Menu

Mode Gelap
Wamentan Sudaryono: 2,3 Juta Hewan Kurban Dipotong, Stok Aman & Bebas Penyakit Idul Adha Dorong Lonjakan Harga Pangan Nasional Sertipikat Jombang Menuju Kabupaten Bersih, Masuk 16 Terbaik Nasional IPP Mencapai 4,69, Jombang Raih Predikat Terbaik Jawa Timur dan Peringkat III Nasional Bongkar dan Bersihkan Ratoon, Areal Tebu 10.787 Ha Jombang Menuju Swasembada Gula 2028 Lewat Agrosolution 2025, Petrokimia Gresik Bersama 61.112 Petani Siap Wujudkan Swasembada Pangan

Internasional

Politisi Prancis Meminta AS untuk Mengembalikan Patung Liberty

badge-check


					Patung Liberty merupakan hadiah Prancis untuk AS Perbesar

Patung Liberty merupakan hadiah Prancis untuk AS

Penulis: Jacobus E Lato | Yobie Hadiwijaya

KREDONEWSCOM, JAKARTA-Prancis harus mengambil kembali Patung Liberty karena Amerika Serikat tidak lagi mewakili nilai-nilai yang mendorong Prancis menawarkan patung tersebut, kata seorang wakil Euro Prancis pada 16 Maret.

“Kembalikan Patung Liberty kepada kami,” kata politikus kiri-tengah Raphael Glucksmann pada sebuah konvensi gerakan kiri-tengah Place Publique miliknya.

“Kami akan berkata kepada rakyat Amerika yang memilih berpihak pada para tiran, kepada rakyat Amerika yang memecat para peneliti karena menuntut kebebasan ilmiah: ‘Kembalikan Patung Liberty kepada kami’,” katanya kepada para pendukungnya yang bersorak-sorai.

“Kami memberikannya kepadamu sebagai hadiah, tetapi tampaknya kamu membencinya. Jadi, di rumah saja, semuanya akan baik-baik saja.”

Patung Liberty diresmikan di pelabuhan Kota New York pada tanggal 28 Oktober 1886, bertepatan dengan peringatan seratus tahun Deklarasi Kemerdekaan Amerika sebagai hadiah dari rakyat Prancis untuk Amerika. Patung ini dirancang oleh Auguste Bartholdi, seorang warga Prancis.

Paris memiliki salinan patung yang jauh lebih kecil di sebuah pulau kecil di Sungai Seine di Paris.

Tuan Glucksmann, Anggota Parlemen Eropa dan pembela setia Ukraina, telah mengkritik keras perubahan kebijakan radikal Presiden AS Donald Trump terkait perang.

Ia juga menyoroti pemotongan dana yang dilakukan Trump terhadap lembaga-lembaga penelitian AS , yang telah mendorong inisiatif pemerintah Prancis untuk menarik sejumlah peneliti untuk bekerja di Prancis.

“Hal kedua yang akan kami katakan kepada rakyat Amerika adalah: ‘Jika kalian ingin memecat peneliti terbaik kalian, jika kalian ingin memecat semua orang yang, melalui kebebasan dan rasa inovasi mereka, selera mereka terhadap keraguan dan penelitian, telah menjadikan negara kalian sebagai kekuatan terdepan di dunia, maka kami akan menyambut mereka’,” imbuh Tn. Glucksmann.

Sejak Tn. Trump kembali ke Gedung Putih pada bulan Januari, pemerintahannya telah memotong dana penelitian federal dan berusaha memberhentikan ratusan pekerja federal yang bekerja pada penelitian kesehatan dan iklim.

Glucksmann juga mengkritik para pemimpin sayap kanan di Prancis, menuduh mereka sebagai “klub penggemar” Trump dan miliarder Elon Musk, yang mempelopori upaya Presiden AS untuk memangkas pengeluaran. ***

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Chee Kit Chong WN Australia Dinyatakan Bersalah Memperbudak Lansia Indonesia

28 Mei 2026 - 21:45 WIB

Partai Kecoak Merayap ke Politik India

22 Mei 2026 - 18:17 WIB

Komputer Tak Laku, Terancam Tak Ada Orang Mau Beli Laptop

10 Mei 2026 - 19:12 WIB

Naskah Alkitab Perjanjian Baru 42 Halaman yang Hilang Ditemukan

3 Mei 2026 - 19:02 WIB

Pakar Estetik Bedah Plastik, Dr Sophia Heng: Penyempurnaan, Bukan Perubahan Total

26 April 2026 - 10:40 WIB

KPJ Sabah Specialist Hospital, Pusat Perawatan Kesehatan yang Makin Mendunia Pilihan Pasien Indonesia

22 April 2026 - 11:39 WIB

Kabar Baik 2 Kapal Pertamina Bersiap Melintas Selat Hormuz

19 April 2026 - 19:52 WIB

Ke Sabah, Merawat Kesehatan Sekaligus Berwisata

19 April 2026 - 16:43 WIB

Kutu Pembunuh Menyerang Korea Selatan, 422 Orang Meninggal

15 April 2026 - 19:06 WIB

Trending di Internasional