Menu ✖

Mode Gelap
BPS Catat Harga Daging Sapi Nasional Sudah di Atas HAP Wamentan Sudaryono: 2,3 Juta Hewan Kurban Dipotong, Stok Aman & Bebas Penyakit Idul Adha Dorong Lonjakan Harga Pangan Nasional Sertipikat Jombang Menuju Kabupaten Bersih, Masuk 16 Terbaik Nasional IPP Mencapai 4,69, Jombang Raih Predikat Terbaik Jawa Timur dan Peringkat III Nasional Bongkar dan Bersihkan Ratoon, Areal Tebu 10.787 Ha Jombang Menuju Swasembada Gula 2028

Nasional

Gerbang Ekspor Terbuka, Durian Indonesia Siap Menjadi Kekuatan Baru di Pasar China

badge-check


					Indonesia kaya varietas Perbesar

Indonesia kaya varietas

Penulis: Mulawarman | Editor: Yobie Hadiwijaya

KREDONEWS.COM, JAKARTA-Indonesia secara resmi menancapkan taringnya di pasar buah global sebagai kekuatan baru (the rising star) yang siap menantang dominasi Thailand dan Malaysia dalam industri durian internasional.

Sejak protokol bilateral ekspor durian beku resmi ditandatangani, jalur pengiriman langsung ke Negeri Tirai Bambu telah memangkas waktu logistik secara signifikan dari yang semula memakan waktu hingga 56 hari menjadi hanya berkisar antara 22 hingga 26 hari saja.

Efisiensi jalur perdagangan ini tidak hanya menekan biaya distribusi hingga separuhnya, tetapi juga melejitkan nilai ekonomi komoditas lokal di tingkat petani.

Berdasarkan data terbaru dari Badan Karantina Indonesia (Barantin), arus ekspor durian beku asal Indonesia, khususnya yang mengalir dari wilayah episentrum Sulawesi Tengah, terus mencatatkan tren kenaikan yang fantastis sepanjang tahun ini.

Hingga periode Agustus 2026, volume pengiriman durian dari wilayah tersebut ke China tercatat telah menembus angka 8.377 ton dengan nilai transaksi yang sangat masif mencapai Rp871 miliar.

Keberhasilan penetrasi pasar ini membuktikan bahwa kualitas durian tanah air mampu memenuhi standar ketat yang ditetapkan oleh otoritas karantina global.

Menteri Urbanisasi, Transmigrasi, dan Daerah Tertinggal (sebelumnya Menteri Transmigrasi), Abdul Kadir Karding menyatakan bahwa pemerintah berkomitmen penuh membangun rantai ekspor yang kokoh sejak dari tingkat produksi di desa-desa.

Melalui program penguatan kapasitas seperti klinik ekspor, para pelaku usaha mikro dan petani lokal dibimbing secara intensif untuk memahami serta menguasai regulasi biosekuriti internasional. Langkah strategis ini diharapkan dapat mempercepat transformasi ekonomi daerah sehingga komoditas hortikultura unggulan tidak lagi berhenti sebagai bahan mentah lokal, melainkan naik kelas menjadi produk ekspor bernilai tambah tinggi di kancah dunia.

Senada dengan upaya penguatan di tingkat hulu, Gubernur Sulawesi Tengah, Anwar Hafid, menegaskan bahwa terbukanya akses pasar langsung ini menjadi momentum emas untuk menyejahterakan para petani dan menciptakan lapangan kerja baru yang luas.

Wilayahnya dinilai memiliki keunggulan geografis yang sangat unik karena mampu melakukan panen durian sebanyak dua kali dalam satu tahun, sebuah kondisi produktivitas yang tidak dimiliki oleh negara pesaing seperti Thailand maupun Malaysia.

Fleksibilitas musim panen inilah yang menjadi modal utama Indonesia untuk menjaga kontinuitas suplai global dan secara bertahap merebut target 5 hingga 10 persen pangsa pasar durian di China, yang berpotensi menyumbang devisa negara hingga belasan triliun rupiah per tahunnya.****

 

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Paradoks Durian RI: Menang Berat Buah, Keok Nilai Rupiah

28 September 2026 - 19:08 WIB

Subsidi LPG 3 Kg Tahun 2027 Dipangkas Jadi Rp 103,05 Triliun, Volume Penyaluran Turun

28 September 2026 - 18:44 WIB

Kejar Target FLPP, Pemerintah Siapkan Akad Massal 71.000 Rumah Subsidi

27 September 2026 - 19:29 WIB

Beban Kontraktor Bertambah, Harga Semen dan Besi Beton di Jatim Terus Menanjak

27 September 2026 - 18:50 WIB

Harga Pangan Hari Ini: Beras Masih di Atas HET, Cabai Naik

27 September 2026 - 18:38 WIB

ESDM Tegaskan Isu Pertalite Naik Hoaks, Harga Tak Berubah

25 September 2026 - 21:29 WIB

Surat Pemadaman Internet Nasional 3 Hari Beredar, Komdigi Buka Suara

25 September 2026 - 21:17 WIB

PIHPS: Cabai Rawit Tembus Lebih dari Rp100 ribu Per Kilogram

24 September 2026 - 19:59 WIB

Pengusaha Kapal Akui Tak Semua Operator Berani Angkut Kendaraan Listrik

24 September 2026 - 19:48 WIB

Trending di Nasional