Penulis: Jacobus E Lato | Editor: Yobie Hadiwijaya
KREDONEWS.COM. JAKARTA-Film horor Indonesia Sewu Dino kembali menjadi bahan perbincangan hangat setelah hadirnya Janur Ireng di layar bioskop sebagai prekuel yang membuka tabir asal-usul kutukan seribu hari.
Kehadiran film ini memperluas semesta horor yang sebelumnya lahir dari thread X karya Simple Man, dan kini semakin menegaskan daya tarik kisah mistis yang membalut budaya lokal dengan nuansa gelap penuh ketegangan.
Sewu Dino sendiri mengisahkan Sri, seorang perempuan muda yang menerima pekerjaan berbahaya: membersihkan kutukan santet selama seribu hari penuh.
Tugas itu menempatkan dirinya bersama dua rekannya, Erna dan Dini, dalam pusaran teror yang tak mengenal ampun. Ketika mereka merawat Dela, korban santet mematikan, tekanan batin dan gangguan gaib semakin meruncing, terlebih saat aturan ritual mulai dilanggar tanpa sengaja.
Mikha Tambayong tampil sebagai Sri dengan karakter kuat dan emosional, sementara Givina Lukita Dewi dan Agla Artalidia menghadirkan dinamika ketakutan yang saling mempengaruhi. Kehadiran aktor berpengalaman seperti Marthino Lio, Rio Dewanto, dan Pritt Timothy mempertegas nuansa kelam cerita serta konflik kekuasaan yang melibatkan praktik ilmu hitam berbahaya.
Sementara itu, Janur Ireng membawa penonton jauh ke masa sebelum peristiwa Sewu Dino. Film ini menyoroti kisah Sabdo dan Intan yang terjebak dalam konflik keluarga dan kekuatan mistis mematikan.
Kehidupan sederhana mereka berubah drastis setelah tragedi kebakaran rumah keluarga, yang kemudian menyeret keduanya ke dalam lingkaran ritual gelap lewat campur tangan sang paman, Arjo Kuncoro. Dari sinilah misteri kutukan bermula, menjadi pemicu tragedi besar yang kelak mewarnai semesta Sewu Dino.***











