Menu

Mode Gelap
Wamentan Sudaryono: 2,3 Juta Hewan Kurban Dipotong, Stok Aman & Bebas Penyakit Idul Adha Dorong Lonjakan Harga Pangan Nasional Sertipikat Jombang Menuju Kabupaten Bersih, Masuk 16 Terbaik Nasional IPP Mencapai 4,69, Jombang Raih Predikat Terbaik Jawa Timur dan Peringkat III Nasional Bongkar dan Bersihkan Ratoon, Areal Tebu 10.787 Ha Jombang Menuju Swasembada Gula 2028 Lewat Agrosolution 2025, Petrokimia Gresik Bersama 61.112 Petani Siap Wujudkan Swasembada Pangan

Headline

Tragis 4 Balita Bersaudara Terbakar, Saat Ibu dan Pacarnya Pergi Mencari Makan

badge-check


					Tragedi menimpa empat anak balita  terbakar, dua anak kembar dan satunya berusia satu tahun meninggal dunia. Satu anak berusia 4 tahun sulung masih dalam perawatan di rumah sakit.  Kebakaran terjadi pada saat sang ibu yang sudah bercerai dengan suaminya, keluar bersama pacar mencari makan dan bensin, Selasa, 6 Mei 2025. Instagram@lmabegosiip Perbesar

Tragedi menimpa empat anak balita terbakar, dua anak kembar dan satunya berusia satu tahun meninggal dunia. Satu anak berusia 4 tahun sulung masih dalam perawatan di rumah sakit. Kebakaran terjadi pada saat sang ibu yang sudah bercerai dengan suaminya, keluar bersama pacar mencari makan dan bensin, Selasa, 6 Mei 2025. Instagram@lmabegosiip

Penulis: Mulawarman   |    Editor: Priyo Suwarno

KREDONEWS.COM, KENDARI- Empat anak balita saudara kandung terbakar di dalam rumah  jalan R. Suprapto, kelurahan Punggolaka, kecamatan Puuwatu, Kendari, Sulawesi Tenggara, pada Selasa, 6 Mei 2025.

Peristiwa mengenaskan itu terjadi saat, ibu, 23,  pergi bersama AD, pacarnya untuk membeli makanan, meninggalkan keempat balita tersebut tanpa pengawasan di dalam rumah.

Dua balita, ZK (1 tahun) dan NJ (2 tahun), ditemukan meninggal di lokasi kejadian dalam kondisi berpelukan di dalam lemari yang terbakar. Balita ketiga, NW (2 tahun), meninggal dunia di rumah sakit akibat luka bakar serius sekitar 60-70 persen. Sementara itu, balita keempat, SN (4 tahun), masih menjalani perawatan intensif di rumah sakit karena luka bakar.

Ibu keempat balita tersebut, yang berinisial SA wanita muda berusia 23 tahun selebgram, pergi bersama pacarnya berinisial AD untuk membeli makanan dan bensin. Ketika mereka kembali, rumah sudah dalam kondisi terbakar. Polisi masih menyelidiki penyebab kebakaran, dengan keterangan awal adanya masalah pada meteran listrik yang sering jatuh serta dugaan salah satu anak bermain korek api.

Singkatnya, tragedi ini terjadi karena keempat balita ditinggal sendiri tanpa pengawasan orang dewasa saat ibu dan pacarnya pergi membeli makanan, yang berujung pada kebakaran fatal yang menewaskan tiga balita dan melukai satu lainnya.

Empat balita kakak beradik di tinggal Jalan R. Suprapto, Kelurahan Punggolaka, Kecamatan Puuwatu, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara.

Kebakaran terjadi sekitar pukul 14.21-14.30 WITA. Laporan diterima Dinas Pemadam Kebakaran Kendari pada pukul 14.21 WITA, dan petugas tiba di lokasi sekitar pukul 14.30 WITA.

Saat kebakaran terjadi, ibu keempat balita berinisial SA (23 tahun) meninggalkan rumah bersama pacarnya untuk membeli makanan. Di dalam rumah hanya ada empat balita, yakni AZP (1 tahun), ANP (3 tahun), N (3 tahun, saudara kembar ANP), dan S (4 tahun).

Api cepat membesar dan menelan korban. Dua balita, AZP dan ANP, ditemukan meninggal dunia di lokasi kejadian dalam kondisi terpanggang, sementara dua lainnya, N dan S, mengalami luka bakar serius dan dirawat di rumah sakit. N meninggal dunia kemudian pada Rabu, 7 Mei 2025, setelah sempat dirawat intensif di RS Hermina Kendari. S masih menjalani perawatan medis intensif.

Petugas pemadam kebakaran menurunkan dua unit mobil untuk memadamkan api. Api sudah membesar saat petugas tiba, sehingga dua balita tidak dapat diselamatkan.

Polisi melakukan penyelidikan penyebab kebakaran. Hasil olah TKP awal menunjukkan dua korban meninggal dunia dan dua luka bakar. Polisi masih mendalami apakah kebakaran disebabkan kelalaian atau faktor lain, dengan memeriksa saksi dan keluarga korban. Ibu korban belum dimintai keterangan karena masih trauma.

Dugaan sementara, kebakaran terjadi saat ibu korban pergi meninggalkan anak-anak tanpa pengawasan. Api sudah berkobar saat ibu dan pacarnya kembali ke rumah.

Jenazah AZP dan ANP telah dipulangkan ke rumah duka di Kecamatan Mandonga untuk proses pemakaman.

Kebakaran ini merupakan tragedi memilukan yang menewaskan tiga balita dan melukai satu lainnya, akibat keempat balita ditinggal sendiri saat ibu mereka pergi membeli makanan bersama pacarnya.

Keterangan Polisi
Kepala Satuan Reserse Kriminal (Sat Reskrim) Polresta Kendari, AKP Nirwan Fakaubun, yang menjelaskan hasil olah tempat kejadian perkara (TKP), jumlah korban, serta proses penyelidikan dan pemeriksaan saksi termasuk keluarga korban. Ia juga menyampaikan bahwa ibu korban belum dimintai keterangan karena masih trauma.

Kanit Reskrim Polsek Mandonga, Ipda Andry Irwanto, yang memberikan keterangan terkait kondisi korban, kronologi ibu korban pergi membeli makanan bersama pacarnya, dan informasi tambahan dari saksi di lokasi seperti masalah meteran listrik yang sering jatuh.

Kepala Rumah Sakit Hermina Kendari, dr. Yulita, yang mengonfirmasi penambahan korban meninggal dunia akibat luka bakar serius.

Kepala Seksi Pemberdayaan Masyarakat dan Pelatihan Damkar Kendari, Abriadin, serta Kasi Kerjasama dan Publikasi Damkar Kendari, Martoyo Awaludin, yang memberikan keterangan terkait waktu kejadian, upaya pemadaman api, dan evakuasi korban.

Keterangan-keterangan ini berasal dari aparat kepolisian, tenaga medis, dan petugas pemadam kebakaran yang terlibat langsung dalam penanganan dan penyelidikan kasus tersebut.

Penyebab
Penyebab kebakaran rumah yang menewaskan empat balita di Kendari masih dalam penyelidikan polisi dan belum dapat dipastikan secara pasti. Berdasarkan keterangan awal dari saksi dan hasil olah tempat kejadian perkara (TKP), ada indikasi masalah pada meteran listrik rumah yang sering jatuh, sehingga diduga kebakaran bisa berasal dari korsleting listrik. Namun, polisi belum menemukan fakta yang cukup untuk menyimpulkan apakah kebakaran tersebut murni akibat kelalaian atau faktor lain.

Kepala Sat Reskrim Polresta Kendari, AKP Nirwan Fakaubun, menyatakan bahwa penyelidikan masih berlangsung dan beberapa saksi serta keluarga korban telah diperiksa, tetapi ibu korban belum dimintai keterangan karena masih trauma.

Sementara itu, Kanit Reskrim Polsek Mandonga, Ipda Andry Irwanto, juga menyebutkan bahwa dugaan sementara kebakaran berasal dari korsleting listrik, namun penyebab pastinya masih didalami.

Singkatnya, penyebab kebakaran kemungkinan besar terkait dengan korsleting listrik pada meteran yang bermasalah, namun hal ini masih dalam tahap penyelidikan dan belum ada kesimpulan final.**

 

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Jadi Tersangka Kasus Pembakaran Santri, Ahmad Muzzaki Ajukan Praperdilan Polres Lombok Timur

14 Juli 2026 - 19:32 WIB

Pengacara Don Ritto Buka Suara: Uang Yang Disita Polisi untuk Bangun Pelabuhan

14 Juli 2026 - 18:11 WIB

Datangi Kejaksaan Agung, Tim Penyidik Polri Serahkan Bukti Dokumentasi Administrasi Kasus Febrie Adriansyah

14 Juli 2026 - 17:09 WIB

Bupati Warsubi Terima KKN 1.225 Mahasiswa UPN, Acara Digelar di Lokasi TPA Banjardowo

14 Juli 2026 - 12:18 WIB

Bupati Gresik Pulangkan.Puluhan Anak Pekerja Migran di Malaysia

14 Juli 2026 - 10:52 WIB

Gunakan Rudal Jenis Baru, Iran Serang Sasaran Strategis AS di Kuwait, Oman, Bahrain, Arab Saudi dan Yordania

14 Juli 2026 - 10:19 WIB

Babak Baru Kasus Penipuan PPPK Pemkab Gresik, Staf Dinas PMD Jadi Tersangka

14 Juli 2026 - 09:54 WIB

DPR RI Bahas Kasus Pembakaran 3 Santri di Lombok: Tiga Hari Wajib Tentukan Status Hukum Pemilik Yayasan

14 Juli 2026 - 09:35 WIB

Rudal dan Drone Houthi Hantam Bandara Abha Arab Saudi, Tujuh Korban Luka luka

14 Juli 2026 - 08:28 WIB

Trending di News