Penulis: Sri Muryanto | Editor: Priyo Suwarno
KREDONEWS.COM, BANGKALAN — Seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemerintah Kabupaten Bangkalan berinisial RY ditemukan meninggal dunia di dalam mobil dinas yang terparkir di area Terminal 1 Bandara Internasional Juanda, Sidoarjo, Rabu 24 Juni 2026.
Penyebab pasti kematiannya masih menunggu hasil pemeriksaan otopsi. Saat ini pihak suami menunjuk pengacara Risang Bima Wijaya SH, sebagai penasihat hukum keluarga.
Dibawah ini kutipan wawancara Risang seoerti disiarkan Radio Suara Surabaya FM 100, Rabu 24 Juni 2026.
Krinologi
1. Kamis, 18 Juni 2026
– Korban berpamitan kepada keluarga dan berangkat bekerja seperti hari biasa.
– Masih aktif berkomunikasi dengan keluarga melalui pesan WhatsApp.
– Menyampaikan janji akan pulang ke rumah pada Sabtu, 20 Juni 2026.
2. Jumat, 19 Juni 2026
– Masih terhubung dan menjawab pesan, namun responsnya mulai terasa lebih lambat dari biasanya.
3. Sabtu, 20 Juni 2026
– Korban tidak pulang sesuai janji yang telah disampaikan.
– Upaya menghubungi mulai sulit, pesan yang dikirim hanya berstatus terkirim dan tidak dibalas.
4. Senin, 22 Juni 2026
– Nomor telepon dan pesan WhatsApp sudah tidak dapat dihubungi sama sekali.
– Keluarga dan pihak kantor mulai merasa khawatir dan berusaha melacak keberadaannya.
5. Rabu, 24 Juni 2026
– Sekitar pukul 09.00 WIB, petugas keamanan parkir Terminal 1 menemukan mobil dinas yang terparkir lama tanpa aktivitas.
– Setelah diperiksa, ditemukan jenazah korban di dalam kendaraan.
– Lokasi segera diamankan dan dilaporkan ke Polsek Juanda.
– Jenazah dibawa ke rumah sakit untuk proses identifikasi dan otopsi.
Korban diketahui menjabat sebagai Sekretaris Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (PRKP) Pemkab Bangkalan.
“Ditemukan meninggal di dalam mobil di parkiran Terminal 1 Bandara Juanda, Sidoarjo, masih menunggu hasil otopsi untuk memastikan penyebab kematian.
Saya ditunjuk keluarga untuk mendampingi proses hukum, termasuk otopsi dan identifikasi, karena penemuan jenazah itu masih menyisakan banyak pertanyaan.
Karena ini belum tahu penyebab meninggalnya seperti apa, akan diduga ini apakah wajar atau tidak wajar.”
Saat ditanya soal kehamilan, Risang menyatakan tidak bisa berspekulasi, butuh otopsi dari pihak kepolisian. **

















