Menu

Mode Gelap

Internasional

Filipina-AS Akan Kerahkan 14.000 Tentara dan Rudal, Bersiap Hadapi China

badge-check


					Kapal China seringkali berulah di perairan Filipina Perbesar

Kapal China seringkali berulah di perairan Filipina

Penulis: Satwiko Rumekso | Editor: Yobie Hadiwijaya

KREDONEWS.COM, SURABAYA-Filipina dan Amerika Serikat (AS), yang bersekutu, akan mengerahkan sekitar 14.000 tentara dalam latihan militer tahunan gabungan yang diadakan di tengah semakin meningkatnya ketegangan dengan Beijing di Laut China Selatan (LCS).

“Apa yang kita lihat di sini adalah latihan yang mendekati uji coba pertempuran penuh,” ujar Brigadir Jenderal Filipina Michael Logico, direktur latihan, kepada wartawan pada Selasa (15/4/2025). “Kami memperlakukan latihan ini sebagai gladi resik untuk pertahanan kami.”

Latihan perang tahunan yang disebut Balikatan—kata dalam bahasa Filipina yang berarti bahu-membahu—akan berlangsung dari 21 April hingga 9 Mei 2025.

Menurut Logico, sistem rudal antikapal pesisir yang bisa bergerak akan digunakan untuk pertama kalinya. Pasukan Filipina dan AS juga akan berusaha menenggelamkan kapal target dan merebut kembali sebuah pulau, seperti yang mereka lakukan dalam latihan tahun lalu.

“Perpaduan peralatan yang kami bawa tahun ini cukup menarik,” kata Kolonel Korps Marinir AS Doug Krugman kepada para wartawan.

Latihan akan diadakan di wilayah Filipina dekat Taiwan dan LCS, jalur perairan vital bagi perdagangan global yang telah menjadi titik puncak ketegangan dalam beberapa tahun terakhir.

Logico bilang latihan ini akan melibatkan 9.000 tentara AS dan 5.000 tentara Filipina. Australia akan mengirim pasukannya, sedangkan Jepang, Republik Ceko, dan Polandia, di antaranya, akan mengamati latihan tersebut.

Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth menegaskan kembali komitmen “kuat” Washington terhadap perjanjian pertahanan bersama dalam kunjungannya ke Filipina bulan lalu. Hegseth juga berjanji akan mengerahkan peralatan canggih tambahan ke negara Asia Tenggara itu di tengah ancaman dari China.

Kapal-kapal Filipina dan China bentrok beberapa kali di perairan yang disengketakan tahun lalu saat Manila menegaskan klaimnya sendiri.

Kedutaan besar China di Manila belum memberikan komentarnya atas berita ini.***

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Ratusan Orang Tewas dan Hilang Akibat Banjir di Asia Tenggara

30 November 2025 - 11:36 WIB

12 Provinsi Thailand Juga Dilanda Banjir Bandang, Korban Jiwa 145 Orang di Provinsi Songk

29 November 2025 - 21:12 WIB

Prabowo Bertemu Keir Starmer: Pesan 1.000 Kapal Penangkap Ikan ke Inggeris Rp 87,4 T

25 November 2025 - 17:08 WIB

Nyaris Dikremasi, Perempuan Thailand Ditemukan Masih Hidup di Peti Matinya

25 November 2025 - 15:20 WIB

Kisah Viral Tao Jing, Perempuan Termuda yang Dihukum Mati, Terakhir Minta Alat KB Dilepas

25 November 2025 - 12:27 WIB

Jepang tak Pernah Ketinggalan: Kini Cetak Rekor Kecepatan Internet 1.020.000 Gigabit/Detik

24 November 2025 - 01:40 WIB

India Melakukan Total Investigasi Efek Jatuhnya Pesawat HAL Tejas di Dubai

23 November 2025 - 10:20 WIB

Bos Cloudflare Ungkap Biang Kerok Layanan Internet Tumbang Berjamaah

19 November 2025 - 08:19 WIB

Pemerintah AS Berikan Jutaan Dolar Kepada Kaum Ikhwanul Muslimin Malaysia

17 November 2025 - 07:25 WIB

Trending di Internasional