Penulis: Mulawarman | Editor: Yobie Hadiwijaya
KREDONEWS.COM, JAKARTA-Hanya dengan mengetikkan sebuah frasa, Facebook menampilkan banyak sekali video 18+ yang tidak pantas. Perlu dicatat, ini bukan pertama kalinya platform media sosial ini menghadapi masalah ini.
Baru-baru ini, pengguna Facebook di Vietnam dikejutkan dengan ditemukannya masalah serius pada mesin pencari. Saat mencari frasa “v****”, hasil pencarian hanya menampilkan video 18+, cabul, dan pornografi. Ini bukan insiden terisolasi, karena banyak pemilik akun mengalami situasi serupa saat mencoba memasukkan kata kunci tersebut di Facebook. Di aplikasi seluler, video-video cabul ini otomatis diputar dengan suara saat muncul tanpa pengguna harus mengkliknya.
Selain itu, “v****” sebenarnya adalah kata kunci umum, yang sering digunakan untuk mencari konten yang sedang tren di media sosial. Fakta bahwa algoritma Facebook hanya menampilkan video pornografi dan yang menyinggung dapat memengaruhi banyak pengguna media sosial, terutama anak di bawah umur.
Masalah ini terus berlanjut di aplikasi Facebook di Vietnam hingga siang hari tanggal 22 Juni. Hasil serupa juga muncul saat melakukan pencarian di perangkat seluler Android dan iOS, serta aplikasi berbasis web. Saat ini belum jelas apakah ada kata kunci selain “v****” yang menghasilkan hasil video pornografi.
Video-video ini memiliki thumbnail berupa gambar pornografi, tanpa sensor atau trik khusus untuk melewati pembatasan platform. Video yang disarankan adalah konten 18+ berbagai jenis, mulai dari video pendek yang direkam sendiri hingga film panjang dari situs web produksi konten profesional.
Selain merekomendasikan video pornografi, keberadaan konten pornografi di platform itu sendiri juga merupakan masalah besar. Menurut standar komunitas jejaring sosial terbesar di dunia, video semacam itu diklasifikasikan sebagai terlarang dan akan segera dihapus setelah diunggah. Dalam beberapa kasus, platform tersebut menonaktifkan secara permanen akun yang terlibat dalam perilaku tersebut, tanpa memandang pasar atau wilayah.
Pada akhir tahun 2025, masalah serupa muncul di platform tersebut. Alih-alih string “v****”, pengguna hanya perlu mengetik satu huruf di kotak pencarian, dan hasilnya menampilkan serangkaian video cabul dan menyinggung. Setelah Tri Thức – Znews melaporkan insiden tersebut, Facebook diam-diam memperbaiki bug tersebut tetapi tidak memberi tahu pengguna setelah kejadian itu.
Baru-baru ini, jejaring sosial terbesar di dunia mengalami gangguan yang meluas. Semua layanan Meta, termasuk Facebook, Instagram, Threads, dan WhatsApp, tidak dapat diakses pada malam tanggal 12 Juni. Gangguan tersebut berlangsung sekitar 40 menit, menyebabkan kepanikan yang meluas di antara para pengguna. Beberapa pemilik akun yang melakukan bisnis atau berkomunikasi melalui aplikasi-aplikasi ini mengalami gangguan dalam pekerjaan mereka.****


























