Menu ✖

Mode Gelap
BPS Catat Harga Daging Sapi Nasional Sudah di Atas HAP Wamentan Sudaryono: 2,3 Juta Hewan Kurban Dipotong, Stok Aman & Bebas Penyakit Idul Adha Dorong Lonjakan Harga Pangan Nasional Sertipikat Jombang Menuju Kabupaten Bersih, Masuk 16 Terbaik Nasional IPP Mencapai 4,69, Jombang Raih Predikat Terbaik Jawa Timur dan Peringkat III Nasional Bongkar dan Bersihkan Ratoon, Areal Tebu 10.787 Ha Jombang Menuju Swasembada Gula 2028

Nasional

Kuasa Hukum Sugiono: Seluruh Proses Jual Beli Lahan SMKN Prambon oleh Dinas Pendidikan Kab Sidoarjo Sah

badge-check


					Dimas Yemahura saat jumpa pers Perbesar

Dimas Yemahura saat jumpa pers

Penulis: Satwiko Rumekso | Editor: Yobie Hadiwijaya

KREDONEWS.COM, sIDOARJO-Terpaan isu negatif menerpa Sugiono Abdul Salam terkait pembelian lahan SMKN Prambon oleh Dinas Pendidikan Kabupaten Sidoarjo. Mengetahui hal itu Dimas Yemahura Al Farauq kuasa hukum Sugiono langsung menepis terkait isu-isu yang beredar.

Ia gercep menggelar konferensi pers di kantor advokatnya, Rabu (23/7/2025). Dimas menegaskan bahwa seluruh proses jual beli tanah tersebut telah dilakukan secara sah dan sesuai prosedur sejak tahun 2022.“Tanah itu dibeli klien kami secara lunas sejak tahun 2022. Saat pembelian, belum diketahui akan diperuntukkan untuk apa. Jadi tidak benar kalau dibilang spekulan atau sengaja membeli untuk dijual ke pemerintah,” tegas Dimas Yemahura.

Dimas juga membantah tudingan bahwa lahan tersebut merupakan tanah “Gogol gilir” atau masih bermasalah secara administrasi. Ia menjelaskan bahwa tanah yang dimaksud adalah Gogol tetap, yang statusnya telah memiliki SK resmi dari pemerintah desa.

“Dokumen lengkap kami miliki. Bukan Gogol gilir, tapi Gogol tetap. Jadi informasi yang menyebutkan tanah ini bermasalah sangat tidak berdasar,” tambahnya sambil menunjukkan bukti pembayaran dan dokumen lain.

Menurut Dimas, pembelian lahan oleh Dinas Pendidikan Sidoarjo pada Desember 2023 telah melalui uji teknis dan kajian legalitas yang ketat oleh instansi terkait. Ia memastikan kliennya tidak pernah memaksakan atau mengarahkan agar tanahnya dibeli pemerintah.

“Klien kami justru mempersilakan pihak Dinas Pendidikan untuk melakukan penilaian teknis dan legalitas terlebih dahulu. Tidak ada pengkondisian atau paksaan,” katanya.

Luas tanah yang dijual Sugiono kepada Dinas Pendidikan disebut mencapai 2,1 hektare, dengan nilai transaksi sebesar Rp 25 miliar. Dimas menegaskan nilai itu telah sesuai dengan anggaran dan ketentuan yang berlaku.

Dimas juga membantah isu Sugiono terlibat persoalan hukum yang berkaitan dengan pengadaan lahan tersebut. Ia menjelaskan bahwa proses hukum di Polda Jatim antara Sugiono dan pihak lain merupakan kesalahpahaman pribadi dan tidak berhubungan dengan lahan di Prambon.

“Masalah di Polda Jatim adalah urusan pribadi antara Pak Sugiono dan rekan bernama Pak Eko Budi. Sudah diselesaikan lewat restorative justice. Tidak ada hubungannya dengan lahan SMKN Prambon,” ujarnya.

Dimas memastikan bahwa tanah yang dibeli Dinas Pendidikan tersebut kini sudah tercatat sebagai aset sah milik Pemkab Sidoarjo. Ia menyebut tudingan bahwa lahan tersebut mangkrak atau bermasalah hanyalah asumsi dan framing yang tidak berdasar. “Tanah sudah tercatat dalam inventaris daerah, tidak dalam sengketa, tidak dalam penguasaan pihak lain. Sudah sah dan bisa dipertanggungjawabkan,” paparnya.

Dimas Yemahura juga mengapresiasi langkah Kejari Sidoarjo dan aparat penegak hukum yang terus mengedepankan kajian hukum komprehensif sebelum melangkah dalam penanganan kasus dugaan korupsi.“Kalau ada pihak yang merasa perlu melanjutkan laporan, kami siap hadapi. Tapi kalau itu berupa fitnah, maka akan kami proses hukum juga. Kami ingin semuanya berjalan sesuai aturan,” tegas Dimas.***

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Menteri Sosial Ungkap Warga RI yang Kebagian HP Gratis dari Pemerintah

15 Oktober 2026 - 18:37 WIB

Pertalite Kosong di Sejumlah SPBU Surabaya

15 Oktober 2026 - 18:17 WIB

Bantuan Pangan Oktober-Desember Mulai Disalurkan Via Kopdes

14 Oktober 2026 - 20:24 WIB

Akibat Modifikasi, KM Feronia Tak Tahan Digempur Hukum Fisika

14 Oktober 2026 - 20:06 WIB

Mentan Siapkan Rp3 T Bangun Pusat Pengembangan Bibit Ayam di Malang

13 Oktober 2026 - 19:24 WIB

Pengusaha Buka Suara Soal Pembatasan Gas Industri

13 Oktober 2026 - 19:11 WIB

Restitusi Macet Jadi Ancaman UMKM

13 Oktober 2026 - 19:06 WIB

Meski Putusan MA Inkrah, Pengasuh Ponpes Mahdiy Sidoarjo Resmi Laporkan Dugaan Keterangan Palsu ke Polisi

10 Oktober 2026 - 21:42 WIB

Penerimaan Cukai Rokok Elektrik Tembus Rp1,7 Triliun hingga Kuartal III/2026

9 Oktober 2026 - 19:30 WIB

Trending di Nasional