanya, dianggap sebagai serangan, bukan sebagai perbaikan. Kondisi ini membuat pelaksanaan di lapangan menjadi rumit karena BGN harus berurusan dengan lembaga lain seperti Puskesmas, BKKBN, dan Kementerian Desa.

Sebagai solusi, Tan mengusulkan agar Sekolah Pelaksana Program Gizi (SPPG) yang terbukti berhasil tetap dijaga dan dijadikan contoh baik bagi daerah lain. “SPPG yang selalu menunya on track itu

kita keep. Lalu jadikan mereka semacam champion atau praktik baik,” tuturnya, sambil menegaskan bahwa moratorium sebaiknya hanya diberlakukan bagi SPPG yang bermasalah.***

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Arumi Bachin Jalan Kaki 1,5 Km di Terik Matahari, Kunjungi 3 Rumah Manik di Plumbon Gambang

20 Oktober 2026 - 16:42 WIB

Polres Jombang Kedepankan Pelayanan Humanis

20 Oktober 2026 - 11:25 WIB

Berdialog, Kapolres Jombang Ajak Mahasiswa Jaga Kamtibmas

20 Oktober 2026 - 11:08 WIB

Hari Purnomo: Koperasi di Jombang Tumbuh Jadi 1.020 Unit Volume Usaha Rp500 M, 168 UMK Naik Kelas

20 Oktober 2026 - 11:06 WIB

Agustiar Sabran Pamit dan Tidak Kembali, Massa Aksi Demo Segel Kantor Gubernur Kalteng

19 Oktober 2026 - 21:34 WIB

Kartiyono 12 Tahun di Bapemperda Jombang: Pastikan Perda Sesuai Kebutuhan dan Hidup di Masyarakat!

19 Oktober 2026 - 17:40 WIB

Diduga Bakar Lahan 800 M2, Warga Bareng Tangkap Pengamen dan Diikat di Tiang Listrik

19 Oktober 2026 - 16:50 WIB

Menelisik Akar Terorisme (70): KKK Punya 4 Juta Anggota

19 Oktober 2026 - 16:17 WIB

Kapolres Jombang Pantau Langsung Ketersediaan BBM di SPBU

19 Oktober 2026 - 11:15 WIB

Kapolres Jombang, AKBP Yanto Mulyanto saat memantau langsung ketersediaan BBM di salah satu SPBU
Trending di News