Menu ✖

Mode Gelap
BPS Catat Harga Daging Sapi Nasional Sudah di Atas HAP Wamentan Sudaryono: 2,3 Juta Hewan Kurban Dipotong, Stok Aman & Bebas Penyakit Idul Adha Dorong Lonjakan Harga Pangan Nasional Sertipikat Jombang Menuju Kabupaten Bersih, Masuk 16 Terbaik Nasional IPP Mencapai 4,69, Jombang Raih Predikat Terbaik Jawa Timur dan Peringkat III Nasional Bongkar dan Bersihkan Ratoon, Areal Tebu 10.787 Ha Jombang Menuju Swasembada Gula 2028

Headline

Bansos Maksimal 5 Tahun, Beda dengan Bansos Disabilitas, Ada Program Graduasi

badge-check


					Gus Ipul Perbesar

Gus Ipul

Penulis : Jayadi | Editor : Aditya Prayoga

KREDONEWS.COM-JAKARTA: Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf, yang akrab disapa Gus Ipul, menegaskan bahwa bantuan sosial (bansos) akan diberikan maksimal selama lima tahun kepada penerima manfaat.

Setelah periode tersebut, para penerima akan menjalani proses evaluasi dan graduasi untuk menentukan kelayakan mereka menerima bantuan lebih lanjut.

“Penerima bansos maksimal akan mendapatkan bantuan selama lima tahun, setelah itu akan kita proses lagi dan pelajari,” ujar Gus Ipul di Jakarta, Kamis.

Ia menjelaskan, bansos lebih diprioritaskan bagi kelompok lanjut usia (lansia) dan penyandang disabilitas. Sementara itu, penerima bansos yang masih dalam usia produktif akan dievaluasi untuk dialihkan ke program pemberdayaan, seperti bantuan modal atau pelatihan keterampilan, bukan sekadar menerima perlindungan sosial.

“Bagi yang memiliki usaha, program yang diberikan adalah bantuan modal, penciptaan pasar, atau fasilitas bahan baku. Jika tidak memiliki usaha, mereka akan dibantu mencari peluang usaha sebagai bagian dari program pemerintah,” jelasnya.

Gus Ipul juga menyebutkan bahwa Kemensos akan berkolaborasi dengan Kementerian Ketenagakerjaan untuk memfasilitasi penerima bansos yang ingin bekerja. Melalui program pendampingan dan pelatihan, diharapkan mereka dapat meningkatkan keterampilan dan memasuki bursa kerja.

“Kalau mereka ingin bekerja, tidak usaha, maka kita bisa kerja sama dengan Kementerian Ketenagakerjaan agar mereka memperoleh pendidikan keterampilan untuk bisa masuk bursa kerja. Jadi ini (penerima bansos), harus kita evaluasi dan periksa. Kita anggap lima tahun itu waktu yang cukup untuk dilakukan evaluasi,” paparnya.

Selain itu, Gus Ipul menargetkan agar penerima bansos dapat mengalami peningkatan kesejahteraan secara bertahap setiap tahun. “Jadi sudah ada keluarga-keluarga yang harus naik kelas, tidak hanya di data yang sama. Kalau dia desil 1, naik desil 2, dari desil 2, naik desil 3, dan seterusnya,” ucapnya.

Baca juga

Festival Budaya Mojotirto 2025, Melarung Air dari Tujuh Sumber Mata Air ke Sungai Ngotok Mojokerto

Didahului Ban Meletus, Bus Mercedes-Benz PO Haryanto Terbakar Habis di Tol Semarang-Krapyak

Pengelompokan Keluarga dalam Data P3KE:

Dalam Data P3KE, keluarga dikelompokkan ke dalam 10 desil berdasarkan tingkat pendapatan. Berikut rinciannya:
– Desil 1: Kelompok 10% terendah dengan pendapatan di bawah Rp400 ribu.
-Desil 2: Kelompok 10-20% terendah dengan pendapatan di bawah Rp600 ribu.
-Desil 3: Kelompok 20-30% terendah dengan pendapatan di bawah Rp900 ribu.
– Desil 10: Kelompok 10% dengan tingkat kesejahteraan tertinggi.

Kriteria setiap desil dapat berbeda-beda tergantung pada kondisi provinsi masing-masing.

Kolaborasi Antar-Kementerian:

Kemensos telah menjalin kerja sama dengan Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) untuk membangun program graduasi masyarakat. Kelompok desil 1 hingga 4 akan ditangani oleh Kemensos melalui program-program strategis, sementara kelompok di atas desil 4 akan ditangani oleh Kementerian UMKM dengan pendekatan berbasis kewirausahaan.

“Desil 4 nanti akan ditangani oleh Kementerian UMKM, Kementerian Koperasi, dan Kementerian BP2MI dalam konteks pemberdayaan masyarakat. Jadi ini yang lagi kita siapkan, dan kita memang sudah ada program-program pemberdayaan dalam konteks kewirausahaan yang menjadi tugas Kementerian UMKM,” kata Menteri UMKM Maman Abdurrahman.***

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Arumi Bachin Jalan Kaki 1,5 Km di Terik Matahari, Kunjungi 3 Rumah Manik di Plumbon Gambang

20 Oktober 2026 - 16:42 WIB

Polres Jombang Kedepankan Pelayanan Humanis

20 Oktober 2026 - 11:25 WIB

Berdialog, Kapolres Jombang Ajak Mahasiswa Jaga Kamtibmas

20 Oktober 2026 - 11:08 WIB

Hari Purnomo: Koperasi di Jombang Tumbuh Jadi 1.020 Unit Volume Usaha Rp500 M, 168 UMK Naik Kelas

20 Oktober 2026 - 11:06 WIB

Agustiar Sabran Pamit dan Tidak Kembali, Massa Aksi Demo Segel Kantor Gubernur Kalteng

19 Oktober 2026 - 21:34 WIB

Kartiyono 12 Tahun di Bapemperda Jombang: Pastikan Perda Sesuai Kebutuhan dan Hidup di Masyarakat!

19 Oktober 2026 - 17:40 WIB

Diduga Bakar Lahan 800 M2, Warga Bareng Tangkap Pengamen dan Diikat di Tiang Listrik

19 Oktober 2026 - 16:50 WIB

Menelisik Akar Terorisme (70): KKK Punya 4 Juta Anggota

19 Oktober 2026 - 16:17 WIB

Kapolres Jombang Pantau Langsung Ketersediaan BBM di SPBU

19 Oktober 2026 - 11:15 WIB

Kapolres Jombang, AKBP Yanto Mulyanto saat memantau langsung ketersediaan BBM di salah satu SPBU
Trending di News