Menu

Mode Gelap
Wamentan Sudaryono: 2,3 Juta Hewan Kurban Dipotong, Stok Aman & Bebas Penyakit Idul Adha Dorong Lonjakan Harga Pangan Nasional Sertipikat Jombang Menuju Kabupaten Bersih, Masuk 16 Terbaik Nasional IPP Mencapai 4,69, Jombang Raih Predikat Terbaik Jawa Timur dan Peringkat III Nasional Bongkar dan Bersihkan Ratoon, Areal Tebu 10.787 Ha Jombang Menuju Swasembada Gula 2028 Lewat Agrosolution 2025, Petrokimia Gresik Bersama 61.112 Petani Siap Wujudkan Swasembada Pangan

Headline

Wabup dan Sekda Jombang Turun ke Penjahit, Salmanudin: Ndak Ada Keluhan, Malah Dapat Selisih Ongkos Lebih Besar

badge-check


					Wakil Bupati Jombang Slamanudin Yazid (berpeci baju putih) didampingi Sekkab Jombang Agus Prunomo berseragam dril, menemui pengusaha jahitErnawati, di dusun Tanggul,  Tunggorono, Jombang, Senin 7 Juli 2025. Foto: Diskominfo Jombang Perbesar

Wakil Bupati Jombang Slamanudin Yazid (berpeci baju putih) didampingi Sekkab Jombang Agus Prunomo berseragam dril, menemui pengusaha jahitErnawati, di dusun Tanggul,  Tunggorono, Jombang, Senin 7 Juli 2025. Foto: Diskominfo Jombang

Penulis: Arief Hendro Soesatyo  |    Editor: Priyo Suwarno

KREDONEWS.COM, JOMBANG –  Wakil Bupai Salmanudin Yazid didampingi Sekda Agus Purnomo bersama-sama turun ke lapangan untuk mengecek soal ongkos jahit seragam gratis untuk siswa SD dan SMP Jombang, Senin 7 Juli 2025.

Respon itu dialkukan, karena sebelumnya muncul pemberitan bahwa penjahit menjarit karena upah menjahit seragam sekolah itu kecil, sehingga merugikan warga yang yang mendapat borongan menjahit seragam sekolah di wilayah Jombang.

Saat turun ke lapangan, Salmanudin dan Agus setidaknya mengunjungi tiga  pemilik usaha jahit yang mendapat order pemerintah daerah untuk menjahit seragam, masing-masing Ernawati, di dusun Tanggul,  Tunggorono, Jombang.

Para penjahit di Kabupaten Jombang yang menerima pekerjaan menjahit, menyambut baik program seragam gratis yang diinisiasi oleh Bupati Abah Warsubi dan Wakil Bupati Salmanudin.

Wakil Bupati Salmanudin pada Senin, 7 Juli 2025,  melakukan pemantauan langsung ke sejumlah penjahit, termasuk di wilayah Plandaan dan penjahit Ernawati di Dusun Tunggul, Desa Tunggorono.

Salmanudin memastikan bahwa upah jahit telah sesuai standar, bahkan lebih tinggi dari biasanya, yakni Rp105.000 untuk seragam SMP dan Rp95.000 untuk seragam SD,  setelah dipotong pajak. Ia secara tegas membantah isu yang menyebutkan adanya keluhan penjahit terkait upah yang murah.

“Itu tidak benar, tidak ada itu, itu hanya dibuat-buat saja. Kami pastikan harga sudah sesuai, tidak ada potongan, tidak ada titipan,” tegas Salmanudin.

Wakil bupati Jombang H Salmanudin Yazid didampingi Sekkab Jombang, Agus purnomo turun ke lapangan mengecek keluhan  soal upah jahit seragam gratis program bupati Jombang, Warsubi, Senin 7 Juli 2025. Foto: Diskominfo Jombang.

Wabup menambahkan saat ini para penjahit tengah melakukan proses pengukuran seragam, sebagaimana pantauannya di kawasan Utara Brantas, dan dijadwalkan kain akan tiba minggu depan.

Wakil Bupati menambahkan bahwa pemantauan dilakukan di tiga lokasi secara mendadak setelah rapat Paripurna untuk memastikan tidak ada keluhan dan telah berjalan sesuai ketentuan. Semua penjahit yang ditemui mengaku senang menerima pekerjaan ini.

Ernawati (32), seorang penjahit dari Dusun Tunggul, Desa Tunggorono, membenarkan bahwa upah yang diterima telah sesuai. “Alhamdulillah saya senang mendapat pekerjaan ini, harganya sangat sesuai, bahkan lebih tinggi dari harga saya yang biasanya”, tuturnya.

Mengeluh

Awal pekan Juli 2025, muncul ramai pemberitaan bahwa tukang jahit mengeluh upah Jahit Semakin kecil. Program seragam sekolah gratis yang dijalankan Pemerintah Kabupaten Jombang untuk siswa SD dan SMP ternyata menimbulkan keluhan dari para penjahit lokal. Mereka merasa upah jahit yang diterima semakin kecil dan tidak sesuai dengan beban kerja yang harus ditanggung.

Dalam sistem e-katalog pengadaan, ongkos jahit seragam SD seharusnya Rp100.000 per stel dan SMP Rp112.000–Rp115.000 per stel. Kenyataannya para penjahit hanya menerima sekitar Rp85.000 untuk SD dan Rp90.000–Rp95.000 untuk SMP setelah dipotong pajak dan biaya lain-lain seperti atribut, emblem, dasi, kancing, serta biaya pengukuran ke sekolah.

Penjahit tidak hanya menjahit, tetapi juga harus membeli dan memasang atribut, melakukan pengukuran massal ke sekolah, hingga mengirimkan seragam ke lokasi. Proses ini menyita waktu dan tenaga, serta mengurangi kapasitas produksi harian mereka.

Setelah dipotong berbagai biaya, keuntungan bersih yang diterima penjahit sangat minim, bahkan berisiko rugi jika terjadi kesalahan ukuran yang harus dijahit ulang tanpa tambahan bayaran.

Aktivis dan DPRD 
Direktur Lingkar Indonesia untuk Keadilan (LInK) Jombang menilai tarif jahit yang diterima penjahit jauh dari layak. Ongkos ideal menurut mereka adalah Rp110.000–Rp125.000 per stel. DPRD Jombang juga telah merespons keluhan ini dan berencana melakukan klarifikasi ke Dinas Pendidikan dan Kebudayaan terkait rincian anggaran dan sistem pembayaran.

Pejabat Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Jombang menyatakan pagu harga sudah diumumkan secara terbuka melalui e-katalog, dan proses pengadaan telah sesuai prosedur. Namun, keluhan penjahit mengenai tipisnya keuntungan masih terus bergulir, dan mereka berharap ada evaluasi skema pembayaran agar lebih adil.

Jenis Seragam Pagu E-Katalog Ongkos Diterima Penjahit Catatan Biaya Tambahan
* SD Rp100.000 Rp85.000 Pajak, atribut, pengukuran
* SMP Rp112.000–115.000 Rp90.000–95.000 Pajak, atribut, pengukuran.

“Jadi setelah kami melakukan pengecekan di lapanga, tidak ada itu keluah, apalagi potongan upah jahit seragam SD dan SMP di Jombang. Malah tukang jhait terima kasih mendapat order pekerjaan, bahkan mendapat selisih upah dibanding  ongkos jahit dari masyarakat umum,” tegas Salmanudin. **

 

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Kandang Ayam Seharga Rp 2 Miliar Ludes Terbakar di Peterongan Jombang

4 Juni 2026 - 22:04 WIB

Semua SPBU Wajib Campur BBM dengan Etanol 5% Mulai Semester II Tahun Ini

4 Juni 2026 - 20:30 WIB

Rupiah Tembus Rp18.000, Menkeu Sebut Masih Sesuai Perhitungan APBN

4 Juni 2026 - 20:15 WIB

Curanmor di Jombang Kembali Marak, Sekali Beraksi Pelaku Gondol 2 Motor

4 Juni 2026 - 18:49 WIB

Titik Nol Peringati Hari Lahir ke-124 Bung Karno, Masfiin: Sajikan Jenang Pelok dan Sego Ploso

4 Juni 2026 - 18:19 WIB

Bocah 7 Tahun Korban Penculikan Tewas, Pelaku Minta Tebusan Rp200 Juta

4 Juni 2026 - 15:38 WIB

Pancasila Mengejawantahkan Bumi Nurani Manusia

4 Juni 2026 - 13:06 WIB

Presiden Prabowo: Jangan Ada yang Ganggu Proses Hukum terhadap Pimpinan BGN

4 Juni 2026 - 11:43 WIB

Pelantikan APINDO Jombang: Sinergi Pemkab dan Pengusaha Genjot Investasi & Perluas Lapangan Kerja

4 Juni 2026 - 10:55 WIB

Ketua DPK APINDO Jombang, Drs Fathurahman mengibarkan pataka APINDO, saat pelantikan di pendopo Pemkab Jombang, Kamis, 4 Juni 2026. Foto: ist
Trending di News