Menu

Mode Gelap
BPS Catat Harga Daging Sapi Nasional Sudah di Atas HAP Wamentan Sudaryono: 2,3 Juta Hewan Kurban Dipotong, Stok Aman & Bebas Penyakit Idul Adha Dorong Lonjakan Harga Pangan Nasional Sertipikat Jombang Menuju Kabupaten Bersih, Masuk 16 Terbaik Nasional IPP Mencapai 4,69, Jombang Raih Predikat Terbaik Jawa Timur dan Peringkat III Nasional Bongkar dan Bersihkan Ratoon, Areal Tebu 10.787 Ha Jombang Menuju Swasembada Gula 2028

News

Tanpa Kembang Api, Jelang Tahun Baru Pemkot Surabaya Akan Menggelar Doa Lintas Agama

badge-check


					Tanpa Kembang Api, Jelang Tahun Baru Pemkot Surabaya Akan Menggelar Doa Lintas Agama Perbesar

Penulis : Jayadi | Editor: Aditya Prayoga

KREDONEWS.COM, SURABAYA– Perayaan tahun baru kali ini digelar sederhana sebagai bentuk empati terhadap korban bencana di Sumatera dan sejumlah daerah lain.

Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, menegaskan doa bersama menjadi simbol kebersamaan warga dengan latar belakang keyakinan berbeda, mulai dari Islam, Kristen, Katolik, Hindu, Buddha, hingga Khonghucu.

“Sejak lama saya sampaikan, di Surabaya pada malam tahun baru kita awali dengan doa lintas agama. Kita berdoa bersama sesuai keyakinan masing-masing. Setelah itu, silahkan ada kegiatan lain, tetapi tidak berlebihan,” ujarnya, Minggu (28/12/2025).

Ia berharap doa bersama tidak sekadar seremonial, melainkan menjadi refleksi diri warga Surabaya dalam memaknai pertambahan usia dan kontribusi bagi sesama.

“Introspeksilah di malam tahun baru. Setiap pergantian tahun, usia kita juga bertambah. Sudah sejauh mana kita bermanfaat bagi orang lain,” ungkapnya.

Sebagai wujud kepedulian, Pemkot melarang penggunaan kembang api agar perayaan tidak berlebihan di tengah kondisi saudara sebangsa yang masih berjuang pascabencana.

“Kita ingin punya rasa empati. Saudara-saudara kita ada yang masih dalam kondisi sulit setelah bencana. Karena itu, kami melarang kembang api agar perayaan tidak berlebihan,” tegasnya.

Selain itu, larangan knalpot brong juga diberlakukan demi menjaga ketertiban dan kenyamanan masyarakat.

Menurut Eri, sanksi sosial lebih efektif dibandingkan sanksi hukum. “Kalau masih ada yang menyalakan kembang api lalu viral, sanksi sosial itu jauh lebih berat. Masyarakat akan menilai sendiri,” ujarnya.

Ia juga mengapresiasi solidaritas warga Surabaya yang berhasil menghimpun donasi hampir Rp10 miliar dalam dua pekan terakhir.

“Ini menunjukkan kepedulian warga Surabaya sangat luar biasa. Karena itu, mari kita awali malam tahun baru dengan doa agar Surabaya dijauhkan dari bencana dan kita semua diberi keselamatan,” katanya.

Eri menutup dengan ajakan agar empati, rasa syukur, dan kepedulian menjadi fondasi membangun kota beradab. “Mari kita mulai tahun baru dengan hati nurani, empati, dan doa untuk saudara-saudara kita yang terdampak bencana,” pungkasnya.****

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Tabrakan Lawan KA Ijen Ekspres di Jember, Fortuner Terseret 750 Meter KA Ijen Sopir 22 Tahun Tewas

17 September 2026 - 20:38 WIB

Menelisik Akar Terorisme (57): Topeng Alis Mata Merah Sang Penyingkir Raja

17 September 2026 - 20:00 WIB

9 Siswa SDN 3 Kampungdalem Kediri Dibawa ke Puskesnas dan RS Gambiran

17 September 2026 - 17:07 WIB

200 Siswa dan Guru SMKN 1 Boyolangu Tulungagung Keracunan MBG

17 September 2026 - 17:03 WIB

77 Siswa dan Guru di Trenggalek Keracunan MBG, Dapur SPPG Disuspend 30 Hari

17 September 2026 - 16:40 WIB

KPK Geledah Kantor Pusat Dirjen ATR/BPN, Ini Daftar 8 Tersangka OTT Bogor

17 September 2026 - 15:36 WIB

Wali Murid Tolak Sumbangan SMAN 1 Jombang, Wibisono: Hapuskan Seluruh Pungutan di Sekolah!

16 September 2026 - 15:05 WIB

Polres Jombang Perkuat Literasi dan Etika Penggunaan AI bagi Pelajar SMA Negeri Jogoroto

16 September 2026 - 13:48 WIB

Respon Keresahan Warga, Polisi Jombang Sita Ratusan Botol Miras 

16 September 2026 - 13:28 WIB

Trending di News