Menu

Mode Gelap
BPS Catat Harga Daging Sapi Nasional Sudah di Atas HAP Wamentan Sudaryono: 2,3 Juta Hewan Kurban Dipotong, Stok Aman & Bebas Penyakit Idul Adha Dorong Lonjakan Harga Pangan Nasional Sertipikat Jombang Menuju Kabupaten Bersih, Masuk 16 Terbaik Nasional IPP Mencapai 4,69, Jombang Raih Predikat Terbaik Jawa Timur dan Peringkat III Nasional Bongkar dan Bersihkan Ratoon, Areal Tebu 10.787 Ha Jombang Menuju Swasembada Gula 2028

Headline

3 Maret 2026, Bangsa Indonesia Bisa Nonton Gerhana Blood Moon Paling Indah

badge-check


					Inilah penjelasan fenomena gerhana bulan merah (blood Monn) yang menghadirkan pemandangan yang bisa dilihat dari seluruh wilayah Indonesia, Selasa 3 Maret, sore selepas maghrib. Foto: timemeandate Perbesar

Inilah penjelasan fenomena gerhana bulan merah (blood Monn) yang menghadirkan pemandangan yang bisa dilihat dari seluruh wilayah Indonesia, Selasa 3 Maret, sore selepas maghrib. Foto: timemeandate

Penulis: Sri Muryanto  |  Editor: Priyo Suwarno

KREDONEWS.COM, JAKARTA– Gerhana Bulan Total pada 3 Maret 2026 memiliki beberapa keistimewaan yang membuatnya layak disaksikan. Ini termasuk fenomena “blood moon” di mana Bulan tampak kemerahan merekah akibat hamburan cahaya Matahari oleh atmosfer Bumi.

Gerhana bulan total disebut blood moon atau bulan merah karena Bulan tampak berwarna merah dramatis saat tertutup bayangan Bumi (umbra). Keistimewaannya terletak pada proses hamburan cahaya di atmosfer Bumi yang menyaring warna biru dan membiarkan cahaya merah mencapai Bulan.

Cahaya Matahari melewati atmosfer Bumi saat gerhana total, di mana hamburan Rayleigh menyebabkan panjang gelombang biru tersebar sementara merah lolos dan membiaskan ke Bulan.

Intensitas warna merah bisa bervariasi tergantung kondisi atmosfer, seperti debu atau polusi—semakin banyak partikel, semakin pekat warnanya.

Gerhana Bulan Total atau Blood Moon pada 3 Maret 2026 bisa dilihat dari seluruh wilayah Indonesia, termasuk Surabaya, asal langit cerah. Fenomena ini paling jelas saat fase totalitas sekitar pukul 18.33-19.03 WIB.

Fakta Istimewa

  • Fenomena ini langka karena memerlukan keselarasan sempurna Bumi-Bulan-Matahari, sering bertepatan dengan supermoon untuk efek visual lebih dramatis.

  • Tahun 2025 catat dua blood moon (Maret & September), hampir tetrad, sementara 3 Maret 2026 punya fase totalitas hampir 1 jam—lebih panjang dari rata-rata.

  • Dari Bulan, Bumi tampak dikelilingi cincin merah, dan pengamat bisa lihat bintang terang seperti Saturnus lebih jelas saat Bulan “gelap”.

Gerhana ini bersifat total dengan magnitudo 1.1526, artinya Bulan sepenuhnya tertutup bayangan inti Bumi (umbra) selama sekitar 59 menit 27 detik.
  • Mulai total: 18.03.56 WIB

  • Puncak: 18.33.39 WIB

  • Berakhir total: 19.03.23 WIB

Fenomena ini bisa diamati jelas dari seluruh wilayah Indonesia, termasuk Surabaya, serta Asia Tenggara, Australia, Amerika, dan Asia Timur/Tengah, asal cuaca cerah dan minim polusi cahaya.

Ini salah satu dari dua gerhana Bulan di 2026 dan fenomena langka yang relatif jarang totalitasnya panjang, memberikan kesempatan langka melihat Bulan merah cerah di langit petang.

Fenomena blood moon terjadi saat gerhana bulan total, di mana Bulan tampak berwarna merah kemerahan. Pada 3 Maret 2026, peristiwa ini dapat diamati di Indonesia mulai pukul 18:03 WIB, dengan puncak sekitar pukul 18:33 WIB.

Penyebab Blood Moon

Blood moon muncul karena cahaya Matahari melewati atmosfer Bumi sebelum mencapai Bulan yang berada dalam bayangan umbra Bumi. Saat itu, cahaya biru dan ungu tersebar (hamburan Rayleigh), sementara cahaya merah lolos dan membelok ke Bulan, mirip efek matahari terbenam.

Gerhana dimulai pukul 18:03 WIB, puncak totalitas pukul 18:33 WIB (19:33 WITA, 20:33 WIT), dan berakhir pukul 21:24 WIB. Terlihat jelas di Indonesia bagian barat saat puncak, serta timur saat bulan terbit, asal cuaca cerah.

Amati dari lokasi terbuka tanpa polusi cahaya, gunakan teropong untuk detail lebih baik. Hindari melihat langsung jika mata lelah, dan periksa prakiraan cuaca BMKG.

Blood Moon (gerhana bulan total) sama sekali tidak berbahaya bagi manusia. Fenomena ini tidak memancarkan radiasi berbahaya, tidak memengaruhi kesehatan fisik, kehamilan, atau bayi, serta hanyalah fenomena optik alami.
Berikut adalah fakta mengenai Blood Moon:
  • Aman bagi Mata: Tidak seperti gerhana matahari, cahaya dari bulan saat gerhana bulan total sangat redup, sehingga tidak merusak retina mata.
  • Tidak Berdampak pada Kehamilan: Mitos yang menyebutkan Blood Moon berbahaya bagi ibu hamil atau janin adalah tidak benar.
  • Dampak Psikologis: Beberapa studi menunjukkan bulan purnama (termasuk saat gerhana) mungkin mempengaruhi kualitas tidur atau mood, namun tidak secara signifikan.
  • Kepercayaan dan Budaya: Meskipun beberapa budaya menganggapnya pertanda mistis, secara ilmiah, fenomena ini tidak terkait dengan bencana atau malapetaka.
Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Gaya Anggun Angel Pieters di HUT Ke-81 RI Nyanyi Zamrud Khatulistiwa

17 Agustus 2026 - 20:13 WIB

Purbaya Bakal Tarik Pajak Baru Tahun Depan, tapi Tergantung Ini

17 Agustus 2026 - 19:49 WIB

BI Gratiskan Biaya QRIS buat Semua Merchant Per 1 Oktober 2026

17 Agustus 2026 - 19:38 WIB

Diduga Peras Warga Terkait Judol, Dua Oknum Polisi Diamuk Warga di Gresik

17 Agustus 2026 - 16:35 WIB

Insiden di Rolak 9 Sidoarjo, Motor Sudah Ditemukam tapi Korban Masih Hilang

17 Agustus 2026 - 16:00 WIB

ASN Wonosobo Sembunyikan 600 Kartu PKH dan Kuasai Uang Bansos 2018-2026

17 Agustus 2026 - 08:43 WIB

Pertamina Beri Diskon BBM Rp450 per Liter, Begini Syaratnya

16 Agustus 2026 - 19:31 WIB

Update Gempa Flores: 47 Korban Tewas, 5.000 Orang Mengungsi

16 Agustus 2026 - 19:10 WIB

Menkeu Purbaya: Pemerintah Belum Akan Menaikkan Gaji ASN di 2027

16 Agustus 2026 - 18:59 WIB

Trending di Nasional