Menu

Mode Gelap
Wamentan Sudaryono: 2,3 Juta Hewan Kurban Dipotong, Stok Aman & Bebas Penyakit Idul Adha Dorong Lonjakan Harga Pangan Nasional Sertipikat Jombang Menuju Kabupaten Bersih, Masuk 16 Terbaik Nasional IPP Mencapai 4,69, Jombang Raih Predikat Terbaik Jawa Timur dan Peringkat III Nasional Bongkar dan Bersihkan Ratoon, Areal Tebu 10.787 Ha Jombang Menuju Swasembada Gula 2028 Lewat Agrosolution 2025, Petrokimia Gresik Bersama 61.112 Petani Siap Wujudkan Swasembada Pangan

Nasional

Gunung Semeru Meletus Tiga Kali Sehari setelah Statusnya Diturunkan

badge-check


					Semeru erupsi Perbesar

Semeru erupsi

Penulis: Yoli Andi Purnomo | Editor: Yobie Hadiwijaya

KREDONEWS.COM, JAKARTA-Gunung Semeru di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, mengalami tiga letusan pada Minggu pagi (30/11/2025), hanya sehari setelah statusnya diturunkan dari Level IV (Awas) menjadi Level III (Waspada).

Letusan pertama terjadi pukul 05.09 WIB dengan tinggi kolom abu mencapai 500 meter, disusul letusan kedua pukul 05.30 WIB dengan tinggi kolom abu mencapai 700 meter, dan letusan ketiga pukul 06.30 WIB yang menyemburkan abu vulkanik setinggi 800 meter di atas puncak.

“Erupsi Gunung Semeru terjadi pada hari Minggu, 30 November 2025, pukul 06.30 WIB dengan tinggi kolom abu teramati ± 800 m di atas puncak (± 4.476 m di atas permukaan laut),” ujar petugas pos pengamatan gunung api, Mukdas Sofian.

Kolom abu teramati berwarna putih hingga abu-abu dengan intensitas tebal mengarah ke barat daya, dengan erupsi yang terekam di seismograf memiliki amplitudo maksimum 22 mm.

Penurunan status Gunung Semeru dari Waspada menjadi Siaga dilakukan pada hari Sabtu (29/11/2025) pukul 09.00 WIB setelah Badan Geologi menilai aktivitas gunung berapi tertinggi di Pulau Jawa ini didominasi oleh proses permukaan tanpa indikasi peningkatan pasokan magma baru dari kedalaman. Namun, aktivitas vulkanik tetap tinggi dengan tercatatnya 41 letusan pada hari Sabtu.

Pelaksana Tugas Kepala Badan Geologi, Lana Saria, menjelaskan bahwa data seismik dan deformasi tidak menunjukkan adanya intrusi baru atau peningkatan tekanan magmatik. “Parameter variasi kecepatan seismik mengalami penurunan menjelang peristiwa aliran piroklastik pada 19 November 2025 dan kemudian cenderung kembali stabil, menunjukkan bahwa sistem vulkanik berada dalam fase relaksasi,” ujarnya.

Masyarakat diimbau untuk tidak beraktivitas di sektor tenggara sepanjang Besuk Kobokan dalam radius 13 km dari puncak, dan tidak beraktivitas dalam radius 2,5 km dari puncak karena risiko lontaran batu pijar.

Di luar jarak tersebut, masyarakat diimbau untuk tidak beraktivitas dalam radius 500 meter dari tepian sungai di sepanjang Besuk Kobokan karena potensi ekspansi aliran piroklastik dan aliran lahar.​

Bupati Lumajang Indah Amperawati telah memperpanjang status tanggap darurat bencana erupsi Gunung Semeru selama tujuh hari, terhitung mulai 26 November hingga 2 Desember 2025. Kebijakan ini memastikan perlindungan maksimal bagi warga dan kelancaran penanganan dampak bencana di tengah ancaman utama awan panas dan potensi lahar dingin seiring meningkatnya intensitas curah hujan.****

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Bahlil Ungkap CNG Merah Putih 3 Kg Bakal Digarap Bersama Pindad

21 Juli 2026 - 18:52 WIB

Polres Bangkalan Ungkap Kekerasa Seksual Anak Bawah Umur

21 Juli 2026 - 18:40 WIB

Kekeringan Meluas, BPBD Jatim Catat 14 Kabupaten Berstatus Darurat

20 Juli 2026 - 19:14 WIB

Usaha Rumahan Ikut Didata, BPS Pastikan Bukan untuk Urusan Pajak

20 Juli 2026 - 18:54 WIB

Arab Saudi Jajaki Bandara Dhoho Kediri Layani Penerbangan Haji dan Umrah

19 Juli 2026 - 19:10 WIB

Tanpa Biaya Administrasi Produk UMKM Bisa Mejeng di Ritel Modern

19 Juli 2026 - 18:59 WIB

Akses Jalan Jati–Banjarbendo Masih Diperebutkan, Pemkab Sidoarjo Ajukan Banding

19 Juli 2026 - 11:36 WIB

Runway Bandara Juanda Direvitalisasi, Airbus A380 Ditarget Bisa Mendarat

17 Juli 2026 - 20:25 WIB

ITS Pastikan Tak Ada Mahasiswa Gagal Kuliah karena Faktor Ekonomi

17 Juli 2026 - 19:53 WIB

Trending di Nasional