Menu

Mode Gelap
BPS Catat Harga Daging Sapi Nasional Sudah di Atas HAP Wamentan Sudaryono: 2,3 Juta Hewan Kurban Dipotong, Stok Aman & Bebas Penyakit Idul Adha Dorong Lonjakan Harga Pangan Nasional Sertipikat Jombang Menuju Kabupaten Bersih, Masuk 16 Terbaik Nasional IPP Mencapai 4,69, Jombang Raih Predikat Terbaik Jawa Timur dan Peringkat III Nasional Bongkar dan Bersihkan Ratoon, Areal Tebu 10.787 Ha Jombang Menuju Swasembada Gula 2028

Nasional

“Demam Ube” Menggila: Filipina Stop Eksport, Peluang Emas Ubi Ungu Indonesia Mendunia

badge-check


					Kue ubi ungu laris di Eropa Perbesar

Kue ubi ungu laris di Eropa

Penulis: Mulawarman | Editor: Yobie Hadiwijaya

KREDONEWS.COM, JAKARTA-Tren kuliner global kini tengah didominasi oleh warna ungu. Ubi ungu khas Filipina yang populer dengan nama Ube, bertransformasi dari sekadar konsumsi tradisional menjadi komoditas premium yang paling dicari oleh berbagai negara di dunia. Mulai dari kafe mewah di Paris hingga jaringan kopi raksasa di Korea Selatan kini berlomba-lomba meluncurkan menu berbasis ube.

Namun, popularitas yang meroket tajam ini justru memicu krisis pangan di negara asalnya.

Melansir laporan resmi dari Bloomberg Technoz, Departemen Pertanian Filipina per pertengahan September 2026 resmi memberlakukan penangguhan ekspor ubi ungu segar dan bahan tanamnya tanpa batas waktu. Langkah proteksionis ini diambil akibat kelangkaan stok bibit di tingkat petani yang terancam habis karena tingginya permintaan pasar internasional.

“Kami sangat kekurangan bahan tanam di dalam negeri. Kami tidak ingin mengekspornya ke negara lain yang bisa memanfaatkan varietas ube Filipina untuk menyaingi kami di pasar global,” tegas Menteri Pertanian Filipina, Francisco Tiu Laurel Jr. Selain masalah bibit, cuaca ekstrem dan badai tropis dalam setahun terakhir sukses memangkas kapasitas produksi tahunan negara tersebut.

Peluang Besar Indonesia Mengisi Celah Pasar
Di tengah berhentinya pasokan dari Filipina, perhatian pasar internasional kini mulai beralih mencari produsen alternatif. Indonesia dinilai menjadi negara yang paling berpotensi mengambil alih takhta “emas ungu” ini.

Guru Besar Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran (Unpad) menyatakan bahwa secara agroekologi, tanah dan iklim tropis Indonesia sangat mendukung budidaya ube dengan kualitas prima. Karakteristik tanah Indonesia memiliki drainase baik yang sangat cocok dengan pedoman optimal tanaman ini.

Meski potensinya luar biasa, tantangan besar kini ada di pundak Kementerian Pertanian RI dan para petani lokal. Saat ini, ubi ungu belum digarap secara komersial dalam skala industri raksasa di Indonesia. Agar bisa menembus pasar ekspor seperti Kanada, Amerika Serikat, dan Eropa, Indonesia harus segera berinvestasi pada penyediaan benih bermutu, keseragaman varietas, serta teknologi pengolahan pascapanen agar memiliki standar mutu internasional.****

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Penyeberangan Pelabuhan Jangkar-Celukan Bawang Dioptimalkan

18 September 2026 - 20:39 WIB

Dirjen Pajak Pastikan Tak Ada Kenaikan Tarif PPN

18 September 2026 - 20:07 WIB

DJP Mulai Terapkan Pajak Marketplace per 1 November 2026

17 September 2026 - 16:25 WIB

Layanan Harhubnas 2026 Layanan Trans Jatim Gratis

17 September 2026 - 16:09 WIB

25 Merek Beras Fortifikasi Ditarik, Bulog Diminta Perkuat Pasokan Beras Premium

16 September 2026 - 19:24 WIB

Tuntut UMP Naik 9,5%, Buruh Siapkan Aksi Besar Oktober

16 September 2026 - 19:12 WIB

Menteri UMKM Siapkan Kebijakan Khusus buat Hadapi Aturan Wajib Halal

14 September 2026 - 19:01 WIB

Gempa M 5,2 Malang Tak Begitu Dirasakan Warga, Ini Penyebabnya

14 September 2026 - 18:36 WIB

,Harga Pertamax Turbo hingga Dexlite Kompak Naik, Daftar Harga BBM Terbaru 13 September 2026

13 September 2026 - 19:21 WIB

Trending di Nasional