Menu ✖

Otomatis
Breaking News

Headline

Kejakgung Tetapkan 11 Tersangka Kasus Pome Kerugian Negara Rp 11,8 Triliun Diduga Libatkan Oknum BC

badge-check

Kejaksaan Agung telah menetapkan 11 tersangka dalam kasus POME, pada periode 20222-2024.  Foto: rmold.id
Perbesar

Kejaksaan Agung telah menetapkan 11 tersangka dalam kasus POME, pada periode 20222-2024. Foto: rmold.id

Penulis: Yusran Hakim | Redaktur: Priyo Suwarno

KREDONEWS.COM, JAKARTA – Kejaksaan Agung (Kejagung) secara resmi menetapkan 11 tersangka dalam kasus korupsi pengelolaan dan ekspor limbah cair kelapa sawit atau Palm Oil Mill Effluent (POME) pada Senin, 9 Februari 2026.

Modusnya mewlakukan manipulasi kode HS untuk menekan tarif pajak, dengan kerugian negara mencapai Rp 11,8 triliun selama periode 2022-2024.

Modusnya adalah mengubah  produk HS (Harmonized System Code) mencakup POME—limbah cair kelapa sawit bernilai rendah (kadar minyak ~0.7%)—sebagai produk bernilai tinggi seperti CPO atau turunannya, atau sebaliknya sebagai “POME Oil” (HS Code 230690) yang bebas bea keluar.

Hal ini memungkinkan under-invoicing, dimana nilai ekspor yang dilaporkan jauh lebih rendah dari kenyataan, sehingga pajak dan pungutan ekspor minimal atau nol. POME merupakan limbah cair dari pengolahan tandan buah segar (TBS) kelapa sawit di pabrik kelapa sawit (PKS). 

Limbah ini mengandung 95-96% udara, dicampur minyak serta padatan tersuspensi, dengan tingkat keasaman tinggi dan candungan organik seperti BOD (Biochemical Oxygen Demand) serta COD (Chemical Oxygen Demand) melebihi 100,000 mg/L. Jika tidak diolah, POME berpotensi mencemari lingkungan.

Produksi setiap 1 ton CPO menghasilkan 2,5-3 m³ POME, yang dalam pengolahan anaerobik tradisional menghasilkan gas metana (CH4) yang berkontribusi pada emisi gas rumah kaca.

Kejagung terus mendalami dugaan korupsi ekspor POME melalui pemalsuan dokumen untuk menghindari pajak dan regulasi lingkungan.

Modus 

Eskpor CPO lalu diubah dengan POME,  melalui pwengubahan  kode HS (Harmonized System Code), sebuah sistem elektronik internasional yang sudah digunakan.  Akibatnya, tarif pajak menjadi rendah meskipun seharusnya diklasifikasikan sebagai limbah non-minyak.

Kasus ini berawal dari penyidikan Sprindik No. Prin-71/F.2/Fd.2/09/2025 yang dipimpin Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (Jampidsus).

Penetapan 11 tersangka ini jadi puncak penyelidikan yang telah memeriksa 50 saksi dari kalangan birokrasi dan swasta, serta sita uang Rp 11,8 triliun.

Penggeledahan dimulai Oktober 2025 di kantor Bea Cukai dan lokasi terkait. Pokok-pokok Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC), yaitu:

  • Yosef Felix Sitorus (Junior Bea Cukai Verifikator)

  • Roben Dima (Kepala Seksi Kepatuhan)

  • Kantor Direktorat Identifikasi Kepabeanan dan Cukai (IKC) BLBC Medan

Sementara dari pihak swasta, seperti Rizaludin Kurniawan dan eksportir terkait perusahaan sawit atau money changer. Nama lain seperti Sofian Manahara atau R. Fadjar Donny Tjahjadi kemungkinan terlibat, meski statusnya belum dikonfirmasi.

Kronologi

  • Oktober 2025 : Kejagung mulai penggeledahan di kantor Bea Cukai (DJBC), money changer, dan lokasi terkait; sitaan dokumen dan uang awal dilakukan setelah temuan data ekspor POME melebihi nilai CPO pada tahun 2022.

  • November 2025 : 40 hari terakhir, termasuk Dirut PT AEN; pengusutan fokus pada kode HS palsu untuk POME agar tarif pajak rendah.

  • Desember 2025 – Januari 2026 : Proses penyidikan intensif dengan pemeriksaan 50 Saksi; penyuapan uang Rp 11,8 triliun terkait transaksi swasta dan pejabat.

  • 9-10 Februari 2026 : Penetapan 11 tersangka, termasuk Rizaludin Kurniawan, Yosef Felix Sitorus (Junior Bea Cukai Verifikator), dan Roben Dima (Kepala Seksi Kepatuhan). **

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Baca Lainnya

Sejumlah Pejabat Polres Jombang Bergeser Jabatan

7 Nov 2026 - 19:45 WIB

Sejumlah Pejabat Polres Jombang Bergeser Jabatan

Aktivitas TMMD 130, Serda Fajar Lakukan Komsos dengan Petani dan Peternak Klitih Plandaan

7 Nov 2026 - 16:17 WIB

Aktivitas TMMD 130, Serda Fajar Lakukan Komsos dengan Petani dan Peternak Klitih Plandaan

Menelisik Akar Terorisme (74): Klan Bangkit untuk Ketiga Kalinya

7 Nov 2026 - 15:15 WIB

Menelisik Akar Terorisme (74): Klan Bangkit untuk Ketiga Kalinya

Pasca Putusan MA, Sufmi Dasco: DPR RI Belum Ambil Sikap Hak Angket terhadap Wapres Gibran

7 Nov 2026 - 11:53 WIB

Pasca Putusan MA, Sufmi Dasco: DPR RI Belum Ambil Sikap Hak Angket terhadap Wapres Gibran

Haul ke-128 Ponpes Qomaruddin Gresik Wabup Ajak Masyarakat Teladani Perjuangan Ulama

7 Nov 2026 - 10:16 WIB

Haul ke-128 Ponpes Qomaruddin Gresik Wabup Ajak Masyarakat Teladani Perjuangan Ulama

Pasukan Damkar 20 Ngoro Padamkan Kebakaran 1.200 M2 Lahan Tebu di Buluhrejo Diwek

7 Nov 2026 - 09:18 WIB

Pasukan Damkar 20 Ngoro Padamkan Kebakaran 1.200 M2 Lahan Tebu di Buluhrejo Diwek

November 2026 Pemerintah Buka Rekrutmen CPNS

6 Nov 2026 - 19:17 WIB

November 2026 Pemerintah Buka Rekrutmen CPNS

Sah! Pemerintah Tingkatkan Status PPPK Paruh Waktu Menjadi Penuh Waktu Lintas Profesi

6 Nov 2026 - 18:57 WIB

Sah! Pemerintah Tingkatkan Status PPPK Paruh Waktu Menjadi Penuh Waktu Lintas Profesi

Smelting Kembali Raih Penghargaan CSR Award 2026 ADINKES, Atas Dedikasi dalam Pencegahan dan Pengendalian Tuberkulosis

6 Nov 2026 - 13:07 WIB

Smelting Kembali Raih Penghargaan CSR Award 2026 ADINKES, Atas Dedikasi dalam Pencegahan dan Pengendalian Tuberkulosis
Trending di Nasional