Menu

Mode Gelap
Wamentan Sudaryono: 2,3 Juta Hewan Kurban Dipotong, Stok Aman & Bebas Penyakit Idul Adha Dorong Lonjakan Harga Pangan Nasional Sertipikat Jombang Menuju Kabupaten Bersih, Masuk 16 Terbaik Nasional IPP Mencapai 4,69, Jombang Raih Predikat Terbaik Jawa Timur dan Peringkat III Nasional Bongkar dan Bersihkan Ratoon, Areal Tebu 10.787 Ha Jombang Menuju Swasembada Gula 2028 Lewat Agrosolution 2025, Petrokimia Gresik Bersama 61.112 Petani Siap Wujudkan Swasembada Pangan

Headline

40 Kursi Taman di Jalan Ijen Kota Malang Lenyap, Ini Jawaban Kepala Dinas Lingkungan

badge-check


					Semula dipalang menggunakan bambu, agar tidak dijadikan tempat duduk. Tetapi kemudian, sebanyak 40 unit kursi besi taman di jalan Ijen Malang, lenyap sama sekali, Foto: froyonion.com Perbesar

Semula dipalang menggunakan bambu, agar tidak dijadikan tempat duduk. Tetapi kemudian, sebanyak 40 unit kursi besi taman di jalan Ijen Malang, lenyap sama sekali, Foto: froyonion.com

Penulis: Sapteng Mukti Nunggal  |  Editor: Priyo Suwarno

KREDONEWW.COM, MALANG-  Seluruh kursi taman yang berderet di sepanjang jalan Ijen, membuat ikon kota Malang itu semakin indah dan nikmat. Tetapi saat ini seluruh kursi taman itu hilang semuanya. Lenyap bak ditelan bumi.

Masyarakat heran bertanya-tanya, mengapa bisa hilang? Apakah dicuri oleh tangan-tangan jahil? Ternyata, kursi-kursi di Jalan Besar Ijen itu diambil oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Malang untuk keperluan perbaikan.

Di sepanjang Jalan Besar Ijen, Kota Malang, awalnya terdapat sekitar 40 unit kursi taman yang dipasang. Jumlah ini tercatat sebelum kursi-kursi tersebut dicabut dan disegel oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Malang sebagai upaya mencegah penyalahgunaan fasilitas untuk tindakan mesum oleh muda-mudi

“Itu memang kami ambil dan sudah bertahap kemarin melepasnya. Sebenarnya sudah mulai satu mingguan ini kok, hanya saja terlihat bersih baru beberapa hari ini,” jelas Kepala DLH Kota Malang, Noer Rahman Wijaya, Senin, 21 April 2025.

Salah satu alasan utama pencabutan kursi taman ini adalah seringnya kursi-kursi tersebut disalahgunakan sebagai tempat mesum oleh oknum tertentu, yang menimbulkan keresahan masyarakat.

Sebelumnya, DLH sempat menyegel kursi-kursi taman dengan bambu silang sebagai upaya pencegahan, namun akhirnya memutuskan untuk membongkar seluruh kursi secara bertahap.

Kebijakan ini mendapat sorotan dari DPRD Kota Malang dan masyarakat, karena kursi taman merupakan fasilitas publik yang seharusnya dapat dinikmati oleh semua orang. Namun, pemerintah menilai langkah ini perlu dilakukan untuk mengatasi masalah penyalahgunaan fasilitas tersebut dan menjaga ketertiban di ruang publik.

Singkatnya, kursi taman di Jalan Ijen hilang karena dibongkar oleh DLH Kota Malang sebagai respons terhadap penyalahgunaan kursi tersebut sebagai tempat mesum dan sebagai bagian dari upaya restorasi dan penataan taman di kawasan tersebut.

Rahman menjelaskan penarikan kursi-kursi tersebut bukan tanpa alasan. Selain sudah cukup lama terpasang, pihaknya juga menerima laporan dari masyarakat bahwa kondisi banyak kursi sudah mengalami kerusakan dan perlu perawatan. Hal itu diperkuat oleh rencana internal DLH untuk melakukan restorasi terhadap fasilitas tersebut.

“Sebenarnya dalam prosesnya kemarin, sudah ada rencana restorasi. Karena memang sudah lama sekali kursi itu ada di sana. Sehingga perlu maintenance dan perbaikan,” bebernya.

Karena jumlah kursi yang ditarik cukup banyak, Rahman belum bisa memastikan kapan restorasi akan selesai. Ditambah lagi, hingga kini belum ada laporan rinci dari jajarannya terkait tingkat kerusakan yang ditemukan di lapangan.

“Kalau kursinya diganti baru, tentu perlu anggaran. Sementara, di kami untuk pengadaan kursi baru itu tidak ada. Jadi untuk sementara waktu mungkin di restorasi saja,” tambahnya. **

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Kamu Tanya 10-50 Pertanyaan, AI Butuh Minum Segelas Air 500 Ml

31 Juli 2026 - 18:20 WIB

Kata ESDM Soal Penyesuaian Harga Dex Series hingga Pertamax Besok

31 Juli 2026 - 17:24 WIB

Rp124 Miliar Macet di KPRI Sejahtera, Bupati Jombang Warsubi Minta Apraisal dari Tim Independen

31 Juli 2026 - 14:54 WIB

Bupati Probolinggo dan Suami Anggota DPR RI Dituntut 6 Tahun Penjara, Wajib Kembalilan Uang Rp147 M

31 Juli 2026 - 11:41 WIB

Menelisik Akar Terorisme (43): Para Budak Pun Merantai Dirinya Sendiri

31 Juli 2026 - 09:56 WIB

Reskrim Polres Jombang Mulai Selidiki KPRI Sejahtera, Kasus Dana Rp124 Miliar Tidak Cair

30 Juli 2026 - 19:00 WIB

Pemkab Jombang Resmi Buka MPLS Sekolah Rakyat 1 Ajaran 2026/2027

30 Juli 2026 - 18:00 WIB

KAIST Korsel Temukan ‘Sakelar Genetik’ Pengubah Sel Kanker Jadi Sel Normal

30 Juli 2026 - 16:43 WIB

Zoom Meeting Wabub Salmanudin dengan OJK, Penilaian Awal TPAKD Award 2025

29 Juli 2026 - 20:44 WIB

Trending di News