Menu ✖

Mode Gelap
BPS Catat Harga Daging Sapi Nasional Sudah di Atas HAP Wamentan Sudaryono: 2,3 Juta Hewan Kurban Dipotong, Stok Aman & Bebas Penyakit Idul Adha Dorong Lonjakan Harga Pangan Nasional Sertipikat Jombang Menuju Kabupaten Bersih, Masuk 16 Terbaik Nasional IPP Mencapai 4,69, Jombang Raih Predikat Terbaik Jawa Timur dan Peringkat III Nasional Bongkar dan Bersihkan Ratoon, Areal Tebu 10.787 Ha Jombang Menuju Swasembada Gula 2028

Nasional

Kejar Target FLPP, Pemerintah Siapkan Akad Massal 71.000 Rumah Subsidi

badge-check


					Ilustrasi Perbesar

Ilustrasi

Penulis: Mulawarman | Editor: Yobie Hadiwijaya

KREDONEWS.COM, JAKARTA-Pemerintah menyiapkan akad massal 71.000 unit rumah subsidi pada Desember 2026 untuk mempercepat penyaluran Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP).

Langkah ini menjadi salah satu upaya mengejar target 350.000 unit FLPP tahun ini, sementara realisasi hingga 21 September baru mencapai 154.034 unit.

Ekonom Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia Yusuf Rendy Manilet menilai, akad massal dapat membantu mempercepat realisasi FLPP karena sejumlah proses dapat dilakukan secara bersamaan. Namun, efektivitasnya tetap bergantung pada kesiapan rumah dan calon debitur.

“Akad massal 71.000 unit dapat membantu mempercepat proses administrasi karena tahapan perbankan dan notaris dilakukan secara serentak. Namun, instrumen ini akan efektif jika didukung rumah siap huni dan calon debitur yang sudah lolos verifikasi,” ujar Yusuf kepada Kontan, Kamis (24/9/2026).

Yusuf juga mengingatkan agar percepatan penyaluran tidak mengorbankan kualitas kredit. Verifikasi penghasilan, terutama bagi pekerja informal, tetap perlu dilakukan secara hati-hati. Kualitas bangunan dan kesiapan rumah untuk dihuni juga perlu dipastikan sebelum akad.

Adapun berdasarkan data BP Tapera, realisasi FLPP mencapai 150.750 unit rumah dengan nilai pembiayaan Rp 18,75 triliun per 16 September 2026

Bank Tabungan Negara (BTN) menjadi penyalur terbesar dengan 69.358 unit, disusul entitas anaknya yaitu Bank Syariah Nasional (BSN) sebanyak 37.001 unit, Bank Rakyat Indonesia (BRI) 16.564 unit, dan Bank Negara Indonesia (BNI) sebanyak 10.969 unit.

“Besarnya peran BTN dan BSN juga menunjukkan bahwa kapasitas penyaluran FLPP masih terkonsentrasi. Kondisi ini cukup wajar karena BTN memiliki jaringan pengembang, pengalaman, dan sistem penilaian kredit masyarakat berpenghasilan rendah yang lebih matang,” katanya.

Menurutnya, keunggulan tersebut memang dapat menjadi penggerak percepatan penyaluran. Namun, partisipasi bank Himbara lain dan Bank Pembangunan Daerah (BPD) perlu diperluas agar kapasitas penyaluran FLPP lebih merata.

Yusuf mengatakan salah satu langkah yang dapat ditempuh adalah melakukan realokasi kuota secara dinamis kepada bank dengan tingkat penyerapan tinggi. Insentif juga dapat diberikan kepada BPD yang memiliki pemahaman kuat terhadap pasar daerah.****

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Beban Kontraktor Bertambah, Harga Semen dan Besi Beton di Jatim Terus Menanjak

27 September 2026 - 18:50 WIB

Harga Pangan Hari Ini: Beras Masih di Atas HET, Cabai Naik

27 September 2026 - 18:38 WIB

ESDM Tegaskan Isu Pertalite Naik Hoaks, Harga Tak Berubah

25 September 2026 - 21:29 WIB

Surat Pemadaman Internet Nasional 3 Hari Beredar, Komdigi Buka Suara

25 September 2026 - 21:17 WIB

PIHPS: Cabai Rawit Tembus Lebih dari Rp100 ribu Per Kilogram

24 September 2026 - 19:59 WIB

Pengusaha Kapal Akui Tak Semua Operator Berani Angkut Kendaraan Listrik

24 September 2026 - 19:48 WIB

Sekolah Negeri Bakal Digratiskan, Mendikdasmen: Dimulai dari TK hingga Kuliah

23 September 2026 - 20:43 WIB

Warga RI Usia 17 Tahun Bakal Dapat Rp 50 Ribu, Pemerintah Siapkan Rp 3,8 T

23 September 2026 - 19:59 WIB

Pastikan Sesuai Spek, LSM Seven Gab Bersama Dinas PU Sidoarjo Pantau Proyek Jalan Bluru

23 September 2026 - 10:27 WIB

Trending di Nasional