Menu

Mode Gelap
Wamentan Sudaryono: 2,3 Juta Hewan Kurban Dipotong, Stok Aman & Bebas Penyakit Idul Adha Dorong Lonjakan Harga Pangan Nasional Sertipikat Jombang Menuju Kabupaten Bersih, Masuk 16 Terbaik Nasional IPP Mencapai 4,69, Jombang Raih Predikat Terbaik Jawa Timur dan Peringkat III Nasional Bongkar dan Bersihkan Ratoon, Areal Tebu 10.787 Ha Jombang Menuju Swasembada Gula 2028 Lewat Agrosolution 2025, Petrokimia Gresik Bersama 61.112 Petani Siap Wujudkan Swasembada Pangan

Internasional

Ibadah Haji Bakal Dilakukan dalam Musim Dingin Pada 2026 hingga 2041

badge-check


					Suhu panas ekstrem di musim haji 2025/Ist Perbesar

Suhu panas ekstrem di musim haji 2025/Ist

Penulis: Mulawarman  | Editor: Yobie Hadiwijaya

KREDONEWS.COM-Pusat Meteorologi Nasional Saudi telah mengumumkan bahwa musim haji 2025 akan menjadi musim haji terakhir yang dilaksanakan selama puncak musim panas hingga tahun 2042.

Mulai tahun 2026, ibadah haji Islam akan berangsur-angsur beralih ke musim yang lebih dingin, sehingga memberikan kelegaan bagi jutaan umat Islam yang melakukan perjalanan ke Mekah setiap tahunnya.

Perubahan ini terjadi karena kalender lunar Islam menggeser tanggal haji sekitar 10 hari lebih awal pada kalender Gregorian setiap tahun. Dari tahun 2026 hingga 2033, haji akan jatuh pada musim semi.

Setelah itu, haji akan beralih ke siklus musim dingin, yang akan berlangsung hingga tahun 2041. Ibadah haji akan kembali ke bulan-bulan musim panas pada tahun 2042 dan tetap di sana selama sembilan tahun.

Para jamaah haji menghadapi cuaca panas yang ekstrem dalam beberapa musim terakhir. Selama haji 2024, suhu di Mekah mencapai antara 46°C dan 51°C. Pada salah satu hari terpanas, tercatat lebih dari 2.760 kasus sengatan panas, bersama dengan beberapa kematian terkait panas.

Pejabat Saudi telah berupaya mengurangi risiko yang terkait dengan panasnya musim panas. Mereka telah menambahkan area yang teduh, memasang lebih banyak stasiun air, memasang unit pendingin bergerak, dan meluncurkan kampanye publik untuk meningkatkan kesadaran akan keselamatan dari panas.

Pada tahun 2024, Arab Saudi memperluas jaringan pemantauan cuaca. Kerajaan memasang 33 stasiun cuaca baru dan menggunakan sistem radar bergerak untuk meningkatkan pelacakan iklim waktu nyata di zona ziarah. Upaya ini membantu pihak berwenang merespons cuaca ekstrem dengan lebih cepat dan melindungi para peziarah di lokasi.

Dengan semakin dekatnya haji 2025, Arab Saudi berharap dapat menampung lebih dari 1,8 juta peziarah. Ibadah haji tahun ini akan menjadi yang terakhir di bawah terik matahari musim panas sebelum pergantian musim dimulai, menawarkan apa yang diharapkan banyak orang akan menjadi masa depan yang lebih aman dan lebih nyaman bagi para peserta.***

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Chee Kit Chong WN Australia Dinyatakan Bersalah Memperbudak Lansia Indonesia

28 Mei 2026 - 21:45 WIB

Partai Kecoak Merayap ke Politik India

22 Mei 2026 - 18:17 WIB

Komputer Tak Laku, Terancam Tak Ada Orang Mau Beli Laptop

10 Mei 2026 - 19:12 WIB

Naskah Alkitab Perjanjian Baru 42 Halaman yang Hilang Ditemukan

3 Mei 2026 - 19:02 WIB

Pakar Estetik Bedah Plastik, Dr Sophia Heng: Penyempurnaan, Bukan Perubahan Total

26 April 2026 - 10:40 WIB

KPJ Sabah Specialist Hospital, Pusat Perawatan Kesehatan yang Makin Mendunia Pilihan Pasien Indonesia

22 April 2026 - 11:39 WIB

Kabar Baik 2 Kapal Pertamina Bersiap Melintas Selat Hormuz

19 April 2026 - 19:52 WIB

Ke Sabah, Merawat Kesehatan Sekaligus Berwisata

19 April 2026 - 16:43 WIB

Kutu Pembunuh Menyerang Korea Selatan, 422 Orang Meninggal

15 April 2026 - 19:06 WIB

Trending di Internasional