Menu

Mode Gelap
Wamentan Sudaryono: 2,3 Juta Hewan Kurban Dipotong, Stok Aman & Bebas Penyakit Idul Adha Dorong Lonjakan Harga Pangan Nasional Sertipikat Jombang Menuju Kabupaten Bersih, Masuk 16 Terbaik Nasional IPP Mencapai 4,69, Jombang Raih Predikat Terbaik Jawa Timur dan Peringkat III Nasional Bongkar dan Bersihkan Ratoon, Areal Tebu 10.787 Ha Jombang Menuju Swasembada Gula 2028 Lewat Agrosolution 2025, Petrokimia Gresik Bersama 61.112 Petani Siap Wujudkan Swasembada Pangan

Headline

Terbongkar Putri Xi Jinping Kuliah di Harvard, Ini Respon Warga AS

badge-check


					Terbongkar Putri Xi Jinping Kuliah di Harvard, Ini Respon Warga AS Perbesar

Penulis: Jayadi | Editor: Aditya Prayoga

KREDONEWS.COM, MASSACHUSETTS-Pemerintahan Trump memperluas pemeriksaan media sosial terhadap mahasiswa asing dan meningkatkan upaya deportasi serta pencabutan visa pelajar sebagai bagian dari kebijakan imigrasi garis kerasnya.

Target utama kebijakan ini adalah pelajar China, terutama yang menempuh studi di bidang strategis seperti teknik semikonduktor dan kedirgantaraan. Pemerintah AS mencurigai potensi penyalahgunaan riset tersebut untuk kepentingan militer atau intelijen China.

Selain itu, kebijakan ini dimaksudkan untuk mencegah pencurian teknologi yang dinilai dapat memperkuat kekuatan pertahanan dan mata-mata Beijing.

Dampaknya cukup luas. Ribuan visa pelajar asal China dicabut, menimbulkan kecemasan di kalangan mahasiswa dan keluarga mereka. Universitas-universitas AS yang selama ini mengandalkan mahasiswa internasional dari China turut terdampak, dengan penurunan angka pendaftaran dan pemasukan dari biaya kuliah.

Baca juga 

Tantrum Adalah Bentuk Frustasi Anak, Salah Penanganan Fatal Akibatnya

Pertukaran akademik dan kerja sama riset antara kedua negara juga terganggu. Kebijakan ini semakin memperuncing persaingan geopolitik dan teknologi antara Amerika Serikat dan China.

Dari sisi pelaksanaan, kebijakan ini menjadi tantangan besar bagi Departemen Luar Negeri dan Keamanan Dalam Negeri AS. Dengan jumlah mahasiswa asal China mencapai sekitar 277.000 pada tahun akademik 2023–2024, proses penyaringan visa menjadi rumit dan membebani sistem administrasi.

Baca juga

Mengapa Soft Skills Lebih Unggul Dibanding Hard Skills di Dunia Modern dan AI

Putri Presiden China Xi Jinping, Xi Mingze, dikenal pintar menyembunyikan identitasnya dari sorotan publik. Namun, sejumlah media China pernah melaporkan bahwa ia sempat menempuh pendidikan di Universitas Harvard dengan nama samaran.

Langkah keras pemerintah AS ini disambut oleh Laura Loomer, pendukung Trump dan aktivis sayap kanan dari kelompok Make America Great Again (MAGA), yang menyerukan pengusiran Xi Mingze. “Ayo! Deportasi Putri Xi Jinping! Dia tinggal di Massachusetts dan kuliah di Harvard!” tulis Loomer di X.

Ia juga mengklaim, “Sumber-sumber mengatakan kepada saya bahwa pengawal PLA [Tentara Pembebasan Rakyat dari CCP [Partai Komunis China] menyediakan keamanan pribadi untuknya di tanah AS di Massachusetts!”.****

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Pria Berkaca Mata dan Bermasker Abu-abu Pegang Setir Terekam CCTV Juanda, Tewasnya Wanita ASN Bangkalan

26 Juni 2026 - 14:58 WIB

Kasatreskrim dan Delapan Kapolsek Jajaran Polres Jombang Resmi Berganti

26 Juni 2026 - 13:46 WIB

Menelisik Akar Terorisme (26): Rahasia Kaum Freemanson

26 Juni 2026 - 12:26 WIB

Taubat Bersama di Ponpes Sidhiqqiyyah, Kiai Tar: Koruptor Itu Hidup dari Mayat dan Darah Saudaranya

26 Juni 2026 - 11:25 WIB

10 Menit Standing Applause untuk Papermoon Puppet Theatre dari Yogya yang Mengguncang Jerman

25 Juni 2026 - 15:02 WIB

Temuan Jasad Wanita di Parkiran Juanda, Risang: Korban Janji Pulang Sabtu 20 Juni 2026

25 Juni 2026 - 09:10 WIB

Sudah Tiga Orang Meninggal Saat Mengikuti Larsarmil Calon Manajer KDMP di Tiga Lokasi Berbeda

25 Juni 2026 - 08:35 WIB

Menelisik Akar Terorisme (25): Sepak Terjang Templar dan Freemanson

24 Juni 2026 - 20:48 WIB

Sopir Mengantuk, Truk Muatan Pakan Ayam Tabrak Pembatas Jembatan

24 Juni 2026 - 19:55 WIB

Trending di News