Menu

Mode Gelap
BPS Catat Harga Daging Sapi Nasional Sudah di Atas HAP Wamentan Sudaryono: 2,3 Juta Hewan Kurban Dipotong, Stok Aman & Bebas Penyakit Idul Adha Dorong Lonjakan Harga Pangan Nasional Sertipikat Jombang Menuju Kabupaten Bersih, Masuk 16 Terbaik Nasional IPP Mencapai 4,69, Jombang Raih Predikat Terbaik Jawa Timur dan Peringkat III Nasional Bongkar dan Bersihkan Ratoon, Areal Tebu 10.787 Ha Jombang Menuju Swasembada Gula 2028

Life Style

Wakil Menteri P2MI Dukung Terapi Spa Indonesia Untuk Bisa Saingi Thailand

badge-check


					Wakil Menteri P2MI Dukung Terapi Spa Indonesia Untuk Bisa Saingi Thailand Perbesar

Penulis: Jayadi | Penulis: Aditya Prayoga

KREDONEWS.COM, DENPASAR– Wakil Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (Wamen P2MI) Christina Aryani menyatakan bahwa Kementerian P2MI akan memprioritaskan pengembangan terapi spa sebagai bidang potensial dalam penempatan pekerja migran di sektor hospitality.

“Berdasarkan masukan dari para duta besar yang saya temui, sektor spa terapis perlu mendapat perhatian serius,” ujar Christina saat mengunjungi sejumlah lembaga pelatihan kerja (LPK) di Bali, Rabu, sebagaimana disampaikan dalam keterangan resmi KemenP2MI.

Untuk mendukung pengembangan ini, Christina mendatangi beberapa LPK yang berfokus pada pelatihan terapi spa profesional, di antaranya Mandara Spa Training Centre, Nirvana Bali Spa, dan Bali Saraswati Spa Academy. Kunjungannya bertujuan meninjau proses pelatihan, kurikulum, hingga mekanisme penempatan lulusan.

Ia juga mendorong agar lulusan LPK tak hanya siap bekerja di dalam negeri, tetapi juga mampu bersaing di pasar internasional.

Selain itu, Christina menyampaikan rencana untuk bekerja sama dengan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) dalam meningkatkan citra terapi spa Indonesia di luar negeri. Pasalnya, menurutnya, branding spa di dunia saat ini masih didominasi Thailand.

“Padahal Indonesia juga punya peluang besar. Kita butuh upaya branding yang lebih strategis dari pemerintah,” katanya.

Christina turut mengingatkan agar LPK sektor hospitality menambahkan kurikulum bahasa asing dengan pendekatan spesifik sesuai negara tujuan penempatan. Ia menegaskan bahwa kemampuan bahasa menjadi aspek penting dalam menghadapi kebutuhan pasar kerja global, seperti Jepang dan negara-negara berbahasa Inggris.***

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Cara Buat WhatsApp Offline Padahal Online

20 Agustus 2026 - 18:27 WIB

Lagu Ikonik Kebyar Kebyar Diciptakan saat Gombloh Kerokan

19 Agustus 2026 - 21:19 WIB

Wajah Anak Tak Diekspos Mahalini Tuai Pro Kontra

18 Agustus 2026 - 21:08 WIB

KPJ Damansara Specialist Hospital 2, Rumah Sakit Layaknya Hotel

18 Agustus 2026 - 07:39 WIB

Siti Si Vampir Tayang Oktober 2026, Satine Zaneta Jadi Pemeran Utama

6 Agustus 2026 - 19:19 WIB

Lagu Terbaru No Na ‘honk!’ Buktikan Musik Indonesia Bisa Mendunia

3 Agustus 2026 - 18:27 WIB

Nabila Gardena Mendadak Viral, Benarkah Terseret Isu Korupsi BUMN?

28 Juli 2026 - 20:09 WIB

Putri Kamboja Menciptakan Sensasi di Piala ASEAN 2026

26 Juli 2026 - 19:34 WIB

Drama di Balik Gol Juara Ferran Torres, Putus Cinta Jelang Final Piala Dunia

22 Juli 2026 - 18:31 WIB

Trending di Life Style