Menu

Mode Gelap
Wamentan Sudaryono: 2,3 Juta Hewan Kurban Dipotong, Stok Aman & Bebas Penyakit Idul Adha Dorong Lonjakan Harga Pangan Nasional Sertipikat Jombang Menuju Kabupaten Bersih, Masuk 16 Terbaik Nasional IPP Mencapai 4,69, Jombang Raih Predikat Terbaik Jawa Timur dan Peringkat III Nasional Bongkar dan Bersihkan Ratoon, Areal Tebu 10.787 Ha Jombang Menuju Swasembada Gula 2028 Lewat Agrosolution 2025, Petrokimia Gresik Bersama 61.112 Petani Siap Wujudkan Swasembada Pangan

Headline

Gunung Bur Ni Telong Status Siaga III, 11 Kali Gempa Ribuan Rakyat Aceh Diungsikan

badge-check


					Terancam erupsi, gunung Bur Ni Telong, ketinggian puncak berkisar sekitar 2.617–2.623 meter di atas permukaan laut . Di wilayah Bener Meriah Aceh. Foto: Global Volcanism Program Perbesar

Terancam erupsi, gunung Bur Ni Telong, ketinggian puncak berkisar sekitar 2.617–2.623 meter di atas permukaan laut . Di wilayah Bener Meriah Aceh. Foto: Global Volcanism Program

Penulis:  Yusran Hakim  |   Editor: Priyo Suwarno

KREDONEWS.COM, ACEH– Wilayah Aceh mengalami 11 kali gempa bumi dalam rentang waktu kurang dari 12 jam pada Rabu, 31 Desember 2025,  bersamaan dengan naiknya status Gunung Bur Ni Telong di Kabupaten Bener Meriah, Provinsi Aceh,  menjadi Level III (Siaga).

Ribuan warga di sekitar gunung berapi tersebut telah dievakuasi ke tempat aman sebagai langkah antisipasi.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Geofisika Aceh Besar mencatat gempa-gempa tersebut terjadi sejak pukul 00.00 WIB hingga 11.10 WIB, menyebar di beberapa kabupaten dengan magnitudo bervariasi.

“Per tanggal 31 Desember 2025 pukul 00.00 WIB sampai dengan sekarang sudah 11 kali terjadi gempa untuk seluruh wilayah Aceh,” kata Kepala BMKG Stasiun Geofisika Aceh Besar Andi Azhar Rusdin.

Gempa terkuat terjadi pada pukul 09.13 WIB dengan magnitudo 4,4 di Kabupaten Aceh Jaya pada kedalaman 10 kilometer. Rangkaian gempa lainnya mengguncang Pidie Jaya, Gayo Lues, Bener Meriah, dan Subulussalam dengan magnitudo berkisar antara 1,2 hingga 2,8.

Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Badan Geologi Kementerian ESDM secara resmi menaikkan status aktivitas Gunung Bur Ni Telong dari Level II (Waspada) menjadi Level III (Siaga) pada Selasa (30/12) pukul 22.45 WIB.
Pelaksana Tugas Kepala Badan Geologi Lana Saria menjelaskan bahwa pada 30 Desember antara pukul 20.43 WIB hingga 22.45 WIB, terekam tujuh kali gempa yang terasa oleh warga dengan lokasi hiposenter sekitar 5 kilometer sebelah barat daya puncak Gunung Bur Ni Telong.

Selain itu, hingga pukul 22.45 WIB tercatat 7 kali gempa vulkanik dangkal, 14 kali gempa vulkanik dalam, 1 kali gempa tektonik lokal, dan 1 kali gempa tektonik jauh.

“Rentetan kejadian ini menunjukkan adanya aktivitas magma yang mudah terpicu oleh gempa tektonik di sekitar Gunung Bur Ni Telong,” kata Lana.

Pemerintah Kabupaten Bener Meriah segera mengevakuasi warga dari lima desa dalam radius 5 kilometer, yakni Rembune, Pantan Pediangan, Pajar Harapan, Damaran Baru, dan Bukit Mulia. Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Bener Meriah Ilham Abdi mengatakan sekitar dua ribu warga telah mengungsi ke Kampus Unsyiah di kawasan Lampahan.

Potensi Bahaya
Badan Geologi mengingatkan adanya sejumlah potensi bahaya, di antaranya erupsi yang dipicu oleh gempa tektonik serta erupsi freatik, yaitu letusan uap atau gas tanpa keluarnya magma yang dapat terjadi secara tiba-tiba.
Masyarakat juga diminta mewaspadai potensi hembusan gas vulkanik di sekitar area solfatara dan fumarol, yang berisiko menimbulkan gangguan kesehatan jika terhirup dalam konsentrasi tinggi.

Lana mengimbau agar warga dan wisatawan tidak beraktivitas dalam radius 4 kilometer dari kawah serta menghindari kawasan fumarol dan solfatara. Aktivitas kegempaan di Gunung Bur Ni Telong telah teramati sejak Juli 2025 dan meningkat secara intensif dengan kedalaman yang semakin dangkal pada November hingga Desember 2025.

BMKG mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan hanya mengacu pada informasi resmi dari kanal komunikasi yang terverifikasi.

Gunung Bur Ni Telong adalah gunung api tipe strato yang terletak di Provinsi Aceh dan saat ini menjadi salah satu gunung berapi yang diawasi ketat karena aktivitas vulkaniknya meningkat.

Lokasi dan Administrasi

  • Berada di Kabupaten Bener Meriah, Provinsi Aceh.

  • Pendakian dan akses umumnya melalui wilayah Bener Meriah, dengan kawasan sekitarnya juga berkaitan dengan Aceh Tengah secara geografis.

Tipe Gunung dan Morfologi

  • Termasuk gunung api tipe strato (gunung berapi kerucut) dengan bentuk kerucut dan lereng yang relatif terjal.

  • Memiliki kawah aktif dengan zona solfatara dan fumarol yang mengeluarkan gas vulkanik.

Ketinggian dan Koordinat

  • Ketinggian puncak berkisar sekitar 2.617–2.623 meter di atas permukaan laut menurut berbagai sumber pemantauan dan referensi geologi.

  • Secara koordinat berada di sekitar 4°46′ Lintang Utara dan 96°49′ Bujur Timur (format derajat-menit-detik sedikit bervariasi antar sumber teknis).

Sejarah Erupsi

  • Tercatat pernah meletus beberapa kali pada era 1800–1900-an, antara lain sekitar tahun 1837, 1839, 1856, 1919, dan 1924 Masehi.

  • Dalam beberapa tahun terakhir aktivitas kegempaan vulkanik dan tektonik di sekitar tubuh gunung meningkat, sehingga statusnya beberapa kali dinaikkan (Normal → Waspada → Siaga) oleh otoritas geologi.

  • Memiliki ekosistem pegunungan dengan vegetasi khas seperti edelweis dan kantong semar yang sering menjadi objek ekowisata.

  • Menjadi salah satu destinasi pendakian favorit di Aceh, dengan jalur yang menawarkan panorama hutan, satwa endemik seperti kedih dan siamang, serta berbagai jenis burung Sumatera.

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Bocah 7 Tahun Korban Penculikan Tewas, Pelaku Minta Tebusan Rp200 Juta

4 Juni 2026 - 15:38 WIB

Pancasila Mengejawantahkan Bumi Nurani Manusia

4 Juni 2026 - 13:06 WIB

Presiden Prabowo: Jangan Ada yang Ganggu Proses Hukum terhadap Pimpinan BGN

4 Juni 2026 - 11:43 WIB

Pelantikan APINDO Jombang: Sinergi Pemkab dan Pengusaha Genjot Investasi & Perluas Lapangan Kerja

4 Juni 2026 - 10:55 WIB

Ketua DPK APINDO Jombang, Drs Fathurahman mengibarkan pataka APINDO, saat pelantikan di pendopo Pemkab Jombang, Kamis, 4 Juni 2026. Foto: ist

12 Jam Diperiksa, Kejaksaan Agung Langsung Menahan Dadan, Lodewyk dan Sony

3 Juni 2026 - 20:13 WIB

Harga Cabai Rawit Merah Dekati Rp100 Ribu per Kg, Berikut Rincian Pangan Lainnya

3 Juni 2026 - 19:46 WIB

3 Warga Jombang Tewas Tersengat Listrik di Bekasi, Dedi Mulyadi Beri Santunan Duka Rp 50 Juta/ Orang

3 Juni 2026 - 16:16 WIB

Menelisik Akar Terorisme (12): Teror Suci dan Perang Agama Prancis

3 Juni 2026 - 13:15 WIB

Detik-detik Tim Kejaksaan Agung Menjemput Dadan Hindayana, Lodewyk Pusung dan Sony Sonjaya

3 Juni 2026 - 12:39 WIB

Trending di News