Menu

Mode Gelap
BPS Catat Harga Daging Sapi Nasional Sudah di Atas HAP Wamentan Sudaryono: 2,3 Juta Hewan Kurban Dipotong, Stok Aman & Bebas Penyakit Idul Adha Dorong Lonjakan Harga Pangan Nasional Sertipikat Jombang Menuju Kabupaten Bersih, Masuk 16 Terbaik Nasional IPP Mencapai 4,69, Jombang Raih Predikat Terbaik Jawa Timur dan Peringkat III Nasional Bongkar dan Bersihkan Ratoon, Areal Tebu 10.787 Ha Jombang Menuju Swasembada Gula 2028

News

Kereta Api Supas Terhenti 4 Jam di Beji Pasuruan, Roda Terendam Banjir 18 CM

badge-check


					Kereta apu Commuter Line, Surabaya-Pasuruan (Supas) wajib dihentikan akibat banjir meluber di atas rel kereta api. Roda KA itu sudah terendam 18 cm, sehingga selama 4 jam kereta api itu harus dihenti, pada pukul 19.00- 22.40 WIB, Selasa 24 Maret 2026, Foto: Instagram@pasuruan_kekinian Perbesar

Kereta apu Commuter Line, Surabaya-Pasuruan (Supas) wajib dihentikan akibat banjir meluber di atas rel kereta api. Roda KA itu sudah terendam 18 cm, sehingga selama 4 jam kereta api itu harus dihenti, pada pukul 19.00- 22.40 WIB, Selasa 24 Maret 2026, Foto: Instagram@pasuruan_kekinian

Penulis: Yoli Andi Purnomo  |  Editor: Priyo Suwarno

KREDONEWS.COM, PASURUAN – Kereta api Commuter Line (Supas: Surabaya Pasuruan) terhenti selama 4 jam  di Dusun Pasinan, Desa Beji, Kecamatan Beji, Kabupaten Pasuruan, akibat rel terendam banjir setinggi 18 cm, Selasa malam, 24 Maret 2026.

Insiden ini terjadi pukul 19.00 WIB, karena melebihi batas aman rel (maksimal 7 cm), dan kereta sengaja dihentikan demi keselamatan penumpang, pada ;pukul 22.40,  kereta api telah  berjalan norma.

KAI Daop 8 Surabaya menyampaikan permintaan maaf atas gangguan ini karena faktor alam. Banjir meluas ke kecamatan seperti Gondangwetan, Pohjentrek, dan Bangil, merendam permukiman serta jalur Pantura.

Manager Humas KAI Daop 8 Surabaya, Mahendro Trang Bawono, memberikan keterangan resmi terkait kejadian kereta api terhenti di Beji, Pasuruan akibat banjir pada 24 Maret 2026.​

Dia menjelaskan bahwa Commuter Line berhenti pukul 19.00 WIB karena rel terendam banjir setinggi 18 cm, melebihi batas aman 7 cm, dan penahanan dilakukan demi keselamatan perjalanan.​

Keterangan ini dikutip langsung oleh media seperti Pintasan.co pada malam kejadian, mengonfirmasi bahwa Daop 8 Surabaya yang bertanggung jawab atas wilayah tersebut.​

Evakuasi kereta api yang terhenti akibat banjir, seperti kasus di Beji Pasuruan, tidak memerlukan pengosongan penumpang secara fisik karena kereta sengaja dihentikan demi keselamatan dan banjir cepat surut.​

Prosedur Utama

Kereta ditahan di tempat hingga kondisi aman, lalu dilanjutkan dengan kecepatan terbatas (pukul 21.30 WIB) setelah banjir berkurang, dan normal sepenuhnya pukul 22.40 WIB.​ Awak kereta memantau ketinggian air (batas aman 7 cm); jika melebihi, hentikan perjalanan.​

Koordinasi dengan Daop setempat untuk normalisasi jalur tanpa evakuasi massal penumpang. Jika darurat ekstrem, buka pintu/jendela untuk jalur evakuasi dan pindahkan penumpang ke area aman, lalu laporkan ke stasiun terdekat.

Layanan ini melayani rute Surabaya Kota – Pasuruan, melewati stasiun seperti Bangil, Porong, dan Sidoarjo, di bawah KAI Commuter Daop 8 Surabaya.​

Kronologi: 

  • 15.00 WIB: Banjir mulai terpantau di wilayah Pasuruan Barat dan Selatan, termasuk jalur Pantura Beji menuju Bangil akibat hujan intensitas tinggi sejak siang.

  • Sore hingga petang: Banjir meluas dan menggenangi akses jalan utama, termasuk Pantura Beji dengan ketinggian 50-60 cm; BPBD Pasuruan fokus evakuasi warga di Desa Pasinan, Beji.

  • 19.00 WIB: Commuter Line Supas berhenti di Dusun Pasinan, Desa Beji, Kecam. Beji, karena rel terendam banjir setinggi 18 cm (melebihi batas aman 7 cm).

  • 19.00-21.30 WIB: Kereta ditahan di tempat demi keselamatan penumpang; tiga Commuter Line lain dan satu KA jarak jauh juga terdampak sementara.

  • 21.30 WIB: Kereta mulai bergerak dengan kecepatan terbatas setelah ketinggian air berkurang.

  • 22.40 WIB: Jalur rel kembali normal sepenuhnya. **

 

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Pemkab Jombang Luncurkan Aplikasi PRIME 169: Pangkas Birokrasi dan Pengawasan

13 Agustus 2026 - 20:29 WIB

Festival Gambus Misri Muncul di Sumobito setelah 40 Tahun Menghilang

11 Agustus 2026 - 16:17 WIB

Bupati Warsubi Lantik Pusoko Jadi Kades Antar Waktu Sumberteguh Kudu

11 Agustus 2026 - 16:07 WIB

Mirip Film Perang Fiksi, RRT Lawan Nyamuk Gunakan Senjata Laser

10 Agustus 2026 - 20:34 WIB

Ritual Malam Bakar Obat Nyamuk Nasional, Nilai Pasar Rp7,8 Triliun/ Tahun

10 Agustus 2026 - 19:44 WIB

Prakiraan APBD Jombang 2027: Cuma Naik Rp167 Miliar

10 Agustus 2026 - 16:23 WIB

Harga Naik Terus, Koperasi Unggas Sejahtera Bagikan Gratis 600 Ekor Ayam kepada Warga Batang

10 Agustus 2026 - 13:55 WIB

Diduga Kasus Tanah Kaveling, Polresta Malang Terbitkan Surat DPO terhadap Ipda Wibowo Hari Sucahyo

10 Agustus 2026 - 12:46 WIB

Mobil Peserta Drag Rage Hilang Kendali, Enam Penonton Tewas Tertabrak 11 Lukaluka di Kotamobagu

9 Agustus 2026 - 21:10 WIB

Trending di News