Menu

Mode Gelap
Wamentan Sudaryono: 2,3 Juta Hewan Kurban Dipotong, Stok Aman & Bebas Penyakit Idul Adha Dorong Lonjakan Harga Pangan Nasional Sertipikat Jombang Menuju Kabupaten Bersih, Masuk 16 Terbaik Nasional IPP Mencapai 4,69, Jombang Raih Predikat Terbaik Jawa Timur dan Peringkat III Nasional Bongkar dan Bersihkan Ratoon, Areal Tebu 10.787 Ha Jombang Menuju Swasembada Gula 2028 Lewat Agrosolution 2025, Petrokimia Gresik Bersama 61.112 Petani Siap Wujudkan Swasembada Pangan

News

BPBD Jombang Peduli Inklusi, Latih Siswa SLB Hadapi Bencana Alam

badge-check


					Kari kiri Stephanus Maria Eduat, S.IP., M.MB (Peppy) Supervisor Pengendali Operasional BPBD Kabupaten Jombang dan PLT Kalaksa BPBD Kabupaten Jombang,Wiko Bhirawa Filipe Diaz Quintas (Wiko) Perbesar

Kari kiri Stephanus Maria Eduat, S.IP., M.MB (Peppy) Supervisor Pengendali Operasional BPBD Kabupaten Jombang dan PLT Kalaksa BPBD Kabupaten Jombang,Wiko Bhirawa Filipe Diaz Quintas (Wiko)

Penulis: Jayadi | Editor: Aditya Prayoga

KREDONEWS.COM, JOMBANG-Kabupaten Jombang menegaskan komitmennya sebagai daerah ramah inklusi melalui simulasi evakuasi bencana yang melibatkan seluruh Sekolah Luar Biasa (SLB) di wilayahnya.

Kegiatan ini diselenggarakan oleh BPBD Jombang bertepatan dengan peringatan Hari Kesiapsiagaan Bencana (HKB) pada April 2025. Sebanyak 16 SLB, mulai jenjang SD, SMP, hingga SMA, ikut berpartisipasi.

PLT Kalaksa BPBD Kabupaten Jombang, Wiko Bhirawa Filipe Diaz Quintas,  menyatakan bahwa kegiatan ini merupakan wujud kepedulian terhadap penyandang disabilitas, pendamping, kepala sekolah, dan guru. “Bagi saya penyandang disabilitas tidak perlu ditutupi atau dikucilkan, justru perlu diberdayakan,” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa kegiatan dipusatkan di Lapangan Pulo, Jombang, meski simulasi juga dilakukan secara serentak di masing-masing SLB. “Kegiatan ini kita tampilkan secara live, ada tiga layar: satu untuk BNPB Pusat, satu untuk Provinsi, dan satu lagi untuk melaporkan kegiatan di masing-masing SLB,” jelasnya.

Wiko menambahkan, siswa mendapat pendampingan hingga mampu memberikan pertolongan kepada sesama saat bencana.

Suasana simulasi berlangsung penuh haru. Bupati, personel BPBD, siswa, dan para guru terlihat terenyuh menyaksikan semangat serta kerja sama yang terjalin selama pelatihan.

Momen tersebut menjadi bukti bahwa pendampingan yang tepat mampu membangkitkan rasa percaya diri bagi penyandang disabilitas.

Wiko menuturkan bahwa kegiatan ini merupakan yang kedua kalinya. “Yang pertama kami menjemput dari sejumlah sekolah untuk kemudian kami latih,” pungkasnya.

Supervisor Pengendali Operasional BPBD Kabupaten Jombang, Stephanus Maria Eduat, S.IP., M.MB (Peppy) memaparkan bahwa ide kegiatan ini berawal dari kesadaran bahwa kelompok paling rentan saat bencana adalah mereka yang membutuhkan perhatian khusus.

Menurutnya, kelompok rentan juga mencakup ibu hamil, ibu menyusui, dan lansia. Namun, tantangan terbesar ada pada siswa SLB.

“Kalau kita mau ngomongkan early warning system, untuk yang tidak berkebutuhan khusus cukup suara atau sirene. Tapi untuk adik-adik kita yang berkebutuhan khusus, mau ngapain? Kalau berbasis cahaya, yang buta tidak bisa melihat. Kalau berbasis suara, yang tuli tidak bisa mendengar,” jelasnya.

Oleh karena itu, BPBD menyesuaikan jalur evakuasi dan metode simulasi agar sesuai kebutuhan. Pelatihan dilakukan bersama guru serta pendamping.

“Akhirnya kami berhasil mensimulasikan, dan kesimpulannya fokus tetap pada adik-adik melalui para pendamping,” ujarnya.

Peppy menambahkan, simulasi gempa bumi dilaksanakan serentak di 16 SLB dengan melibatkan relawan dan personel BPBD.

Kegiatan ini mendapat perhatian khusus dari Bupati Jombang setelah mengetahui bahwa sekolah-sekolah tersebut belum pernah mendapatkan pelatihan serupa dari pemerintah daerah.

Meski dihadapkan pada banyak tantangan, Peppy menilai kegiatan ini membuahkan hasil positif. “Yang paling sukses itu mereka punya semangat hidup. Bukan hanya adik-adik, tapi juga para pendampingnya,” tegasnya.

Pelatihan dilaksanakan secara bertahap, mulai dari koordinasi dengan guru selama satu minggu, simulasi awal, hingga puncak acara yang disiarkan langsung ke BNPB Pusat, Provinsi, dan seluruh SLB di Kabupaten Jombang. **

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

4 Doktor Malaysia ke Plumbon Gambang: Desa yang Mengubah Limbah Kaca Jadi Manik Berharga

11 Juni 2026 - 18:18 WIB

Piala Dunia 202: Inilah Rundown Pembukaan serta 12 Grup yang Akan Berlaga

10 Juni 2026 - 19:43 WIB

Prihatin Ibu Hamil Meninggal, Prabowo akan Bangun 400 RS Pemerintah dan 10.000 Puskesmas

10 Juni 2026 - 17:47 WIB

Gema BISA Edukasi Makan Bergizi dari 4 Sehat 5 Sempurna Jadi B2SA

10 Juni 2026 - 17:01 WIB

Terkumpul Rp 1,4 Miliar, Terbongkar Praktek Ilegal Uang Dam dan Badal Haji

10 Juni 2026 - 15:50 WIB

Pertamax dan Pertamax Green Resmi Naik, Cek Harga Terbarunya

10 Juni 2026 - 15:20 WIB

Ketua PERABA Jatim Sutoyo: Permendag Mematikan Usaha Perajin Emas dan Perak

10 Juni 2026 - 13:21 WIB

Pasang Kamera di Kamar Mandi Masjid, Pria Gedek Mojokerto Dituntut 4 Tahun Penjara Denda Rp500 Juta

9 Juni 2026 - 20:38 WIB

PT Pegadaian Dinobatkan sebagai Best Company to Work For in Asia untuk Kedelapan Kalinya

9 Juni 2026 - 20:01 WIB

Trending di News