Menu ✖

Mode Gelap
BPS Catat Harga Daging Sapi Nasional Sudah di Atas HAP Wamentan Sudaryono: 2,3 Juta Hewan Kurban Dipotong, Stok Aman & Bebas Penyakit Idul Adha Dorong Lonjakan Harga Pangan Nasional Sertipikat Jombang Menuju Kabupaten Bersih, Masuk 16 Terbaik Nasional IPP Mencapai 4,69, Jombang Raih Predikat Terbaik Jawa Timur dan Peringkat III Nasional Bongkar dan Bersihkan Ratoon, Areal Tebu 10.787 Ha Jombang Menuju Swasembada Gula 2028

Nasional

Hampir 5.000 Siswa SMK di Jatim akan Ikuti Program Magang Kerja Luar Negeri

badge-check


					Aries Agung Paewai Kepala Dinas Pendidikan Jawa Timur saat ditemui di Surabaya. Perbesar

Aries Agung Paewai Kepala Dinas Pendidikan Jawa Timur saat ditemui di Surabaya.

Penulis: Wibisono | Editor: Yobie Hadiwijaya

KREDONEWS.COM, SURABAYA-Sebanyak 3.186 siswa SMK di Jawa Timur (Jaim) diusulkan untuk mengikuti program kerja magang di Luar Negeri pada tahun 2026 mendatang, dengan tujuan ke 11 negara.

Aries Agung Paewai Kepala Dinas Pendidikan (Kadindik) Jatim mengatakan program kerja magang luar negeri tersebut sebagai upaya untuk meningkatkan daya serap tenaga kerja lulusan SMK.

Selain itu, dia menyebut sebanyak 1.734 lulusan SMK siap berangkat sebagai Pekerja Migran profesional. Sehingga, jumlah siswa SMK yang berpotensi bekerja di luar negeri hampir mencapai 5.000 orang.

“Hampir 5000 anak anak kita akan menyerbu pasar global yang tersebar di 11 negara. Seperti Jepang, Korea, Jerman, Malaysia, Singapura, Australia, Arab Saudi, China, Bulgaria, Brunei Darussalam dan Taiwan. Ini tentu capaian besar kita,” ujar Aries dalam keterangannya, Jumat (5/12/2025).

Meski begitu Aries mengaku bahwa kemampuan bahasa masih menjadi kendala bagi siswa untuk berkecimpung di industri global.

“Tapi kita juga dihadapkan pada tantangan bahwa bahasa menjadi tantangan untuk anak-anak kita saat berebut peluang kerja di industri global,” tuturnya.

Aries mengungkapkan ada tiga langkah strategis yang disiapkan Pemprov Jatim untuk membantu siswa SMK supaya mampu bersaing di industri global.

Langkah pertama adalah memperkuat link and match antara SMK dan dunia industri. Ia mendorong sekolah untuk menghadirkan lebih banyak keterlibatan industri dalam proses pembelajaran, mulai dari pemberian materi, teknik kejuruan, hingga praktik langsung.

Langkah kedua adalah percepatan sertifikasi dan penyediaan mikro-kredensial bagi siswa serta calon pekerja migran. Dalam hal ini Aries menekankan pentingnya paspor kompetensi yang diakui secara profesional, terutama bagi lulusan yang akan bersaing di pasar global.

Selain itu Kadindik menegaskan bahwa karakter disiplin tetap menjadi modal utama agar lulusan dapat bertahan. Aries menyebut sejumlah siswa pernah dipulangkan dari Jepang karena kurang disiplin.

Lalu strategi ketiga adalah memperluas perlindungan dan akses pasar kerja, termasuk bagi Pekerja Migran Indonesia (PMI).

Aries berharap masukan dari para PMI dapat membantu penyempurnaan program magang agar berkelanjutan dan berujung pada penempatan kerja setelah siswa lulus. Sebab, sebanyak 26–27 persen pekerja migran Indonesia berasal dari Jatim.

“Saat ini kita memerlukan penguatan dan mendorong secara masif sertifikasi kompetensi, peningkatan keahlian bahasa asing serta mendorong pengetahuan budaya dan regulasi negara tujuan. Ini penting bagi kita untuk menyiapkan anak-anak bekerja di pasar global,” ungkap Aries.***

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Wapres Kunjungi Pabrik Sepeda di Sidoarjo, Dorong Penyelarasan Pendidikan dan Kebutuhan Industri

16 Oktober 2026 - 19:57 WIB

Menteri Sosial Ungkap Warga RI yang Kebagian HP Gratis dari Pemerintah

15 Oktober 2026 - 18:37 WIB

Pertalite Kosong di Sejumlah SPBU Surabaya

15 Oktober 2026 - 18:17 WIB

Bantuan Pangan Oktober-Desember Mulai Disalurkan Via Kopdes

14 Oktober 2026 - 20:24 WIB

Akibat Modifikasi, KM Feronia Tak Tahan Digempur Hukum Fisika

14 Oktober 2026 - 20:06 WIB

Mentan Siapkan Rp3 T Bangun Pusat Pengembangan Bibit Ayam di Malang

13 Oktober 2026 - 19:24 WIB

Pengusaha Buka Suara Soal Pembatasan Gas Industri

13 Oktober 2026 - 19:11 WIB

Restitusi Macet Jadi Ancaman UMKM

13 Oktober 2026 - 19:06 WIB

Meski Putusan MA Inkrah, Pengasuh Ponpes Mahdiy Sidoarjo Resmi Laporkan Dugaan Keterangan Palsu ke Polisi

10 Oktober 2026 - 21:42 WIB

Trending di Nasional