Menu ✖

Mode Gelap
BPS Catat Harga Daging Sapi Nasional Sudah di Atas HAP Wamentan Sudaryono: 2,3 Juta Hewan Kurban Dipotong, Stok Aman & Bebas Penyakit Idul Adha Dorong Lonjakan Harga Pangan Nasional Sertipikat Jombang Menuju Kabupaten Bersih, Masuk 16 Terbaik Nasional IPP Mencapai 4,69, Jombang Raih Predikat Terbaik Jawa Timur dan Peringkat III Nasional Bongkar dan Bersihkan Ratoon, Areal Tebu 10.787 Ha Jombang Menuju Swasembada Gula 2028

Headline

Waduh! ‘Byorka’ Malah Merilis Basis Data 341.800 Personel Polri secara Gratis

badge-check


					Inilah unggahan sanggahan dari akun mengaku sebagai Bjorka, pada tanggal 4 Oktober 2025, situs NetLeaks atas nama “Bjorka” merilis basis data 341.800 personel Polri dalam bentuk CSV (pangkat, nama, unit, nomor HP, email). Instagram@merdekasiber Perbesar

Inilah unggahan sanggahan dari akun mengaku sebagai Bjorka, pada tanggal 4 Oktober 2025, situs NetLeaks atas nama “Bjorka” merilis basis data 341.800 personel Polri dalam bentuk CSV (pangkat, nama, unit, nomor HP, email). Instagram@merdekasiber

Penulis: Yusran Hakim    |   Editor: Priyo Suwarno

KREDONEWS.COM, JAKARTA– Hacker ‘Bjorka’ seolah meledek aparat kepolisian, setelah konferensi pers keberhasilannya menangkap WFT, 21, pemuda asal Minahasa Utara, sebagai tersangka kasus pembobolan sistus di Indonesia. Pada tanggal 4 Oktober 2025, situs NetLeaks atas nama “Bjorka” merilis basis data 341.800 personel Polri dalam bentuk CSV (pangkat, nama, unit, nomor HP, email).

“Bjorka” juga menulis pesan sindiran: “since the police in Indonesia allege that they have arrested me… you can only catch me in your dreams.” Rilis ini ditandai sebagai FREE dengan tanggal pelanggaran September 2025.

Semakin tegas bahwa WFT, bukanlah Bjorka sesungguhnya. Ia hanyalah ‘korban’ salah tangkap, dan hanya mengaku-ngaku sebagai Bjorka.

Sebelumnya, pada 23 September 2025, polisi menangkap WFT (22) di Minahasa sebagai pemilik akun X bernama “@bjorka/@Bjorkanesiaa” dalam perkara akses ilegal dan manipulasi data bank yang sempat diklaim mencapai 4,9 juta akun.

Pernyataan ini dipaparkan ke publik pada 2 Oktober 2025 oleh jajaran Polda Metro Jaya, sembari menegaskan proses masih berjalan, demikian tulis akun instagram@merdekasiber, Minggu 5 Oktober 2025.

Sejumlah riset luar mengenai Skywave yang terkait dengan Babuk-bjorka menyebut bahwa data-data yang dijual oleh WFT adalah data yang dijual kembali yang sebelumnya sudah bocor. Dalam aksinya WFT bergonta ganti username yang salah satunya memakai topeng “Bjorka Asli”.

Analisis internal kami terhadap artefak “babuk bjorka” yang sempat dirilis WFT februaru 2025 menunjukkan tidak ada keterkaitan teknis dengan infrastruktur/jejak publik Bjorka di NetLeaks yang dikonfirmasi oleh “Bjorka Asli” melalui telegram, yang menyebut Skywave adalah seorang “Impostor” yang menggunakan nickname dirinya.

Sanggahan atau klarifikasi terkait rilis data 341.800 personel Polri oleh akun yang mengaku Bjorka pada 4 Oktober 2025 antara lain sebagai berikut:

Data yang dirilis adalah data personel Polri berisi nama, pangkat, satuan tugas, nomor HP, dan email dalam format CSV.

Pakar keamanan siber Teguh Aprianto menyatakan data tersebut adalah data lama, sekitar tahun 2016, sehingga sebagian orang dalam data sudah purnawirawan. Data ini bukan data terbaru Polri.

Penangkapan seorang pria berinisial WFT yang mengaku sebagai pemilik akun Bjorka diragukan sebagai Bjorka asli. Teguh menduga yang ditangkap adalah orang yang meniru identitas Bjorka.

Setelah penangkapan WFT oleh Polda Metro Jaya, akun Bjorka tetap merilis data anggota Polri tersebut secara gratis pada 4 Oktober 2025.

Kalimat sindiran di situs rilis Bjorka yang berbunyi “since the police in Indonesia allege that they have arrested me… you can only catch me in your dreams” menunjukkan bahwa Bjorka menyatakan belum tertangkap secara nyata, menegaskan bahwa pelaku peniruan bukan dirinya.

Dengan demikian, klaim bahwa data tersebut bocor dari Bjorka asli tidak dapat dipastikan karena pihak keamanan dan pakar menyatakan data itu lama dan penangkapan yang terjadi diduga bukan Bjorka asli. Bjorka juga memberikan tanggapan sindiran bahwa polisi hanya menangkap peniruan, bukan dirinya sendiri. **

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Polres Jombang Tanam Pohon Mangga, Alpukat dan Jambu di Taman Kebonrojo

23 Oktober 2026 - 14:48 WIB

Kadisnaker Jombang Isawan: Tempatkan 6.718 Naker Lewat Talenta dan Jemput Kerja 2026

23 Oktober 2026 - 08:23 WIB

Damkar Butuh 10 Jam untuk Padamkan Kebakaran Besar Pengolah Ban Bekas Trowulan

23 Oktober 2026 - 07:14 WIB

IHSG Hari Ini: Naik 3 Hari Beruntun, Terbaik Asia

22 Oktober 2026 - 18:55 WIB

Mahasiswa Unjuk Rasa di Kantor DPRD Jombang, Doni Angun: Kami Siap Tampung Seluruh Aspirasi

22 Oktober 2026 - 18:55 WIB

Protes Anggota Parlemen Malaysia kepada Presiden Prabowo: Kobongan Hutan Enggal Dipetni, Ojo Digawe Guyonan

22 Oktober 2026 - 17:14 WIB

Bupati Warsubi dan Jajaran Pemkab Jombang Nyekar ke Makam R. Ario Setyonegoro, Pendiri Jombang

22 Oktober 2026 - 12:52 WIB

Selain Membangun, Prajurit TMMD 130 Plandaan Juga Tingkatkan Strategi Komsos

22 Oktober 2026 - 09:41 WIB

Damkar Jibaku Padamkan Pasar Cukir Jombang 54 Kios Hangus

22 Oktober 2026 - 07:30 WIB

Trending di News