Menu ✖

Otomatis
Breaking News

News

Empat Bulan Jalani Hukuman Kasus Rp22 Juta, Hellyana Duduk Kembali ke Singgasana Wagub Babel

badge-check

Wakil Gubernur Bangka Belitung, 4 bulan jalani hukuman  atss kasus tagihan uang hotel hingga Rp22 juta. Foto: ist Perbesar

Wakil Gubernur Bangka Belitung, 4 bulan jalani hukuman atss kasus tagihan uang hotel hingga Rp22 juta. Foto: ist

Penulis: Sri Muryanto  |  Editor: Priyo Suwarno

KREDINEWS.COM, PANGKALPINANG — Ini kabar mengejutkan yang voral datang dari Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

Hellyana, Wakil Gubernur yang baru saja selesai menjalani hukuman penjara selama empat bulan, kini telah kembali menduduki kursi jabatannya.

Langkah ini memicu gelombang pertanyaan tajam di tengah masyarakat: apakah seorang pejabat yang terbukti melanggar hukum masih layak memegang kendali pemerintahan di tempat yang sama di mana ia melakukan pelanggaran?

Perkara bermula ketika Hellyana terbukti melakukan penipuan tagihan akomodasi hotel.

Ia melaporkan biaya perjalanan dinas melebihi kenyataan, dan berhasil mencairkan kelebihan pembayaran tersebut sebesar Rp22 juta dari kas daerah.

Tindakan ini terbukti melanggar hukum, dan Pengadilan Negeri Pangkalpinang menjatuhkan vonis berupa pidana penjara selama empat bulan.

Putusan itu berkekuatan hukum tetap, dan Hellyana menjalani hukumannya di Lembaga Pemasyarakatan Perempuan Pangkalpinang hingga tuntas.

Tak lama setelah bebas, Hellyana secara terbuka menyatakan siap kembali menjalankan tugas.

Ia menyampaikan kesiapannya untuk berkoordinasi kembali dengan Gubernur Kepulauan Bangka Belitung maupun Sekretaris Daerah, seolah-olah tidak pernah ada putusan pengadilan yang menjatuhkan vonis kepadanya.

Fenomena ini menimbulkan kegelisahan luas di masyarakat, bukan tanpa alasan. Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara pada Pasal 23 huruf g menyatakan dengan tegas: setiap pejabat yang dihukum pidana penjara berdasarkan putusan pengadilan yang telah berkekuatan hukum tetap, dinyatakan diberhentikan secara tidak hormat dari jabatannya.

Artinya, saat vonis itu jatuh, jabatan tersebut seharusnya sudah kosong — bukan menunggu hingga terpidana selesai menjalani hukumannya.

Namun di lapangan, celah tampaknya terbuka lebar. Belum ada Surat Keputusan pemberhentian resmi yang tegas diterbitkan, sehingga Hellyana seolah-olah hanya “cuti” dan kini kembali bekerja.

Padahal KUHP Pasal 28 memang memulihkan hak kemasyarakatan terpidana setelah selesai menjalani hukuman — tetapi hak kepegawaian dan jabatan publik diatur oleh aturan yang jauh lebih ketat.

Pemulihan hak sebagai warga negara tidak otomatis berarti pemulihan kepercayaan untuk memimpin institusi yang pernah dirugikan.

Jika preseden ini dibiarkan, maka hukuman pidana bagi pejabat tinggi akan kehilangan maknanya. Masyarakat akan melihat bahwa memanipulasi keuangan daerah cukup dihukum beberapa bulan, lalu bisa kembali duduk di kursi yang sama.

Di sinilah pertanyaan sesungguhnya muncul: apakah harga diri institusi publik lebih murah daripada harga diri hukum yang ditegakkan? Siapa yang bertanggung jawab memastikan aturan dijalankan, bukan sekadar ditulis?

Kronologi

Awal mula perkara bermula pada rentang tahun 2023 hingga 2024, saat Hellyana menjabat sebagai Wakil Gubernur Kepulauan Bangka Belitung.

Penyelidikan mengungkap adanya ketidakberesan dalam laporan biaya perjalanan dinas, di mana ia terbukti menagih kelebihan pembayaran akomodasi hotel senilai Rp22 juta kepada Pemprov Babel.

Kasus ini kemudian disidangkan di Pengadilan Negeri Pangkalpinang yang menjatuhkan vonis berupa pidana penjara selama empat bulan.

Setelah putusan berkekuatan hukum tetap, Hellyana masuk ke Lembaga Pemasyarakatan Perempuan Pangkalpinang untuk menjalani hukuman.

Empat bulan kemudian, ia selesai menjalani vonis dan bebas dari lapas.

Pada September 2026, Hellyana secara fisik kembali menduduki kantor Wakil Gubernur dan menyatakan siap berkoordinasi kembali dengan Gubernur serta Sekretaris Daerah hingga masa jabatannya berakhir.

Hingga saat ini, belum ada Surat Keputusan pemberhentian resmi yang diterbitkan oleh pemerintah pusat atas nama Hellyana.**

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Baca Lainnya

Smelting Kembali Raih Penghargaan CSR Award 2026 ADINKES, Atas Dedikasi dalam Pencegahan dan Pengendalian Tuberkulosis

6 Nov 2026 - 13:07 WIB

Smelting Kembali Raih Penghargaan CSR Award 2026 ADINKES, Atas Dedikasi dalam Pencegahan dan Pengendalian Tuberkulosis

Status Siaga III, Semeru Erupsi Semburkan Awan Panas 700 Meter

6 Nov 2026 - 12:00 WIB

Status Siaga III, Semeru Erupsi Semburkan Awan Panas 700 Meter

Dua Gempa 5 dan 5.2 Magnetudo Guncang Bali, BPBD: Belum Ada Laporan Dampak

6 Nov 2026 - 11:37 WIB

Dua Gempa 5 dan 5.2 Magnetudo Guncang Bali, BPBD: Belum Ada Laporan Dampak

Wabup Gresik Ingatkan Pengawasan Perubahan Data SIPD dalam Penyusunan APBD 2027

6 Nov 2026 - 08:29 WIB

Wabup Gresik Ingatkan Pengawasan Perubahan Data SIPD dalam Penyusunan APBD 2027

Smelting Raih Penghargaan Gubernur Jatim Karena Lestarikan Ekosistem Mangrove

6 Nov 2026 - 08:27 WIB

Smelting Raih Penghargaan Gubernur Jatim Karena Lestarikan Ekosistem Mangrove

Satresnarkoba Polres Gresik Tangkap Residivis Kurir Sabu, 57,96 Gram

6 Nov 2026 - 08:24 WIB

Satresnarkoba Polres Gresik Tangkap Residivis Kurir Sabu, 57,96 Gram

Hadi Atmaji: DPRD Jombang Siapkan Pansus, Kawal RPJMD dan LP2B

5 Nov 2026 - 13:27 WIB

Hadi Atmaji: DPRD Jombang Siapkan Pansus, Kawal RPJMD dan LP2B

Jombang Raih Penghargaan Nasional ATM Award di Bandung, Hexawan: Dilaksanakan Hingga ke Desa

5 Nov 2026 - 08:30 WIB

Jombang Raih Penghargaan Nasional ATM Award di Bandung, Hexawan: Dilaksanakan Hingga ke Desa

Bidik Pasar Indonesia Timur, SIG Pasok Bata Interlock Presisi untuk Sunrise City Maros

5 Nov 2026 - 07:43 WIB

Bidik Pasar Indonesia Timur, SIG Pasok Bata Interlock Presisi untuk Sunrise City Maros
Trending di Nasional