Menu

Mode Gelap
Wamentan Sudaryono: 2,3 Juta Hewan Kurban Dipotong, Stok Aman & Bebas Penyakit Idul Adha Dorong Lonjakan Harga Pangan Nasional Sertipikat Jombang Menuju Kabupaten Bersih, Masuk 16 Terbaik Nasional IPP Mencapai 4,69, Jombang Raih Predikat Terbaik Jawa Timur dan Peringkat III Nasional Bongkar dan Bersihkan Ratoon, Areal Tebu 10.787 Ha Jombang Menuju Swasembada Gula 2028 Lewat Agrosolution 2025, Petrokimia Gresik Bersama 61.112 Petani Siap Wujudkan Swasembada Pangan

Headline

Inilah Skylab ‘Habal-habal’ Filipina: Satu Motor Bisa Angkut 10 Orang Penumpang

badge-check


					Inilah Skylab Habal-habal yang banyak beroperasi di pedesaan Filipina, satio motor 125 CC dimofogoksi sehingga mampu angkut 10 penumpang. Foto: acontercom.sv Perbesar

Inilah Skylab Habal-habal yang banyak beroperasi di pedesaan Filipina, satio motor 125 CC dimofogoksi sehingga mampu angkut 10 penumpang. Foto: acontercom.sv

Penulis: Jacobus E. Lato  |   Editor: Priyo Suwarno

KREDONEWS.COM, FILIPINA– Indonesia punya betor (becak motor). Tetapi di Filpina ada motor dengan julukan Skylab dan populer juga disebut Habal-habal. Satu motor dipasangi sayap kanan kiri, untuk tempat duduk bisa mencapai 10 orang.

Sepeda motor biasa dimodifikasi dengan menambahkan papan kayu panjang di sisi kanan dan kiri, mirip sayap atau rumah kecil, sehingga disebut “Skylab” karena bentuknya menyerupai satelit luar angkasa AS tahun 1970-an.

Kendaraan ini bisa menampung hingga 10 orang atau lebih, plus barang bawaan seperti hasil panen petani.

Digunakan di desa-desa terpencil Filipina, terutama Mindanao, untuk medan jalan rusak, sempit, atau berlumpur yang sulit dilalui mobil.

Sering jadi transportasi murah bagi warga miskin, siswa, turis penasaran, meski dianggap berbahaya karena beban berlebih.

Meski ilegal secara nasional karena melanggar aturan lalu lintas, jarang ditilang di pedesaan tanpa polisi. Pengemudi menyeimbangkan beban sambil off-road, tapi risikonya tinggi seperti kecelakaan di jalan curam.

Modifikasi Skylab (atau habal-habal) pada sepeda motor biasanya dilakukan secara sederhana oleh tukang las lokal di Filipina, tanpa panduan resmi karena bersifat ilegal dan berisiko.

Proses ini mengubah motor biasa seperti Honda TMX atau Yamaha DT jadi kendaraan “bersayap” untuk muat banyak orang di medan sulit.

Tarif naik Skylab (habal-habal) di Filipina bervariasi tergantung jarak, lokasi pedesaan, dan jumlah penumpang, biasanya sangat murah untuk transportasi lokal.

Tarif

  • Per orang, jarak pendek (1-5 km di desa Mindanao atau Siquijor): ₱20-50 (Rp 5.500-13.500), sering nego untuk grup.

  • Pakyaw/harian (tur penuh 8 jam, termasuk guide): ₱1.000-1.500 (Rp 270.000-400.000) untuk motor standar, lebih mahal untuk Skylab overload.

  • Per penumpang tambahan: +₱10-20/orang, muat hingga 8-10 orang.

Harga naik di musim hujan atau medan ekstrem; turis bayar lebih (2x lipat). Bayar tunai peso Filipina, nego di tempat, ilegal di kota besar jadi jarang ada tarif tetap.

Bahan Diperlukan
  • Sepeda motor 125-150cc dengan rangka kuat (misalnya Honda XRM).

  • Pipa besi atau baja diameter 1-2 inci (panjang 2-3 meter per sisi).

  • Papan kayu tebal 2-3 cm (panjang 2-3 meter, lebar 30-40 cm per sisi).

  • baut, mur, las listrik, cat anti karat, dan ban tambahan opsional.

Modifikasi

  1. Persiapan Rangka: Lepas jok belakang dan fender jika perlu, lalu las tambahan bracket kuat di sisi kanan-kiri rangka belakang motor, sejajar dengan shockbreaker agar stabil.

  2. Pasang Sayap Besi: Potong pipa besi jadi 2 batang panjang per sisi (satu atas, satu bawah), las secara diagonal membentuk “X” atau segitiga untuk kekuatan, sambungkan ke rangka utama dengan baut kuat.

  3. Tambah Papan Kayu: Bor lubang di papan kayu, pasang ke rangka besi pakai baut dan mur anti goyang, beri lapisan kayu tambahan atau rantai pengaman di ujung untuk penumpang.

  4. Penguatan Akhir: Las tambahan penyangga vertikal di tengah sayap, ganti shockbreaker lebih keras, pasang pegangan tangan besi, dan cat ulang. Uji coba kosong dulu di medan off-road.

Modifikasi ini murah (sekitar Rp 5-10 juta), tapi sangat berbahaya karena overload bisa sebabkan kecelakaan. Di Filipina, hanya tukang desa yang biasa buat tanpa desain engineer, hindari di Indonesia karena melanggar UU Lalu Lintas. **

En lien
Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Kasus Korupsi di BGN, Pengacara Krisna Murti: Sony Sanjaya Prosedural, selalu Lapor dan Dibawah Pengawasan NSD

19 Juni 2026 - 17:05 WIB

Bantuan 9 Paket Senilai Rp1,48 M untuk Pengembangan Ayam Petelur Jombang

19 Juni 2026 - 13:29 WIB

Menelisik Akar Terorisme (21): Penjahat Jadi Simbol Perlawanan Rakyat

19 Juni 2026 - 12:43 WIB

Polisi Tahan Oknum Guru SMK di Pare, Pakai Akun Cewek untuk Berbuat Cabul kepada Siswanya

19 Juni 2026 - 05:40 WIB

Kiai Said dan Kiai Imjaz Serukan Pesantren Sudah Saatnya Menjadi Top of the Mind Masa Depan

19 Juni 2026 - 05:14 WIB

Tour de Mawil-4, 50 Aktivis Lingkungan Bersihkan Pesisir Taman Penyu Tatar Sepang Sumbawa Barat

18 Juni 2026 - 21:01 WIB

Siapkan Saldo Segini, Jakarta Surabaya Tanpa Diskon Libur Sekolah

18 Juni 2026 - 19:30 WIB

Wamenperin Ungkap Industri Kecil Belum Siap Ikut Wajib Halal Oktober

18 Juni 2026 - 19:23 WIB

Dinsos Jombang Sosialisasi Pembinaan: Hadirkan Narasumber dari Kejaksaan Pendamping Hukum LKS/LKSA

18 Juni 2026 - 18:35 WIB

Trending di News