Menu

Mode Gelap
Wamentan Sudaryono: 2,3 Juta Hewan Kurban Dipotong, Stok Aman & Bebas Penyakit Idul Adha Dorong Lonjakan Harga Pangan Nasional Sertipikat Jombang Menuju Kabupaten Bersih, Masuk 16 Terbaik Nasional IPP Mencapai 4,69, Jombang Raih Predikat Terbaik Jawa Timur dan Peringkat III Nasional Bongkar dan Bersihkan Ratoon, Areal Tebu 10.787 Ha Jombang Menuju Swasembada Gula 2028 Lewat Agrosolution 2025, Petrokimia Gresik Bersama 61.112 Petani Siap Wujudkan Swasembada Pangan

Headline

Teknologi China: Ciptakan Lensa Kontak Tembus Kegelapan Tanpa Baterai

badge-check


					Teknologi China: Ciptakan Lensa Kontak Tembus Kegelapan Tanpa Baterai Perbesar

Penulis: Jayadi |. Editor: Aditya Prayoga

KREDONEWS.COM, BEIJING- Tim ilmuwan dari University of Science and Technology of China mengembangkan lensa kontak inovatif yang memungkinkan pemakainya melihat dalam gelap melalui cahaya inframerah, bahkan saat mata tertutup.

Berbeda dari kacamata night-vision

berukuran besar dan membutuhkan daya listrik, lensa ini bekerja tanpa baterai. Teknologi tersebut memanfaatkan nanopartikel berbahan sodium gadolinium fluride, ytterbium, dan emas yang ditanamkan dalam lensa kontak lunak.

Nanopartikel ini menyerap cahaya inframerah dengan panjang gelombang 800–1600 nanometer dan mengubahnya menjadi cahaya tampak (380–750 nanometer) yang dapat diterima retina manusia. Proses ini terjadi otomatis di dalam lensa: saat cahaya inframerah masuk, partikel akan mengubah energi itu menjadi cahaya tampak yang bisa dilihat manusia.

Lensa ini memungkinkan pengguna melihat dalam kondisi gelap total, bahkan ketika mata tertutup, karena inframerah tetap menembus kelopak mata dan diproses oleh lensa. Teknologi ini sepenuhnya pasif, tidak memerlukan aliran listrik tambahan.

Meski begitu, lensa ini belum mampu menangkap detail halus dan hanya efektif jika sumber inframerah cukup terang. Dalam pengujian, pemakainya dapat melihat cahaya inframerah secara jelas, bahkan visinya justru meningkat saat mata ditutup.

Lensa ini juga berpotensi membantu penderita buta warna dengan cara memodifikasi nanopartikel agar bisa mengubah spektrum warna tertentu menjadi warna yang bisa mereka lihat.

Namun, karena letaknya sangat dekat dengan retina, kemampuan menangkap detail masih terbatas. Para peneliti sedang mengembangkan perangkat kacamata tambahan untuk meningkatkan ketajaman tampilan.

Secara fungsional, lensa ini tetap termasuk lensa kontak lunak yang memerlukan perawatan seperti lensa biasa. Belum ada informasi resmi apakah ada kebutuhan perawatan khusus untuk teknologi ini.***

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Fans Sepakbola Ini Disangka Produk AI Saking Cantiknya

26 Juni 2026 - 19:32 WIB

Ahli Gizi Ingatkan Risiko Makanan Rusak saat Listrik Padam

24 Juni 2026 - 18:44 WIB

Facebook Dipenuhi Video Porno, Cukup Satu Kta Kunci Pencarian

24 Juni 2026 - 18:21 WIB

Presenter Piala Dunia ASAL Italia Ini Sosmednya Dibanjiri Ribuan Like

18 Juni 2026 - 19:47 WIB

Izabel Kovacic akan Panaskan Tribun Piala Dunia

17 Juni 2026 - 18:52 WIB

Fans Terseksi Piala Dunia Menurut Survei, Argentina Nomor Satu

16 Juni 2026 - 20:16 WIB

Meski Neymar Tak Bermain, Pacarnya Pamer Tubuh Seksi di Piala Dunia 2026

15 Juni 2026 - 20:01 WIB

Kecantikan Brasil Ciptakan Sensasi di Piala Dunia 2026

14 Juni 2026 - 19:28 WIB

Cara Aman Nikmati Piala Dunia 2026 Tanpa Merusak Kesehatan

12 Juni 2026 - 19:41 WIB

Trending di Life Style