Menu

Mode Gelap
Wamentan Sudaryono: 2,3 Juta Hewan Kurban Dipotong, Stok Aman & Bebas Penyakit Idul Adha Dorong Lonjakan Harga Pangan Nasional Sertipikat Jombang Menuju Kabupaten Bersih, Masuk 16 Terbaik Nasional IPP Mencapai 4,69, Jombang Raih Predikat Terbaik Jawa Timur dan Peringkat III Nasional Bongkar dan Bersihkan Ratoon, Areal Tebu 10.787 Ha Jombang Menuju Swasembada Gula 2028 Lewat Agrosolution 2025, Petrokimia Gresik Bersama 61.112 Petani Siap Wujudkan Swasembada Pangan

News

Surabaya Tegaskan Komitmen Digital Aman untuk Pelajar

badge-check


					Surabaya Tegaskan Komitmen Digital Aman untuk Pelajar Perbesar

Penulis: Jayadi | Editor: Aditya Prayoga

KREDONEWS.COM, SURABAYA-
Dalam rangka Hari Anak Internasional, Pemerintah Kota Surabaya menegaskan komitmen untuk melindungi pelajar dari paparan konten digital berbahaya. Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, menyoroti ancaman game daring yang sarat kekerasan dan dampaknya terhadap pembentukan mental generasi muda.

Komitmen tersebut diwujudkan melalui Deklarasi Anak Surabaya Digital Aman serta penandatanganan Tri Darma Digital pada Kamis (27/11/2025). Acara ini melibatkan BNN, Densus, Kepolisian, Komnas Perlindungan Anak, NGO, dan berbagai pihak lain yang berfokus pada pengawasan ketat penggunaan konten digital oleh anak-anak.

Eri menegaskan, game yang menampilkan simulasi perampokan hingga perilaku berbahaya seperti penyalahgunaan zat terlarang dapat merusak pola pikir anak.

“Game-game ini bahkan secara halus memperkenalkan perilaku berbahaya, dan tanpa disadari membenarkan tindakan negatif dalam pikiran anak,” ujar Wali Kota Eri.

Ia menambahkan, Pemkot Surabaya bertekad mengembalikan pola pikir anak ke arah positif, dengan perlindungan yang menyasar pelajar SD hingga SMP. Peran orang tua menjadi perhatian utama agar keseimbangan antara akademik dan interaksi sosial tetap terjaga.

“Orang tua tentu memiliki harapan besar terhadap prestasi anak. Namun, keseimbangan antara akademik dan interaksi sosial tetap penting agar anak tumbuh dengan karakter dan mental yang kuat,” jelasnya.

Eri juga menekankan pentingnya lingkungan yang suportif. Anak yang kurang percaya diri atau sulit berpendapat sering kali disebabkan minimnya interaksi sosial akibat terlalu lama belajar di rumah.

Karena itu, Pemkot melalui Dinas Pendidikan meminta sekolah aktif membentuk lingkungan yang mendukung sosialisasi, sekaligus membentuk Satgas di setiap sekolah yang terdiri dari guru BK untuk memantau perilaku siswa.

Kepala Dispendik Surabaya, Yusuf Masruh, menambahkan bahwa langkah ini bertujuan memastikan pelajar SD dan SMP menggunakan media digital secara sehat dan bertanggung jawab. Satgas sekolah menjadi bagian dari penguatan Tim Pencegahan dan Penanganan Kekerasan (TPPKS).

“Tujuannya adalah memastikan anak-anak memiliki wadah yang tepat sehingga mereka tidak salah memilih tempat untuk mencurahkan isi hati,” jelas Yusuf.

Ia menegaskan, keberhasilan program bergantung pada sinergi sekolah dan orang tua. Orang tua diminta menetapkan jadwal istirahat, belajar, serta ekspresi edukatif, sekaligus mengatur penggunaan sarana digital di rumah.

“Saat ini sudah banyak referensi game positif dan buku elektronik edukatif, dan inilah yang harus diarahkan kepada anak-anak,” pungkasnya.***

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Pria Berkaca Mata dan Bermasker Abu-abu Pegang Setir Terekam CCTV Juanda, Tewasnya Wanita ASN Bangkalan

26 Juni 2026 - 14:58 WIB

Kasatreskrim dan Delapan Kapolsek Jajaran Polres Jombang Resmi Berganti

26 Juni 2026 - 13:46 WIB

Menelisik Akar Terorisme (26): Rahasia Kaum Freemanson

26 Juni 2026 - 12:26 WIB

Taubat Bersama di Ponpes Shiddiqiyyah, Kiai Tar: Koruptor Itu Hidup dari Mayat dan Darah Saudaranya

26 Juni 2026 - 11:25 WIB

10 Menit Standing Applause untuk Papermoon Puppet Theatre dari Yogya yang Mengguncang Jerman

25 Juni 2026 - 15:02 WIB

Temuan Jasad Wanita di Parkiran Juanda, Risang: Korban Janji Pulang Sabtu 20 Juni 2026

25 Juni 2026 - 09:10 WIB

Sudah Tiga Orang Meninggal Saat Mengikuti Larsarmil Calon Manajer KDMP di Tiga Lokasi Berbeda

25 Juni 2026 - 08:35 WIB

Menelisik Akar Terorisme (25): Sepak Terjang Templar dan Freemanson

24 Juni 2026 - 20:48 WIB

Sopir Mengantuk, Truk Muatan Pakan Ayam Tabrak Pembatas Jembatan

24 Juni 2026 - 19:55 WIB

Trending di News