Menu

Mode Gelap
Wamentan Sudaryono: 2,3 Juta Hewan Kurban Dipotong, Stok Aman & Bebas Penyakit Idul Adha Dorong Lonjakan Harga Pangan Nasional Sertipikat Jombang Menuju Kabupaten Bersih, Masuk 16 Terbaik Nasional IPP Mencapai 4,69, Jombang Raih Predikat Terbaik Jawa Timur dan Peringkat III Nasional Bongkar dan Bersihkan Ratoon, Areal Tebu 10.787 Ha Jombang Menuju Swasembada Gula 2028 Lewat Agrosolution 2025, Petrokimia Gresik Bersama 61.112 Petani Siap Wujudkan Swasembada Pangan

News

Satu dari 3 WNI Tewas Nekad ke Makkah Lewat Gurun, Ditemukan Patroli Drone

badge-check


					Sepuluh WNI tertangkap gunakan paspor Multiple di Makkah. Mereka diusir ke Jeddah. Tetapi tiga lainnya nekad kembali masuk lagi ke Makkah menggunakan tanksi gelap. Takut, razia, sopir memaksa mereka turun di gurun. Berjalan kaki, hingga satu orang meninggal dunia. Instagram@kabarmakkah Perbesar

Sepuluh WNI tertangkap gunakan paspor Multiple di Makkah. Mereka diusir ke Jeddah. Tetapi tiga lainnya nekad kembali masuk lagi ke Makkah menggunakan tanksi gelap. Takut, razia, sopir memaksa mereka turun di gurun. Berjalan kaki, hingga satu orang meninggal dunia. Instagram@kabarmakkah

Penulis: Hadi S. Purwanto    |   Editor: Priyo Suwarno

KREDONEWS.COM, MAKKAH- Satu Warga Negara Indonesia (WNI) berinisial SM meninggal dunia di wilayah gurun Jumum, Makkah, setelah mencoba memasuki kota Makkah secara ilegal lewat jalur gurun pasir pada 27 Mei 2025.

SM bersama dua WNI lainnya, J dan S. Mereka pun nekat berusaha masuk ke Makkah, menggunakan visa ziarah multiple dan menumpang taksi gelap untuk masuk ke Makkah tanpa dokumen haji resmi.

Di tengah perjalanan, sopir taksi  takut tertangkap patroli keamanan Arab Saudi, sehingga memaksa mereka turun di tengah gurun dengan suhu ekstrem yang mengancam keselamatan mereka.

Mereka pun kemudian harus jalan kaki melalui gurun dengan suhu sekitar 45 celsius. Diduga akibat dehidrasi, SM ditemukan meninggal dunia, sementara J dan S berhasil diselamatkan dan dirawat di rumah sakit.

Sebelumnya, SM bersama 10 WNI lain sempat tertangkap razia aparat keamanan Saudi dan diusir ke Jeddah, tetapi SM tetap berupaya kembali ke Makkah melalui jalur tidak resmi.

Jenazah SM saat ini masih berada di rumah sakit Makkah untuk proses visum, dan KJRI Jeddah telah berkoordinasi dengan keluarga almarhum di Madura serta mempersiapkan proses pemakaman.

Konsulat Jenderal RI di Jeddah mengimbau seluruh WNI untuk tidak mengikuti haji non-prosedural yang melanggar hukum dan membahayakan jiwa, serta selalu mematuhi aturan pemerintah Arab Saudi dalam menjalankan ibadah haji.

Konsul Jenderal Republik Indonesia (KJRI) di Jeddah, Yusron B. Ambary yang memberikan penjelasan tentang kasus kematian WNI di gurun Makkah.

Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) di Jeddah menyatakan bahwa kasus kematian satu WNI berinisial SM di gurun Jumum, Makkah, setelah mencoba masuk Makkah secara ilegal lewat jalur gurun, merupakan akibat dari nekatnya mereka memasuki Makkah tanpa prosedur resmi.

KJRI mengonfirmasi bahwa SM bersama dua WNI lainnya menggunakan visa ziarah multiple dan menumpang taksi gelap, kemudian dipaksa turun di tengah gurun oleh sopir taksi karena takut tertangkap patroli keamanan Arab Saudi. SM meninggal dunia akibat dehidrasi, sementara dua lainnya berhasil diselamatkan dan dirawat di rumah sakit.

KJRI Jeddah mengimbau seluruh WNI untuk tidak tergiur ajakan mengikuti haji secara non-prosedural yang melanggar hukum dan membahayakan jiwa.

Konjen RI di Jeddah, Yusron B. Ambary, menegaskan bahwa haji harus dijalankan secara sah dan sesuai aturan agar tidak sampai mengorbankan nyawa dan uang sia-sia.

KJRI juga terus mengedukasi masyarakat agar selalu mematuhi aturan pemerintah Arab Saudi dalam menjalankan ibadah haji, karena aktivitas haji ilegal sangat berisiko dan dapat berakibat fatal.

Kronologi
Berikut kronologi kasus 10 WNI yang mencoba masuk Makkah lewat gurun pasir secara ilegal:

  • Awalnya, SM bersama 10 WNI lainnya terjaring razia oleh aparat keamanan Arab Saudi dan diusir ke Kota Jeddah.
  • SM yang memiliki visa ziarah multiple memutuskan untuk kembali mencoba masuk ke Makkah secara ilegal bersama dua rekannya, J dan S.
  • Mereka menyewa taksi gelap dan memilih jalur berbahaya melalui gurun pasir di wilayah Jumum, Makkah.
  • Dalam perjalanan, sopir taksi yang takut tertangkap patroli keamanan tiba-tiba memaksa ketiganya turun di tengah gurun.
  • Ketiganya terdampar di gurun tanpa perlindungan dalam kondisi ekstrem panas dan kekurangan air.
  • Patroli pesawat drone aparat keamanan Arab Saudi menemukan ketiganya pada 27 Mei 2025.
  • SM ditemukan sudah meninggal dunia akibat dehidrasi, sementara J dan S berhasil diselamatkan dan dirawat di rumah sakit.
  • Setelah perawatan, J dan S diusir kembali ke Jeddah.
  • Jenazah SM masih berada di rumah sakit Makkah untuk proses visum dan pemakaman sedang dipersiapkan dengan koordinasi keluarga di Madura.**

 

 

 

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

RSKKA Kembali Melayari 4 Pulau Terluar Jatim, Layani Kesehatan dan Deteksi Dini Penyakit Katastropik

12 Juli 2026 - 22:28 WIB

Motor Melaju Kencang Menabrak Salon Kecantikan di Kintelan Mojokerto, Pardu Warga Diwek Meninggal Dunia

12 Juli 2026 - 20:10 WIB

Suami Pamit Buang Air Kecil di Hutan Loa Janan Samarinda, 9 Jam Kemudian Muncul Dalam Kondisi Linglung

12 Juli 2026 - 19:28 WIB

Rumah Nenek Aida di Ploso Ludes Terbakar, 6 Ekor Anjing Tewas Terpanggang

12 Juli 2026 - 12:45 WIB

DPRD Jombang Bahas Utang Mbah Ngatini Rp25 Juta Bengkak Jadi Rp140 di Bank Jombang

12 Juli 2026 - 12:08 WIB

Menelisik Akar Terorisme (35): Revolusi tanpa Revolusi Teror

11 Juli 2026 - 22:11 WIB

381 Hari Hilang Tanpa Kabar, Polisi Ungkap Kendala Pencarian Mozza Axillia Gunarsa 

11 Juli 2026 - 21:02 WIB

Mozza Axillia Gunarsa_Semarang_Hilang_110726

Komjen Totok Suharyanto: Febrie Adriansyah Tersangka!

11 Juli 2026 - 18:36 WIB

OTT di Sukoharjo, KPK Tahan Etik Suryani serta Sita Uang dan Emas Total Rp 21 Miliar

11 Juli 2026 - 17:34 WIB

Trending di News