Menu

Mode Gelap
Wamentan Sudaryono: 2,3 Juta Hewan Kurban Dipotong, Stok Aman & Bebas Penyakit Idul Adha Dorong Lonjakan Harga Pangan Nasional Sertipikat Jombang Menuju Kabupaten Bersih, Masuk 16 Terbaik Nasional IPP Mencapai 4,69, Jombang Raih Predikat Terbaik Jawa Timur dan Peringkat III Nasional Bongkar dan Bersihkan Ratoon, Areal Tebu 10.787 Ha Jombang Menuju Swasembada Gula 2028 Lewat Agrosolution 2025, Petrokimia Gresik Bersama 61.112 Petani Siap Wujudkan Swasembada Pangan

Internasional

Sekelompok Remaja 13 Tahun Ciptakan Kondom Pintar, Dapat Penghargaan

badge-check


					Sekelompok Remaja 13 Tahun Ciptakan Kondom Pintar, Dapat Penghargaan Perbesar

Penulis: Jayadi | Editor: Aditya Prayoga

KREDONEWS.COM, LONDON-Sekelompok mahasiswa di Isaac Newton Academy di Essex, Inggris, telah menciptakan kondom “pintar” untuk mendeteksi infeksi menular seksual (IMS) pada pemakainya.

Disebut S.T.Eye, kondom lateks ini dilapisi antibodi yang akan bereaksi dengan bakteri penyebab IMS, memicu perubahan warna.

Perubahan warna ini akan terjadi di kedua sisi kondom. Jika terdapat IMS, warna kondom akan berubah menjadi hijau untuk klamidia, ungu untuk kutil kelamin, biru untuk sifilis, dan kuning untuk herpes.

Ide ini, yang masih dalam tahap konsep, merupakan gagasan Daanyaal Ali (14), Chirag Shah (14), dan Muaz Nawaz (13), yang memenangkan penghargaan TeenTech minggu ini atas proposal mereka.

Kompetisi ini mendorong remaja berusia 11-16 tahun untuk menciptakan “teknologi yang membuat hidup lebih baik, lebih sederhana, atau lebih mudah”, dan mencakup hadiah uang sebesar £1.571 (Rp35 juta, Kurs Rp22 ribu) dan perjalanan ke Istana Buckingham.

Para pemenang mengatakan kepada BBC Newsbeat bahwa mereka terinspirasi oleh metode tes HIV bernama Elisa yang menggunakan teknik perubahan warna.

“Setelah cairan tubuh bersentuhan dengan lateks (kondom) , jika orang tersebut menderita IMS, hal itu akan menyebabkan reaksi yang memicu reaksi antibodi yang menyebabkan perubahan warna,” jelas Ali.

Mereka ingin membuat pendeteksian IMS berbahaya menjadi lebih aman dan mudah, dalam kenyamanan rumah dan tanpa rasa malu pergi ke klinik.

“Kami menyadari betapa besarnya pasar kondom ada lebih dari 450.000 kasus IMS di Inggris pada tahun 2013 saja,” kata Ali.

Para mahasiswa muda tersebut telah dihubungi oleh sebuah perusahaan kondom yang tertarik untuk mengembangkan konsep ini lebih lanjut.

Mark Lawton, konsultan kesehatan seksual dan HIV di Royal Liverpool Hospital, kepada BBC. mengatakan bahwa teknologi untuk mengubah warna dengan adanya antigen memang terjadi.

Biasanya, proses ini membutuhkan beberapa bahan kimia tambahan, dan dengan kondom, Anda tentu perlu memastikan bahwa bahan kimia tersebut tidak berbahaya, beracun, atau menyebabkan iritasi.***

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Chee Kit Chong WN Australia Dinyatakan Bersalah Memperbudak Lansia Indonesia

28 Mei 2026 - 21:45 WIB

Partai Kecoak Merayap ke Politik India

22 Mei 2026 - 18:17 WIB

Komputer Tak Laku, Terancam Tak Ada Orang Mau Beli Laptop

10 Mei 2026 - 19:12 WIB

Naskah Alkitab Perjanjian Baru 42 Halaman yang Hilang Ditemukan

3 Mei 2026 - 19:02 WIB

Pakar Estetik Bedah Plastik, Dr Sophia Heng: Penyempurnaan, Bukan Perubahan Total

26 April 2026 - 10:40 WIB

KPJ Sabah Specialist Hospital, Pusat Perawatan Kesehatan yang Makin Mendunia Pilihan Pasien Indonesia

22 April 2026 - 11:39 WIB

Kabar Baik 2 Kapal Pertamina Bersiap Melintas Selat Hormuz

19 April 2026 - 19:52 WIB

Ke Sabah, Merawat Kesehatan Sekaligus Berwisata

19 April 2026 - 16:43 WIB

Kutu Pembunuh Menyerang Korea Selatan, 422 Orang Meninggal

15 April 2026 - 19:06 WIB

Trending di Internasional