Menu

Mode Gelap
BPS Catat Harga Daging Sapi Nasional Sudah di Atas HAP Wamentan Sudaryono: 2,3 Juta Hewan Kurban Dipotong, Stok Aman & Bebas Penyakit Idul Adha Dorong Lonjakan Harga Pangan Nasional Sertipikat Jombang Menuju Kabupaten Bersih, Masuk 16 Terbaik Nasional IPP Mencapai 4,69, Jombang Raih Predikat Terbaik Jawa Timur dan Peringkat III Nasional Bongkar dan Bersihkan Ratoon, Areal Tebu 10.787 Ha Jombang Menuju Swasembada Gula 2028

Headline

Badai Salju Ekstrem 14.000 Penerbangan Batal, Presiden Trump Umumkan Deklarasi Darurat 12 Negara Bagian

badge-check


					Sebagian negara bagian Amerika Serikat beku, akibat badai salju ekstrem, Sebantak 14.000 jadwal penerbangan dibatalkan, trum mengumumkan darurat  cuaca di 12 negara bagian. Foto: Instagram@newyorktimes Perbesar

Sebagian negara bagian Amerika Serikat beku, akibat badai salju ekstrem, Sebantak 14.000 jadwal penerbangan dibatalkan, trum mengumumkan darurat cuaca di 12 negara bagian. Foto: Instagram@newyorktimes

Penulis:  Jacobus E. Lato  |   Editor: Priyo Suwarno

KREDONEWS.COM, NEW YORK- Badai salju ekstrem melanda sebagian besar wilayah  Amerika Serikat, menyebabkan korban jiwa dan gangguan besar pada transportasi serta kehidupan sehari-hari.  Suhu udara akibat badai salju ekstrem di AS turun drastis hingga mencapai -31°C (suhu angin dingin) di wilayah utara Pittsburgh.

Wilayah Timur Laut seperti New York, Pennsylvania, dan Massachusetts menghadapi suhu di bawah titik beku dengan angin dingin hingga -31°C pada 26-27 Januari 2026.

Di Selatan seperti Texas dan New Orleans, suhu anjlok di bawah 0°F (-18°C), bahkan mendekati rekor terendah historis.

Minneapolis dan Chicago catat suhu efektif -27°C dan -14°C akibat angin, sementara gelombang udara Arktik baru mempertahankan kondisi beku hingga akhir minggu.

Presiden Donald Trump menyebut badai ini “bersejarah” dan menyetujui deklarasi bencana darurat federal untuk 12 negara bagian seperti Carolina Selatan, Virginia, Tennessee, Georgia, dan lainnya pada 24 Januari 2026.

Ia menulis di Truth Social: “Kami akan terus memantau, dan tetap berhubungan dengan semua negara bagian yang dilalui badai ini. Tetap aman, dan tetap hangat.

Badai musim dingin ini telah menewaskan setidaknya 29 orang, dengan salju tebal hingga 50 cm di wilayah utara Pittsburgh dan suhu angin dingin mencapai -31°C.

Lebih dari 10.000 penerbangan dibatalkan di bandara besar seperti New York, Dallas, dan Atlanta, sementara pemadaman listrik massal melanda jutaan rumah di negara bagian seperti Georgia, Texas, dan Tennessee.

Cuaca ekstrem membentang 2.100 km dari Arkansas hingga New England, melumpuhkan lalu lintas, sekolah, dan aktivitas ekonomi.

Gelombang udara Arktik baru diprediksi mempertahankan suhu beku, dengan potensi badai tambahan di Pantai Timur akhir pekan ini.

Badai saat ini parah, tapi tidak disebut sebagai yang terburuk dalam 60 tahun oleh sumber kredibel; klaim serupa lebih sering dikaitkan dengan badai di Rusia baru-baru ini.

Insiden masa lalu seperti badai 2022 di Buffalo (34 tewas) atau 2016 (salju >60 cm) menunjukkan pola serupa tanpa gelar “terburuk 60 tahun” untuk 2026.

Badai salju ekstrem di AS saat ini sangat mengganggu penerbangan domestik dan internasional. Lebih dari 14.000 penerbangan dibatalkan dalam dua hari terakhir akibat salju tebal, hujan beku, dan suhu ekstrem.

Pada 25-26 Januari 2026, sekitar 11.000 penerbangan dibatalkan dalam sehari saja, mendekati rekor pandemi Covid-19. Bandara seperti LaGuardia (New York), Ronald Reagan (Washington DC), dan JFK mengalami penutupan sementara, dengan 80-94% jadwal batal.

  • Bandara di Pantai Timur (Boston, New York, Philadelphia) paling parah karena salju hingga 50 cm dan angin kencang.

  • Charlotte Douglas (Carolina Utara) batalkan 554 penerbangan; Newark Liberty hingga 83%.

American Airlines bebaskan biaya ganti tiket dan tambah penerbangan cadangan. Departemen Perhubungan AS targetkan normalisasi pada 28 Januari, tapi penundaan masih berlanjut akibat de-icing sulit dan landasan licin.

Badai salju ekstrem di AS tidak menyediakan angka pasti jumlah orang yang batal bepergian secara keseluruhan.

Laporan hanya fokus pada pembatalan penerbangan massal, dengan total lebih dari 14.000 penerbangan dibatalkan dalam dua hari (25-26 Januari 2026), yang kemungkinan memengaruhi jutaan penumpang.

Setiap penerbangan komersial rata-rata membawa 100-200 penumpang, sehingga 11.000+ pembatalan sehari saja berpotensi menyusahkan 1-2 juta orang, ditambah penundaan 12.000+ penerbangan lainnya.

Bandara seperti LaGuardia (436 batal), JFK (443 batal), dan Charlotte Douglas (554 batal) paling parah terdampak.

Selain penerbangan, gangguan meluas ke kereta api, bus, dan jalan raya, tapi data penumpang darat tidak tersedia secara spesifik. Maskapai seperti American Airlines (1.489 batal) bebaskan biaya rescheduling untuk korban badai. **

En lien
Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Pertamina Beri Diskon BBM Rp450 per Liter, Begini Syaratnya

16 Agustus 2026 - 19:31 WIB

Update Gempa Flores: 47 Korban Tewas, 5.000 Orang Mengungsi

16 Agustus 2026 - 19:10 WIB

Menkeu Purbaya: Pemerintah Belum Akan Menaikkan Gaji ASN di 2027

16 Agustus 2026 - 18:59 WIB

Dapur SPPG Puri Mojokerto Meledak dan Terbakar, 5 Orang Terluka

16 Agustus 2026 - 18:04 WIB

Massa Pesilat Serang Desa Plumbon Gambang, Dua Warga Lukaluka Kaca Mobil Kades Pecah

16 Agustus 2026 - 17:17 WIB

Semarak 17-an di Graha Anggrek Mas, Kader Gerindra Sidoarjo Rebutan Hadiah Rp5 Juta

15 Agustus 2026 - 15:09 WIB

Gempa NTT M 7 Terasa di Makassar hingga Bali, 7 Meninggal Dunia

15 Agustus 2026 - 09:46 WIB

Gempa Mag 7,7 Guncang Flores, Pemerintah: Waspadai Tsunami

15 Agustus 2026 - 09:15 WIB

Iran Mampu Bikin Dunia Krisis Teknologi bagi Dunia: Helium dan Hormuz

14 Agustus 2026 - 23:10 WIB

Trending di News