Menu

Mode Gelap
Wamentan Sudaryono: 2,3 Juta Hewan Kurban Dipotong, Stok Aman & Bebas Penyakit Idul Adha Dorong Lonjakan Harga Pangan Nasional Sertipikat Jombang Menuju Kabupaten Bersih, Masuk 16 Terbaik Nasional IPP Mencapai 4,69, Jombang Raih Predikat Terbaik Jawa Timur dan Peringkat III Nasional Bongkar dan Bersihkan Ratoon, Areal Tebu 10.787 Ha Jombang Menuju Swasembada Gula 2028 Lewat Agrosolution 2025, Petrokimia Gresik Bersama 61.112 Petani Siap Wujudkan Swasembada Pangan

Headline

Kritik Siswa di Barak Militer, Ini Jawaban TNI

badge-check


					Kritik Siswa di Barak Militer, Ini Jawaban TNI Perbesar

Penulis: Jayadi | Editor: Aditya Prayoga

KREDONEWS.COM,BANDUNG– Wacana pengiriman siswa bermasalah ke barak militer yang digagas Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menuai kritik dari Komnas HAM. Lembaga tersebut menilai pendekatan itu tidak tepat.

Kepala Dinas Penerangan TNI AD (Kadispenad) Brigjen Wahyu Yudhayana menyatakan pihaknya akan mengevaluasi semua masukan. “Kami sangat menghargai perbedaan pendapat, karena tentunya perbedaan akan semakin memperkaya wawasan kita,” ujarnya, Senin (5/5/2025).

Ia menambahkan, TNI AD akan menyampaikan masukan kepada Pemerintah Provinsi Jawa Barat sebagai bahan pertimbangan evaluasi. “Tentu evaluasi, saran, masukan dari berbagai pihak akan kami laksanakan dan perhatikan, kami juga akan berikan masukan ke Pemprov Jabar sebagai bahan mereka untuk mengevaluasi program ini,” jelasnya.

Brigjen Wahyu menegaskan bahwa kegiatan tersebut bukan bentuk hukuman, melainkan pembinaan karakter. Ia juga berharap masukan dari publik disampaikan langsung ke Pemprov Jabar.

“Selanjutnya kami jajaran TNI AD ini diminta untuk membantu program Pemprov Jabar dalam membina dan menyiapkan generasi muda yang handal menyambut Indonesia Emas, dan ini juga sebagai salah satu tugas dan fungsi kami dalam bidang pembinaan teritorial,” tuturnya.

Ia menekankan bahwa program tersebut tidak melanggar hak anak dan dilaksanakan atas persetujuan orangtua. Sekolah tetap berjalan dan ujian tetap dapat diikuti selama program berlangsung.

“Perlu digarisbawahi, bahwa kegiatan pendidikan karakter ini bukanlah bentuk sebuah sanksi atau hukuman tapi lebih kepada metode pembinaan,” kata Wahyu.

Menurutnya, kegiatan tersebut juga melibatkan sejumlah pihak, termasuk Dinas Sosial, Dinas Kesehatan, P3A, Polri, dan lembaga lain yang relevan. “TNI AD tidak bekerja sendiri, kami tetap melibatkan personel dari instansi dan stakeholder terkait,” ucapnya.

Wahyu juga menampik bahwa pendekatan yang dilakukan bernuansa militer. Ia menegaskan kegiatan lebih fokus pada penguatan karakter dan kepribadian. “Dalam kegiatan tersebut juga jauh dari hal-hal yang berbau militeristik, lebih kepada penanaman karakter dan kepribadian yang juga banyak dilaksanakan kepada anak-anak di institusi lain,” tuturnya.

Di sisi lain, Ketua Komnas HAM Atnike Nova Sigiro mempertanyakan kewenangan TNI dalam program tersebut. Ia menilai pendekatan tersebut berpotensi keluar dari koridor hukum.

“Sebetulnya itu bukan kewenangan TNI untuk melakukan edukasi-edukasi civic education. Mungkin perlu ditinjau kembali, rencana itu maksudnya apa,” ujar Atnike di kantor Komnas HAM, Jakarta Pusat, Jumat (2/5/2025).

“Itu proses di luar hukum kalau tidak berdasarkan hukum pidana bagi anak di bawah umur,” lanjutnya.

Namun, Atnike menyebut kegiatan di barak masih bisa dilakukan dalam konteks pengenalan profesi, bukan pendidikan militer. “Kalau dalam arti, misalnya nih, pendidikan karier, ya, itu biasa. Anak sekolah diajak ke rumah sakit, diajak ke perkebunan, diajak ke restoran, atau apa,” jelasnya.

“Tapi kalau sebagai pendidikan militer, itu mungkin tidak tepat. Cuma, sebagai pendidikan karier untuk anak-anak siswa mengetahui apa tugas TNI, apa tugas Polisi, apa tugas Komnas HAM—itu boleh saja,” tutup Atnike.***

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Jadi Tersangka Kasus Pembakaran Santri, Ahmad Muzzaki Ajukan Praperdilan Polres Lombok Timur

14 Juli 2026 - 19:32 WIB

Pengacara Don Ritto Buka Suara: Uang Yang Disita Polisi untuk Bangun Pelabuhan

14 Juli 2026 - 18:11 WIB

Datangi Kejaksaan Agung, Tim Penyidik Polri Serahkan Bukti Dokumentasi Administrasi Kasus Febrie Adriansyah

14 Juli 2026 - 17:09 WIB

Bupati Warsubi Terima KKN 1.225 Mahasiswa UPN, Acara Digelar di Lokasi TPA Banjardowo

14 Juli 2026 - 12:18 WIB

Bupati Gresik Pulangkan.Puluhan Anak Pekerja Migran di Malaysia

14 Juli 2026 - 10:52 WIB

Gunakan Rudal Jenis Baru, Iran Serang Sasaran Strategis AS di Kuwait, Oman, Bahrain, Arab Saudi dan Yordania

14 Juli 2026 - 10:19 WIB

Babak Baru Kasus Penipuan PPPK Pemkab Gresik, Staf Dinas PMD Jadi Tersangka

14 Juli 2026 - 09:54 WIB

DPR RI Bahas Kasus Pembakaran 3 Santri di Lombok: Tiga Hari Wajib Tentukan Status Hukum Pemilik Yayasan

14 Juli 2026 - 09:35 WIB

Rudal dan Drone Houthi Hantam Bandara Abha Arab Saudi, Tujuh Korban Luka luka

14 Juli 2026 - 08:28 WIB

Trending di News